Frame 2

Dari Brastagi, Penyuluh Ini Dapat Untung Besar Tanam Bunga Kol di Aceh

Namanya adalah Ferdiansyah (33), salah seorang tenaga penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.


Setelah fieldtrip ke Brastagi,  Kepala BPP Seruway Butet SP,  mengizinkannya   memanfaatkan lahan pekarangan BPP. untuk demplot Bunga Kol.

Dalam benak Ferdi, memang ada baiknya  membudidayakan bunga Kol. Minimal hasilnya bisa buat kita konsumsi. Selain itu juga dapat menambah gizi agar badan sehat serta imunitas tubuh kuat. Hasilnya pun dapat menambah ekonomi dan pendapatan.

Pada tahun 2008 kata Ferdi, di BPP tersedia lahan seluas dua rante (1.000 m2), pernah juga dibudiddayakan bunga Kol oleh rekan kerjanya. 

Selanjutnya mulai 2020, dirinya tergerak untuk mencoba lagi. Alhamdulillah hasilnya lumayan bagus, rata-rata beratnya 0,9 kg per batang. "Saya mendapatkan hasil sekitar Rp 7,5 juta. Sementara modalnya hanya Rp 1 juta untuk biaya mulsa dan upah pekerja," paparnya.

Untuk tahun ini, karena ada untungnya, maka saya lanjut tanam bunga Kol lagi. Namun perlakuannya berbeda yaitu dengan menambahkan interval penyiraman tengah hari. Hal ini penting dilakukan apalagi di saat kemarau sehingga dapat mengurangi suhu tinggi karena pengaruh MPHP. 

Dia menyarankan agar pada saat musim kemarau sebaiknya tidak menggunakan mulsa, kecuali ada penyiraman tambahan. Tapi pada musim hujan katanya, harus menggunakan mulsa untuk mengantisipasi tumbuhnya rumput. 

BACA JUGA:

Bunga Matahari Mexico, Bisa Kurangi Dosis Pupuk Kimia Hingga 50 Persen50-Persen

Ada Peternakan Sapi di Taman Wisata Puncak Bila

Hanya Dalam Beberapa Jam, 1.023 Pemuda Papua Mendaftar Menjadi Petani Milenial

Peluang Bisnis Selai dan Minuman Kemasan Sari Buah Murbei

Dalam budidaya bunga Kol ia menggunakan varietas Mona dan Larika, yang ditanam secara bergilir. Sehingga bisa dipanen setiap hari. Masa panen bunga Kol selama 85 hari. Pemeliharaan bibitnya selama 25 hari, selanjutnya dipindahkan dan tanam hingga pemeliharaan sampai 60 hari. 

Diantara dua varietas tersebut yang menunjukkan hasil bagus adalah varietas Larisa, karena mampu menghasilkan berat hingga 1,4 kg, dibandingkan varietas Mona hanya 0,9 kg/batang.

Alumni SMK-PP Negeri Saree (2007) jurusan peternakan ini, juga memelihara ayam sebanyak 500 ekor. Kandangnya dibuat di tepi kali, sehingga jauh dari pemukiman penduduk. Hasil limbah (kotoran ayam) dimanfaatkan kembali sebagai kompos. 

Selain menggunakan blended sawit (yang difermentasi), setiap tanaman  bunga Kol juga diberikan pupuk NPK 5 gr/batang. 

Pupuk diberikan selama empat kali, mulai saat umur 15 hari, 25, 35 serta pada umur 45 HST. "Penyiraman wajib dilakukan setiap pagi dan sore, kalau tidak ada hujan maka disiang hari juga harus disiram," ujarnya. 

Untuk pengolahan tanah dilakukan dengan kultivator, pada saat bersamaan dicampur dengan blended dan arang sekam. Kemudian sebelum dipasang mulsa, diberikan pupuk  (cor). 

Hasilnya ternyata luar biasa, ada yang 0,9 hingga 1,4 kg per batangnya. Saat panen rata-rata hasil 1 kg, harga jual Rp 15.000/kg, sehingga omsetnya mencapai Rp 15 juta. "Kalau dipotong biaya mulsa dan upah Rp 1 juta. Keuntungan bersih yang diperoleh selama 3 bulan Rp 14 juta," timpalnya. 

Kalau sistem penyiraman dengan  menggunakan springkel, sebaiknya cukup 10 menit saja. Jika terlalu lama dikuatirkan tanahnya menjadi lembab, sehingga menyebabkan terjadinya jamur dan penyakit. 

Dari hasil panen bunga Kol tersebut, uangnya digunakan untuk menyewa tanah sawah seluas 12 rante. Dirinya juga berminat untuk menanam padi. "Rencananya di sawah tersebut akan saya tanam Padi Inpari 32," tambahnya. 

Dikatakannya bahwa di BPP pihaknya, melalui Green House ada melakukan pembibitan. Bibit yang dihasilkan baik bunga Kol, tomat, kubis, Cabai rawit dan Selada sangat digemari oleh masyarakat.

Dengan adanya demplot bunga Kol di BPP, saat ini hampir setiap hari ada saja pengunjung datang membeli sambil menikmati sensasi berswafoto. "Tak hanya itu saja, petani dan Pak Camat pun datang ingin melihat bahkan mereka belajar langsung di lapangan, " ujarnya bangga.

(Hum/Ar/red)

hello world!
magnifiercrosschevron-down