Agrowisata Bulak Barokah, Desa Langgongsari Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Desa

Lahan Kosong untuk Meningkatan PADes

Awalnya Bulak Barokah sekadar tanah desa yang tidak produktif. Desa Langgongsari berinovasi untuk mengembangkan Agrowisata Bulak Barokah dengan komoditi utama buah durian dipadu dengan peternakan dan perikanan. Berkat inovasi ini, Desa Langgongsari mampu menyajikan eduwisata pertanian, sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).

Desa Langgongsari terletak di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Agrowisata Bulak Barokah merupakan tanah milik desa seluas 4 hektar. Dulu, tanah ini terbengkalai dan dikenal angker oleh warga sekitar. Karena itu, setiap lelang tanah tersebut tak pernah laku.

Nama InovasiAgrowisata Bulak Barokah
PengelolaPemerintah Desa Langgongsari
AlamatDesa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
KontakRasim (Kepala Desa Langgongsari)
Telepon+62-812-2667-0474

Pada 2015, Langgongsari merintis inovasi agrowisata untuk mengubah image itu. Pohon durian dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki nilai ekonomis tinggi, termasuk perawatannya cukup mudah. Kelemahannya, durian merupakan komoditas musiman sehingga pengelola mengembangkan wisata produksi seperti membuat gula semut, memelihara kelinci, dan lain-lain.

Ekosistem Wisata Terpadu

Bulak Barokah dikembangkan menjadi ekosistem yang menyeluruh, yakni ternak diberi pakan rumput odot yang ditanam di lokasi. Untuk mengelola limbah/kotoran ternak di buat sumur resapan yang selanjutnya akan diuraikan oleh tanah dan berubah menjadi pupuk organik yang sangat bagus bagi tanaman durian.

Kini, perekonomian masyarakat di Desa Langgongsari mulai meningkat. Agrowisata Bulak Barokah menjadi sarana edukasi pertanian, perikanan, peternakan, dan perdagangan. Umumnya, para pengunjung agrowisata adalah anak-anak sekolah.

Pengelolaan wisata diserahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Langgongsari. Selain mengelola wisata BUMDes Langgongsari juga mengelola unit air bersih dan panti pijat. Lengkap ya, usai keliling kebun untuk icip-icip durian, lalu manjakan dirimu dengan bersantai dan pijit.

Pengertian Agrowisata

Agrowisata berasal dari kata bahasa Inggris agrotourism, dimana agro berarti pertanian dan pariwisata berarti pariwisata. Jadi agrowisata merupakan perpaduan antara pariwisata dan pertanian.

Dalam kamus bahasa Indonesia, agrowisata diartikan sebagai wisata yang ditujukan untuk pertanian (perkebunan, kehutanan, dll).

Mengingat Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata, Menteri Pos dan Telekomunikasi No. 204/KPTS/HK/050/4/1989 dan KM No. 47/PW.DOW/MPPT/89 Tentang Koordinasi Pengembangan Agrowisata, Agrowisata didefinisikan sebagai: sebagai bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata, yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan bisnis-pertanian.

Agrowisata juga dapat diartikan sebagai upaya menciptakan produk wisata baru. Kegiatan agrowisata merupakan kegiatan pengembangan wisata yang berkaitan dengan kegiatan pedesaan dan pertanian untuk meningkatkan nilai tambah kegiatan pertanian dan kesejahteraan desa.

Manfaat Agrowisata

Agrowisata memiliki beberapa manfaat seperti:

  • Menambah nilai estetika dan keindahan alam
  • Memberikan nilai hiburan
  • Meningkatkan aktivitas ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan
  • mendapatkan manfaat ekonomi
  • Meningkatkan perlindungan lingkungan

 

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements

Tinggalkan komentar