Frame 2

Brosem Minuman Segar untuk Lebaran Idul Fitri 

Potensidesa.com – Tidak lengkap rasanya tanpa minuman pendamping di sela-sela kue-kue khas lebaran Idul Fitri. Minuman Brosem boleh dicoba.

Brosem merupakan minuman sari Apel yang berasal dari buah Apel segar yang ditanam di daerah dataran tinggi dan diproses secara hygienis dengan menggunakan mesin produksi.

Ir. Riyanto, lulusan salah satu perguruan tinggi swasta jurusan mesin teknologi industri di Malang sejak tahun 2004  dengan keinginannya yang kuat bisa membuat minuman dari bahan buah apel ini.

Brosem pada mulanya merupakan produksi ibu-ibu PKK yang melakukan pembinaan lingkungan mulai dari RT 01 hingga RT 05, di RW 10 kelurahan Sisir kota Batu. Produksinya terus dikembangkan dengan menggunakan mesin.

Riyanto menuturkan, “ cara pembuatanya,  buah apel diekstrak atau dicacah, dicuci lantas dimasak dan diambil sarinya, jenis apel yang digunakan adalah rome beauty saja dengan menggunakan kualitasnya yang paling bagus tentunya harga jual akan tinggi,” jelasnya.

“Bahan dasarnya adalah sari ekstrak apel, air, gula, karamel serta tambahan bahan pengawet, saat pandemik ini dalam 1 hari memproses sekitar 10-15 kilogram buah apel, sedangkan kapasitas mesin produksi mampu mencapai 2000 kardus minuman sari apel, dalam satu bulan rata-rata mencapai 40.000 kardus,” imbuhnya.

Menurut Riyanto, “untuk bisa bertahan lama sampai sekarang selalu menjaga kualitas produknya dan konsumen selalu menjadi prioritas pelayanannya, segala keluhan pasti saya respon dengan data, data produksi, data kualitas, jadi kalau ada komplain dari customer saya jawab supaya puas, agar mereka mengerti kesalahan ini karena ini-ini, dan datanya saya kasih.”katanya.

“Saya itu dari awal konsen membuat satu produk saja, coba saya maksimalkan sampai seberapa kuatnya produk kalau satu saja, dari awal itu pingin satu produk, satu kualias dan tetap sama, saya jaga mulai bahan baku, prosesnya, sampai kualitas produksi, ini semuanya pegawainya kebanyakan orang-orang sini,”imbuhnya.

Sampai dengan saat ini masih mengembangkan hanya satu produk saja dan tidak mengembangkan varian yang lainnya.

Riyanto menambahkan tahun kemarin terjadi penurunan hampir 70 persen, sedangkan saat ini mulai berkembang sehingga permintaan menjadi naik sampai stok kosong. Untuk mengantisipasi situasi yang belum terlalu stabil saat ini hanya memproduksi berdasarkan order saja sehingga 15 hari sebelum hari Raya sudah ditutup dikarenakan kapasitas mesin produksinya.

Produksinya sudah dipasarkan ke beberapa daerah di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kebumen, Balikpapan serta daerah lain di Indonesia.

(Hum/ar/red)

hello world!
magnifiercrosschevron-down