Budidaya Ikan Biofloc: Teknik dan Keuntungan

Budidaya Ikan Biofloc

Salam yang sopan untuk Sobat Desa. Budidaya ikan biofloc menjadi salah satu alternatif bagi para peternak ikan dalam memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. teknik budidaya ini tidak memerlukan air yang banyak, cocok untuk lahan yang terbatas serta menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas.

Latar belakang budidaya ikan biofloc adalah adanya masalah dalam budidaya ikan secara konvensional yang membutuhkan banyak air dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Dalam budidaya ikan biofloc, ikan dipelihara dalam bak atau kolam yang dicampur dengan kumpulan bakteri biofloc yang bermanfaat untuk membersihkan limbah ikan.

Proses pembuatan biofloc melibatkan pemberian makanan berprotein tinggi kepada ikan serta penggumpalan limbah ikan yang terbentuk dari sisa makanan. Bakteri akan memakan limbah ini, sehingga mampu mengurangi kelebihan nutrisi di dalam air serta membantu menjaga kualitas air dalam bak atau kolam.

Salah satu keuntungan dari budidaya ikan biofloc adalah lingkungan yang lebih bersih dan ikan yang telah sehat serta berkualitas tinggi. Kondisi ini tentunya akan memengaruhi permintaan pasar terhadap ikan hasil budidaya.

Dalam rangka meningkatkan produksi ikan yang berkualitas, budidaya ikan biofloc merupakan salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan oleh para peternak ikan. Selain efisien dalam penggunaan air, cara budidaya ini juga meminimalisasi kerusakan lingkungan sekitar.

Latar Belakang: Budidaya Ikan Biofloc

Ikan merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, budidaya ikan biofloc menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan oleh petani ikan di Indonesia. teknik budidaya ikan biofloc ini dicetuskan oleh Yoram Avnimelech dari Israel pada tahun 2005 dan telah banyak dilakukan di berbagai negara di seluruh dunia.

Teknik budidaya ikan biofloc menggunakan sistem pengolahan air yang menyebabkan terbentuknya koloni mikroba di dalam air. Koloni mikroba tersebut dapat mempercepat pemecahan limbah yang dihasilkan ikan dan mengubahnya menjadi nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. Selain itu, teknik ini juga diklaim dapat meningkatkan kualitas air dan mengurangi tingkat kepadatan ikan.

Salah satu kelebihan dari teknik budidaya ikan biofloc adalah dapat dilakukan di lahan yang terbatas dan tidak menggunakan air yang terlalu banyak. Dalam budidaya ikan konvensional, membutuhkan lahan yang luas dan air yang bersih dalam jumlah yang besar, sedangkan pada teknik biofloc, air yang digunakan cukup sedikit dan air kotor dari ikan yang dihasilkan dapat digunakan kembali.

Meskipun begitu, teknik budidaya ikan biofloc juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan utamanya adalah memerlukan biaya awal yang cukup besar untuk membangun sistem biofloc yang terpisah dengan kolam budidaya ikan lainnya.

Namun, dengan keuntungan dan manfaat yang ditawarkan, teknik budidaya ikan biofloc tetap menjadi pilihan yang menjanjikan bagi petani ikan di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan produksi ikan di tengah keterbatasan lahan dan air bersih, pengembangan teknik budidaya ikan biofloc perlu terus dilakukan dan ditingkatkan.

Budidaya Ikan Biofloc: Solusi Terbaru dalam Dunia Perikanan

Budidaya ikan biofloc kini menjadi metode yang populer di kalangan peternak ikan. Biofloc sendiri merupakan koloni bakteri yang bertumbuh di dalam air tambak dengan bantuan nutrisi yang berasal dari kotoran ikan, pakan ikan, dan limbah pertanian. Nutrisi-nutrisi tersebut juga memicu pertumbuhan plankton yang terbawa oleh air dan berperan sebagai sumber protein alami bagi ikan.

Proses budidaya ikan biofloc terbilang lebih mudah dibandingkan dengan metode budidaya ikan yang konvensional. Peternak ikan tidak perlu mengganti air secara teratur dan memberikan pakan buatan. Selain itu, sistem biofloc juga mampu menekan angka kematian ikan, karena bakteri pada biofloc mampu membunuh bakteri patogen yang membahayakan ikan.

Selain keuntungan-keuntungan di atas, budidaya ikan biofloc juga menghasilkan ikan dengan kualitas yang lebih baik. Ikan yang dipelihara dengan sistem biofloc cenderung lebih segar dan tahan lama, karena air tambak yang digunakan bersih dari bahan kimia berbahaya.

Meskipun demikian, sistem biofloc tidak serta merta tidak memiliki kekurangan. Sistem ini memerlukan modal awal yang cukup besar untuk membeli peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti bak fiber, aerator, dan bahan tambah yang membantu pertumbuhan bakteri. Selain itu, sistem biofloc juga membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan dan memelihara tambak.

Dalam keseluruhan prosesnya, budidaya ikan biofloc terbukti membawa banyak manfaat bagi para peternak ikan. Selain ramah lingkungan, sistem ini juga menghasilkan ikan yang lebih berkualitas dan memiliki potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan sistem konvensional.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Ikan Biofloc

Pendahuluan

Read more:

Budidaya ikan biofloc kini menjadi salah satu pilihan bagi para petani ikan. Metode budidaya ini lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dalam penggunaan air. Namun, hasil produksi dari budidaya ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Ikan Biofloc

1. Kualitas Air

Kualitas air merupakan faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ikan dan kesuksesan budidaya. Air yang mengandung banyak zat organik dan amonia akan mempengaruhi kualitas air dan menyebabkan kematian ikan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan sistem sirkulasi air dan pengolahan air yang baik dalam budidaya ikan biofloc.

2. Kepadatan Populasi Ikan

Kepadatan ikan dalam kolam juga memengaruhi hasil budidaya. Jika kepadatan ikan terlalu padat, maka akan mempengaruhi kualitas air dan mengurangi pertumbuhan ikan. Sebaliknya, jika kepadatan ikan terlalu rendah, maka kolam tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

3. Pemilihan Jenis Ikan

Jenis ikan yang dipilih juga mempengaruhi hasil dari budidaya ikan biofloc. Beberapa jenis ikan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan biofloc dan memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih baik.

4. Pakan Ikan

Kualitas pakan ikan juga memengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi ikan. Pemberian pakan yang tepat, baik dari segi kualitas dan kuantitas akan meningkatkan pertumbuhan ikan.

Dalam budidaya ikan biofloc, beberapa faktor seperti kualitas air, kepadatan populasi ikan, pemilihan jenis ikan, dan pakan ikan mempengaruhi hasil produksi ikan. Oleh karena itu, para petani ikan perlu memperhatikan faktor-faktor ini untuk meningkatkan produksi ikan dan keuntungan yang diperoleh.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc sedang menjadi tren di Indonesia karena lebih hemat biaya dan meminimalisir resiko infeksi virus atau bakteri pada ikan. Namun, untuk memulai budidaya ikan biofloc, diperlukan persiapan lahan atau wadah yang tepat.

Pertama, pastikan lokasi budidaya sudah jauh dari polusi dan sumber air yang jernih serta stabil. Air yang keruh dan berlangsung sangat cepat akan mempengaruhi kualitas air yang diperlukan dalam budidaya biofloc. Selain itu, luasnya lahan yang dibutuhkan juga harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan diternakkan.

Kedua, pemilihan wadah atau kolam sangat penting dalam budidaya ikan biofloc. Kolam yang direkomendasikan adalah kolam tanah, terpal atau polikarbonat. Kolam tanah lebih cocok untuk lingkungan yang memiliki lahan yang luas, sedangkan kolam terpal atau polikarbonat lebih cocok bagi lingkungan yang terbatas. Pemilihan wadah juga harus memperhatikan tingkat kebocoran, jenis material, ukuran dan bentuk.

Ketiga, jangan lupa mempersiapkan aerasi dan pencahayaan yang mencukupi. Pada budidaya ikan biofloc, aerasi sangat penting untuk mempertahankan oksigen dalam air dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Begitu pula dengan pencahayaan yang berperan dalam pertumbuhan fitoplankton yang menjadi sumber makanan ikan.

Terakhir, sebelum memasukkan bibit ikan ke dalam kolam, pastikan air sudah siap dan stabil. Untuk mempercepat pertumbuhan bakteri biofloc, sebaiknya tambahkan substrat seperti molase atau tepung beras ketan secukupnya. Setelah itu, baru masukkan bibit ikan dan pantau kondisi air secara berkala.

Dengan persiapan lahan atau wadah yang tepat dan pengelolaan yang baik, budidaya ikan biofloc akan menguntungkan bagi peternak ikan. Namun, agar berhasil, peternak perlu belajar terus menerus mengenai manajemen budidaya ikan biofloc.

Pemilihan Bibit atau Benih dalam Budidaya Ikan Biofloc

Benih atau bibit adalah faktor krusial dalam keberhasilan produksi ikan biofloc. Oleh karena itu, pemilihan bibit atau benih yang tepat sangat diperlukan agar dapat menghasilkan ikan yang baik dan berkualitas.

Dalam memilih bibit atau benih, pertama-tama harus memilih jenis ikan yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, harus dipertimbangkan juga sumber bibit atau benih yang digunakan. Memilih sumber bibit atau benih yang terpercaya dan sudah teruji kualitasnya akan memberikan hasil yang lebih baik.

Setelah memilih sumber bibit atau benih, selanjutnya adalah memilih bibit atau benih yang memiliki karakteristik yang diinginkan. Bibit atau benih harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, seperti ukuran yang seragam, tidak cacat fisik, bebas dari penyakit, dan memiliki pertumbuhan yang baik.

Pemilihan bibit atau benih juga harus disesuaikan dengan sistem budidaya yang digunakan. Misalnya, jika menggunakan sistem biofloc yang mengandalkan bakteri, maka bibit atau benih yang digunakan harus memiliki kemampuan makan pakan non-hidup, sehingga dapat mengoptimalkan ketersediaan pakan di dalam kolam.

Dalam budidaya ikan biofloc, pemilihan bibit atau benih yang tepat dapat memberikan hasil yang lebih baik dan efisien. Oleh karena itu, pemilihan bibit atau benih harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mencapai hasil yang optimal.

Pembibitan atau Penyemaian Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc saat ini semakin populer di Indonesia. Salah satu tahap penting dalam budidaya ikan biofloc adalah pembibitan atau penyemaian. Pembibitan ikan biofloc dapat dilakukan secara alami dengan memanfaatkan air kolam atau akuarium dan bahan organik. Metode penyemaian dengan menggunakan bioflok pond juga dapat menjadi opsi.

Tahap pembibitan atau penyemaian sangat penting, karena tahapan ini menentukan sampai saat panen nanti. Tahap awal pembibitan atau penyemaian, ikan biofloc membutuhkan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme di dalam air untuk menjadi bakteri dan mempercepat pertumbuhan biofloc. Bahan organik yang diperlukan dapat berasal dari dedaunan atau limbah pertanian. Faktor suhu, pH, keasaman, dan oksigen dalam air juga perlu diperhatikan dengan baik.

Setelah beberapa minggu, bibit ikan biofloc sudah siap untuk dipindahkan ke kolam budidaya. Pindah bibit ikan ini harus dilakukan dengan perlahan agar ikan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pemilihan bibit yang tepat, pemberian pakan yang baik dan pengawasan secara rutin selama beberapa minggu akan memastikan ikan tumbuh dengan baik.

Dengan pembibitan atau penyemaian yang baik, pertumbuhan ikan biofloc dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang lebih baik. Proses ini membutuhkan ketelatenan dan perhatian yang terus menerus. Oleh karena itu, sebagai peternak ikan biofloc harus pandai dalam merawat ikan mulai dari tahap pembibitan hingga panen agar memiliki produktivitas yang baik.

Dengan demikian, pembibitan atau penyemaian ikan biofloc merupakan tahap awal yang sangat penting dalam budidaya ikan biofloc. Diperlukan perhatian yang baik dalam hal suhu, pH, keasaman, dan oksigen dalam air serta pemilihan bibit yang tepat sehingga akan memastikan pertumbuhan yang optimal serta menjamin kesuksesan dalam budidaya ikan biofloc.

Perawatan: Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc adalah salah satu metode pembibitan dan pemeliharaan ikan yang semakin populer di Indonesia. Metode ini menggunakan teknologi yang dapat mempertahankan biomassa secara efektif sehingga lingkungan air tetap stabil dan ikan dapat tumbuh optimal. Namun, perawatan yang tepat dan teratur masih diperlukan untuk memastikan hasil yang maksimal.

Pertama, penting untuk menjaga kualitas air pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Ini termasuk mengukur suhu, pH, kadar oksigen, dan level amonia secara teratur. Jika kualitas air tidak sesuai, perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan penggantian air atau penambahan biota untuk menjaga keseimbangan.

Selain itu, nutrisi yang cukup dan tepat juga diperlukan bagi ikan biofloc. Pemberian pakan harus dilakukan sesuai dengan jenis ikan dan tahap pertumbuhannya. Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya polusi air dan menyebabkan munculnya penyakit pada ikan.

Perawatan ikan biofloc juga memerlukan sistem pengendalian hama dan penyakit yang baik. Infeksi pada ikan dapat mempengaruhi pertumbuhannya dan mengurangi produktivitas seluruh populasi. Pengobatan yang tepat harus diberikan jika terjadi gejala penyakit atau hama pada ikan.

Terakhir, menjaga kebersihan lingkungan dan sistem biofloc menjadi bagian penting dalam perawatan budidaya ikan biofloc. Membersihkan sistem secara rutin dan membuang kotoran serta sisa makanan bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang tidak diinginkan.

Dalam kesimpulannya, perawatan yang tepat dan teratur merupakan faktor kunci keberhasilan dalam budidaya ikan biofloc. Dengan menjaga kualitas air, memberikan nutrisi yang tepat, mengendalikan hama dan penyakit, serta menjaga kebersihan lingkungan; diharapkan hasil yang dihasilkan akan optimal dan memuaskan.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc menjadi semakin populer di Indonesia. Sistem ini memanfaatkan kolam terus-menerus untuk menjaga kestabilan kualitas air dan pertumbuhan ikan. Meskipun metode ini bisa meningkatkan produktivitas, namun sering kali juga berisiko menimbulkan hama dan penyakit.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi hama dan penyakit pada budidaya ikan biofloc. Pertama, menjaga kebersihan air secara teratur dengan menciptakan sistem filtrasi yang baik. Kedua, menerapkan prinsip biosecurity seperti mendisinfeksi alat, menjaga interaksi dengan kolam lain, dan mengontrol populasi predator di sekitar kolam.

Selain itu, memantau kondisi ikan secara cermat juga diperlukan untuk menangani infeksi sejak dini. Beberapa gejala seperti perubahan warna, penurunan nafsu makan, dan perubahan perilaku bisa menjadi tanda-tanda adanya penyakit. Jika sudah terjadi, segera lakukan penanganan seperti memberikan obat-obatan atau merendam ikan dalam air garam.

Menerapkan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan biofloc memang memerlukan waktu dan tenaga ekstra dari petani ikan. Namun, dengan menjaga kebersihan air dan kesehatan ikan, produktivitas bisa meningkat dan hasil panen menjadi lebih baik. Selain itu, menerapkan sistem budidaya ikan biofloc juga dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Hasil Panen dan Pascapanen: Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena efektivitas dalam pengelolaan air dan pemberian pakan. Biofloc adalah mikroorganisme yang hidup dalam air dan bermanfaat untuk mengolah limbah ikan menjadi nutrisi tambahan untuk ikan. Proses ini disebut dengan nitrifikasi dan dilakukan dalam bak atau kolam khusus yang disebut dengan biofloc reactor.

Hasil panen ikan biofloc sangat tergantung pada beberapa faktor seperti kualitas air, jenis ikan yang dipelihara, dan pemberian pakan yang cukup. Ikan nila dan bandeng merupakan jenis ikan yang sering dipelihara dalam sistem biofloc dan mampu menghasilkan panen yang cukup besar.

Sedangkan pada proses pascapanen, ikan biofloc diolah menjadi produk olahan seperti ikan asin, abon, atau bakso ikan. Dalam proses ini, diperlukan beberapa teknik pengolahan seperti pemotongan ikan, penghilangan duri, dan pengeringan. Produk olahan ikan biofloc memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran karena kualitas ikan yang dihasilkan cukup baik.

Secara keseluruhan, budidaya ikan biofloc sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bisnis yang menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil panen ikan biofloc dapat mencapai jumlah yang menguntungkan dan produk olahan ikan biofloc dapat memberi nilai tambah pada bisnis tersebut.

Keuntungan dan Manfaat dari Budidaya Ikan Biofloc

Apa itu Budidaya Ikan Biofloc?

Budidaya Ikan Biofloc adalah suatu sistem budidaya ikan yang bertumpu pada keberadaan mikroorganisme dari limbah organik dan pakannya sendiri sebagai sumber protein, sedangkan air diperiksakan senantiasa dalam keadaan yang terjaga kualitasnya. Sistem ini sudah berkembang di beberapa negara dan terbukti berhasil sebagai alternatif dalam pengelolaan air dan sumber protein.

Keuntungan dari Budidaya Ikan Biofloc

Manfaat utama dari sistem budidaya ikan biofloc adalah dari segi keberlanjutan dan ekonomi. Pertama, ikan yang hidup dalam sistem biofloc mampu tumbuh lebih cepat dan lebih sehat karena adanya tingkat kepadatan yang setabil, perairan yang terpelihara bersih, air yang terus tergantikan dan nutrisi yang terjaga baik. Kedua, dengan adanya sistem biofloc, ketersediaan pangan terjamin karena budidaya ini dapat dilakukan dimanapun dengan biaya yang rendah. Sistem ini juga dapat menghasilkan produk ikan yang rasa dan kualitasnya lebih baik dari budidaya tradisional, karena ikan terbebas dari masalah penyakit.

Manfaat dari Budidaya Ikan Biofloc

Manfaat utama dari biofloc adalah dapat menekan limbah organik dalam budidaya ikan. Teknologi ini juga efektif dalam mengolah limbah organik. Keberadaan bioflokulator pada sistem biofloc dapat membantu ikan dalam mengolah urea dan ammonia dalam air limbah ikan, sehingga menciptakan ekosistem yang sehat dan aman bagi lingkungan. Manfaat dari Budidaya Ikan Biofloc bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas budidaya.

Kesimpulan

Budidaya Ikan Biofloc menawarkan banyak keuntungan dan manfaat. Selain sebagai sumber protein yang murah dan dapat diperoleh dimana saja, budidaya ikan biofloc juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan air dan menjaga keberlangsungan lingkungan. Dengan adanya sistem ini, perikanan dapat terus berkembang dengan menghasilkan produk yang bermutu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Ikan Biofloc

Budidaya ikan biofloc menjadi semakin populer di kalangan peternak ikan karena teknologi pengolahan air yang ramah lingkungan dan menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi. Namun demikian, ada beberapa tantangan dan kekurangan dalam budidaya ikan biofloc yang perlu diperhatikan.

Salah satu tantangan dalam budidaya ikan biofloc adalah kebutuhan akan keahlian dan kemampuan teknis yang tinggi. Sistem biofloc mengharuskan peternak untuk memahami kondisi air yang kompleks dan melakukan pengukuran secara teratur untuk menjaga kualitas air yang optimal untuk pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, peternak harus memiliki pemahaman yang baik tentang biologi ikan dan pengelolaan air.

Selain itu, biaya awal untuk membangun instalasi biofloc juga dapat menjadi kendala bagi peternak yang ingin memulai usaha budidaya ikan biofloc. Pembangunan sistem biofloc seperti kolam dan sistem filter membutuhkan jumlah investasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan teknologi budidaya ikan yang lebih tradisional.

Kendala lain dalam budidaya ikan biofloc adalah risiko terjadinya penyakit ikan. Kelebihan nutrisi dalam sistem biofloc dapat memicu pertumbuhan bakteri patogen dan virus yang dapat menyebabkan kematian massal ikan. Oleh karena itu, para peternak harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan ikan dengan cepat dan tepat.

Meskipun demikian, budidaya ikan biofloc tetap menjadi pilihan yang menarik bagi peternak ikan yang ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan mereka. Dengan pemahaman yang baik tentang tantangan dan kekurangan dalam sistem biofloc, peternak dapat memperoleh manfaat yang signifikan dalam jangka panjang.

Budidaya Ikan Biofloc: Inovasi Terbaru dalam Perikanan!

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat, budidaya ikan biofloc menjadi inovasi terbaru di dunia perikanan. Teknik budidaya ikan ini tidak memerlukan banyak air dan penggunaan pakan sintetis yang mahal. Biofloc adalah teknologi yang diciptakan untuk menghadapi masalah keterbatasan air pada budidaya ikan tradisional.

Teknik biofloc memanfaatkan bakteri sebagai sumber protein alami bagi ikan. Bakteri tersebut hidup di dalam air dan mampu mengubah limbah ikan menjadi makanan. Dengan teknik budidaya ikan biofloc, tidak hanya dapat menghemat biaya, namun juga mampu meningkatkan produktivitas ikan.

Budidaya ikan biofloc kini semakin populer di Indonesia. Sudah banyak petani ikan yang beralih ke teknik ini karena dianggap lebih praktis dan efisien. Bahkan, budidaya ikan biofloc juga dapat dilakukan di daerah dengan curah hujan yang rendah.

Nah, jangan ketinggalan untuk mencoba teknik budidaya ikan biofloc. Anda bisa memulai dengan modal yang kecil dan menghasilkan ikan yang berkualitas. Dengan budidaya ikan biofloc, Anda juga telah berpartisipasi dalam memperbaiki lingkungan dengan mengurangi limbah ikan dan penggunaan air yang berlebihan.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera mencoba budidaya ikan biofloc dan rasakan manfaatnya!

Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada orang lain agar dapat bermanfaat bagi banyak orang.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements