Budidaya Kayu Eboni: Panduan Lengkap dan Praktis

budidaya kayu eboni

Budidaya Kayu Eboni

Salam hangat untuk Sobat Desa, kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah kayu eboni. Kayu ini mempunyai warna hitam tua yang indah dan sering digunakan untuk barang-barang berharga seperti ukiran, furnitur, maupun atau alat musik. Oleh karena itu, budidaya kayu eboni dikembangkan untuk menjaga kelestarian tanaman ini sekaligus menjadi alternatif penghasilan bagi petani dan masyarakat.

Budidaya kayu eboni membutuhkan keahlian khusus dan perawatan yang baik agar dapat tumbuh dengan optimal. Pilihan bibit yang tepat, pemupukan, pengairan yang cukup, dan penyiangan merupakan kunci sukses dalam budidaya kayu eboni. Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, dan serangan hama juga mempengaruhi pertumbuhan pohon kayu eboni. Jika semua faktor ini terpenuhi, kayu eboni mampu tumbuh hingga mencapai diameter lebih dari 30 cm dan tinggi hingga mencapai 20 meter, yang akan memberikan hasil yang optimal dan berkualitas baik.

Pengembangan budidaya kayu eboni memiliki manfaat tidak hanya untuk petani atau masyarakat sekitar, tetapi juga untuk pelestarian lingkungan. Tanaman kayu eboni mampu mengurangi jumlah karbon dioksida (CO2) di udara dan meningkatkan oksigen (O2) sehingga baik untuk lingkungan sekitar. Selain itu, dengan adanya budidaya kayu eboni maka potensi pengambilan dari hutan alami dapat dikurangi, yang berarti dapat membantu menjaga kelestarian hutan kita.

Demikianlah sedikit informasi tentang budidaya kayu eboni yang dapat saya bagikan untuk Sobat Desa. Ayo kita dukung budidaya ini dan jaga kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Penjelasan Tentang Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni adalah jenis kayu yang memiliki harga jual yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan kayu eboni sangat cantik dengan warna yang khas serta memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, budidaya kayu eboni menjadi pilihan yang menjanjikan bagi para pengusaha kehutanan.

Proses budidaya kayu eboni dimulai dengan memilih bibit yang baik dan sehat. Pemilihan bibit yang baik akan memberikan hasil yang maksimal dan kualitas kayu yang terbaik. Setelah memilih bibit yang baik, bibit tersebut ditanam di lahan yang telah disiapkan.

Perawatan yang tepat sangat penting untuk menjamin pertumbuhan yang optimal pada tanaman kayu eboni. Selama masa pertumbuhan, tanaman memerlukan air dan nutrisi yang cukup serta perawatan yang intensif untuk menghindari serangan hama dan penyakit.

Pada umur 7-10 tahun, kayu eboni sudah siap untuk dipanen. Kayu eboni yang dipanen memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga menjadi pilihan yang menarik bagi para pengusaha kayu. Namun, dalam proses pemanenan, harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kualitas kayu.

Budidaya kayu eboni menjadi pilihan yang menjanjikan bagi para pengusaha kehutanan. Dengan perawatan yang tepat, kayu eboni dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang maksimal. Penghasilan dari budidaya kayu eboni dapat menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni dikenal sebagai jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kegunaannya di berbagai sektor, seperti industri furnitur dan konstruksi. Saat ini, budidaya kayu eboni semakin banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun, berhasilnya budidaya kayu eboni dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi hasil budidaya kayu eboni.

Kualitas Bibit

Kualitas bibit kayu eboni sangat penting dalam mempengaruhi hasil budidaya. Ketika memilih bibit kayu eboni, pastikan bibit tersebut berasal dari pohon induk yang sehat dan memiliki kualitas baik. Selain itu, pilih bibit yang memiliki tinggi seragam serta memiliki akar yang baik.

Teknik Budidaya

Teknik budidaya juga mempengaruhi hasil budidaya kayu eboni. Sebagai contoh, pengaturan jarak tanam yang tepat dan pemeliharaan tanaman yang baik akan memberikan hasil yang lebih baik daripada teknik budidaya yang kurang baik. Hal ini juga termasuk pemilihan bahan pupuk dan pengelolaan hama dan penyakit.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil budidaya kayu eboni. Beberapa faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban udara dan curah hujan perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya. Pemilihan lokasi yang tepat dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan tanaman kayu eboni.

Dalam melakukan budidaya kayu eboni, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Kualitas bibit, teknik budidaya dan faktor lingkungan perlu diperhatikan dengan serius agar budidaya kayu eboni berhasil dan memberikan hasil yang optimal.

Read more:

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Kayu Eboni

Budidaya kayu Eboni menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan usaha hutan tanaman yang cukup menjanjikan. Kayu Eboni memiliki harga yang tinggi dan banyak diminati oleh konsumen. Namun, sebelum melakukan budidaya kayu Eboni, harus dipersiapkan terlebih dahulu wadah atau lahan yang akan digunakan.

Pertama, harus dilakukan pemilihan lokasi yang tepat. Kayu Eboni membutuhkan tanah yang subur, cukup banyak sinar matahari dan drainase air yang baik. Bila ingin melakukannya di lahan kering, maka harus banyak memberikan air pada bibit kayu yang ditanam.

Kedua, persiapkan bibit kayu Eboni yang berkualitas. Bibit kayu Eboni bisa didapatkan dari bibit yang ditanam atau diperoleh dari penjual bibit kayu Eboni. Pastikan bibit yang diambil memilki kualitas baik dan bebas dari penyakit.

Ketiga, persiapan lahan dengan membuat bedengan terlebih dahulu. Bedengan di buat dengan menggali tanah sekitar 30 cm kedalaman, lalu digantikan dengan kandang sapi yang telah diuraikan dengan pupuk kandang sebanyak 5 kg/m2.

Keempat, berikan jarak tanam yang cukup antar bibit kayu Eboni. Jarak tanam ini akan berpengaruh dengan pertumbuhan dan perkembangan pohon kayu Eboni. Disarankan memberi jarak tanam minimal 7 meter x 7 meter antar bibit.

Kelima, jangan lupa melakukan pemeliharaan pada bibit kayu Eboni dan lahan, seperti penyiraman, pemupukan dan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar area budidaya kayu Eboni.

Dengan melakukan persiapan lahan atau wadah yang baik dan benar, maka budidaya kayu Eboni dapat berhasil dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.

Pemilihan Bibit atau Benih: Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni merupakan kayu yang memiliki banyak kegunaan di bidang industri meubel dan bahan bangunan. Maka tak heran jika permintaan akan kayu eboni semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, agar budidaya kayu eboni dapat berjalan secara optimal, pemilihan bibit atau benih yang baik dan berkualitas sangatlah penting.

Untuk memilih bibit atau benih kayu eboni yang baik dan berkualitas, kita perlu memperhatikan beberapa faktor. Pertama, pilih bibit atau benih yang berasal dari pohon kayu eboni yang berkualitas baik. Pastikan bahwa pohon asal bibit atau benih tersebut sudah berusia minimal 15 tahun dan memiliki batang yang tegak serta sesuai dengan jenis kayu yang diinginkan.

Selain itu, pemilihan bibit atau benih juga dapat dilihat dari kondisi bagian akar dan batangnya. Pilih bibit atau benih yang memiliki akar dan batang yang sehat serta tidak memiliki kerusaka
n. Kondisi fisik bibit atau benih juga harus diperhatikan, pastikan tidak ada bagian yang membusuk atau terlihat layu.

Pemilihan bibit atau benih yang baik juga dapat dilihat dari proses pembibitan atau penyemaian yang dilakukan. Pastikan proses tersebut telah dilakukan dengan baik dan benar agar bibit atau benih dapat tumbuh dengan baik di lahan yang telah disediakan.

Dengan memilih bibit atau benih kayu eboni yang baik dan berkualitas, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dalam budidaya kayu eboni. Selain itu, pemilihan bibit atau benih juga akan mempengaruhi kualitas kayu eboni yang dihasilkan pada masa yang akan datang.

Dalam budidaya kayu eboni, pemilihan bibit atau benih merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan agar budidaya tersebut dapat sukses dan memberikan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih bibit atau benih kayu eboni yang berkualitas dan terpercaya agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan.

Pembibitan dan Penyemaian: Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni merupakan salah satu jenis kayu yang memiliki kualitas tinggi dan nilai jual yang baik. Namun, keberadaannya yang semakin langka membuat budidaya kayu eboni semakin dilirik oleh para petani. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kayu eboni adalah pembibitan atau penyemaian. Di sini, kami akan menjelaskan bagaimana cara melakukan pembibitan atau penyemaian kayu eboni dengan baik dan benar.

Sebelum melakukan pembibitan atau penyemaian, pastikan benih kayu eboni yang akan digunakan berasal dari pohon yang sehat dan berkualitas. Setelah itu, persiapkan tempat penyemaian dengan baik. Jangan lupa untuk membersihkan lahan dari gulma dan rumput-rumput liar yang tumbuh. Kemudian, siapkan bibit kayu eboni dan campuran tanah dengan perbandingan 1:1.

Langkah selanjutnya adalah membuat lubang-lubang kecil di dalam wadah yang telah disiapkan. Selanjutnya, masukkan bubuk arang dan kapur pada setiap lubang kecil tersebut. Setelah itu, masukkan campuran tanah dan bibit kayu eboni ke dalam lubang kecil tadi. Jangan tanam bibit terlalu dalam atau terlalu dangkal.

Setelah penanaman, jangan lupa untuk memberikan air secukupnya. Jangan terlalu banyak karena akan membuat tanah menjadi terlalu basah dan sulit untuk ditanami. Nutrisi tambahan seperti pupuk juga dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi bibit kayu eboni.

Ketika bibit kayu eboni telah cukup besar, biasanya dalam waktu 2-3 bulan, maka bibit sudah bisa dipindahkan ke tempat yang lebih luas. Pemindahan ini bertujuan untuk memperluas ruang bagi bibit untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam melakukan pembibitan dan penyemaian kayu eboni, dibutuhkan ketelatenan dan keterampilan agar bibit kayu dapat tumbuh dengan baik. Dengan langkah-langkah yang benar, diharapkan hasil budidaya kayu eboni dapat menjadi lebih baik dan memberikan manfaat bagi para petani.

Perawatan: Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni (Diospyros celebica Bakh.) menjadi salah satu jenis kayu tropis yang mempunyai harga jual yang tinggi di pasaran. Untuk itu, para petani kayu seringkali memilih budidaya kayu eboni untuk dijadikan sumber pendapatan mereka. Namun, seperti halnya tanaman lainnya, perawatan yang baik adalah kunci keberhasilan dalam budidaya kayu eboni.

Pertama, pastikan bibit yang digunakan untuk penanaman berasal dari jenis yang berkualitas. Bibit yang baik akan menjadikan tanaman lebih tahan terhadap berbagai jenis penyakit dan hama serta dapat memaksimalkan pertumbuhannya. Setelah itu, terapkan metode penanaman yang tepat dan sesuai dengan kondisi lahan yang tersedia.

Selanjutnya, dalam proses perawatan, pastikan untuk memberikan pupuk secara rutin dan teratur. Pupuk yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kayu eboni. Sehingga, dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas kayu yang dihasilkan.

Selain itu, pastikan juga untuk melakukan pemangkasan pada tanaman kayu eboni. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk bentuk pohon sesuai dengan kebutuhan dan juga untuk memperbaiki kualitas kayu yang dihasilkan. Kegiatan pemangkasan ini harus dilakukan secara hati-hati dan teratur.

Terakhir, pastikan untuk melindungi tanaman kayu eboni dari berbagai jenis hama dan penyakit. Salah satu cara melindungi tanaman ini adalah dengan menggunakan teknik pengendalian hama dan penyakit secara teratur, seperti penggunaan insektisida dan fungisida.

Dalam perawatan budidaya kayu eboni, diperlukan ketelatenan dan konsistensi dalam menjalankannya. Pastikan untuk melakukan perawatan secara teratur sehingga menghasilkan kayu eboni yang berkualitas dan maksimal.

Pengendalian Hama dan Penyakit dalam Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni (Diospyros celebica Bakh) telah lama digunakan sebagai bahan baku mebel, panel lantai, pintu, dan jendela. Hal ini karena kayu eboni memiliki nilai ekonomi tinggi dan tahan lama. Namun budidaya kayu eboni juga memiliki risiko dalam hal serangan hama dan penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas kayu. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit sangat penting untuk memperoleh hasil yang optimal dari budidaya kayu eboni.

Salah satu cara pengendalian hama adalah dengan melakukan sanitasi secara teratur dengan membuang sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Selain itu, kita juga dapat melakukan pengamatan terhadap serangan hama yang dapat menyebabkan kerusakan pada pohon kayu eboni, seperti ulat daun, kumbang, dan belalang. Jika ditemukan serangan maka sebaiknya bekas sisa tanaman segera dibuang dan diberikan pupuk organik yang mengandung mikroorganisme untuk menyuburkan tanaman.

Sedangkan dalam penyakit, kita dapat melakukan penangan terhadap jamur yang sering menyerang pada kayu eboni, seperti jamur Armillaria dan Fusarium oxysporum. Penanganan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat anti-jamur pada tanaman yang terinfeksi. Selain itu, kita juga dapat meminimalkan risiko serangan jamur dengan melakukan pengelolaan tanah dan pemupukan yang baik.

Budidaya kayu eboni juga memerlukan perawatan teratur dalam pemberian air dan nutrisi yang seimbang. Kadar air yang berlebihan pada tanah dapat memicu berkembangnya hama dan penyakit pada tanaman kayu eboni. Oleh karena itu, pengaturan irigasi yang tepat sangat penting untuk mempertahankan tanaman kayu eboni tetap sehat dan produktif.

Secara keseluruhan, pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kayu eboni dapat dilakukan melalui beberapa tahapan seperti sanitasi, pengamatan, pemberian pupuk yang tepat, pemupukan, pengaturan irigasi, dan pemberian obat anti-jamur. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang optimal dan meningkatkan produksi kayu eboni untuk menjawab permintaan pasar yang semakin meningkat.

Hasil panen dan pascapanen: budidaya kayu eboni

Kayu eboni termasuk ke dalam jenis kayu yang memiliki kualitas tinggi dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembuatan furnitur, seni ukir, dan kendaraan laut. Dalam budidaya kayu eboni, hasil panen dan pascapanen memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan usaha.

Hasil panen kayu eboni biasanya dilakukan pada umur kayu yang sudah mencapai 25-30 tahun. Namun, beberapa petani kayu eboni juga melakukan pemanenan kayu yang lebih muda yaitu pada umur 15-20 tahun. Hal ini dilakukan karena harga jual kayu eboni yang cukup tinggi, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan lebih cepat. Dalam hasil panen kayu eboni, petani akan memanen batang kayu yang memiliki diameter minimal 40 cm.

Setelah panen dilakukan, tahap selanjutnya adalah pascapanen. Pascapanen memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas kayu eboni yang dihasilkan. Kayu eboni yang tidak dijaga dengan baik pada tahap ini, akan mudah rusak dan harga jualnya pun menurun. Pascapanen dilakukan dengan cara memotong cabang-cabang kecil dari batang kayu dan membersihkannya dari lumut dan kerikil yang menempel. Selanjutnya, kayu eboni akan dikeringkan dan diolah sesuai kebutuhan.

Budidaya kayu eboni memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan perawatan yang intensif. Namun, hasil panen dan pascapanen yang baik akan memberikan hasil yan
g memuaskan bagi petani. Selain itu, kayu eboni yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjadi primadona di pasar kayu. Oleh karena itu, budidaya kayu eboni bisa menjadi salah satu alternatif usaha yang menjanjikan bagi petani di Indonesia.

Dalam kesimpulan, hasil panen dan pascapanen merupakan tahap penting dalam budidaya kayu eboni. Petani harus memperhatikan kualitas dan kondisi kayu eboni yang dihasilkan, agar bisa mendapatkan harga jual yang baik. Dengan perawatan yang tepat, kayu eboni bisa menjadi salah satu jenis kayu yang menjanjikan dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Keuntungan dan Manfaat dari Budidaya Kayu Eboni

Kayu eboni adalah salah satu jenis kayu yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Hal ini menjadikan budidaya kayu eboni sebagai bisnis yang menjanjikan. Selain itu, kemampuan kayu eboni yang tahan terhadap serangan hama dan kelembaban membuatnya diminati di berbagai sektor industri. Berikut adalah keuntungan dan manfaat dari budidaya kayu eboni:

Meningkatkan Pendapatan

Budidaya kayu eboni bisa menjadi sumber penghasilan tambahan atau bahkan menjadi bisnis utama bagi masyarakat. Kayu eboni yang dihasilkan bisa dijual ke pengusaha berbagai sektor, seperti produksi furnitur, konstruksi, dan kerajinan. Dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk budidaya kayu eboni, maka masyarakat bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui budidaya kayu eboni, maka secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Sehingga, budidaya kayu eboni bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Mempertahankan Lingkungan

Budidaya kayu eboni juga bisa membantu dalam mempertahankan lingkungan. Kayu eboni bisa ditanam di lahan yang tidak produktif dan mengurangi penebangan pohon liar serta mengurangi tekanan pada hutan alam. Selain itu, penggunaan kayu eboni dalam berbagai industri dapat mengurangi penggunaan kayu dari hutan yang tidak terkelola dengan baik.

Meningkatkan Kualitas Kayu

Budidaya kayu eboni dapat menghasilkan kayu dengan kualitas yang baik. Dalam budidaya, kayu dilindungi dari gangguan hama dan penyakit serta diberikan perlakuan khusus agar mudah tumbuh dan mature. Hal ini akan menghasilkan kayu eboni yang memiliki kualitas lebih baik dan dihargai di pasaran.

Secara keseluruhan, budidaya kayu eboni memiliki potensi untuk membawa keuntungan dan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan industri. Oleh karena itu, budidaya kayu eboni perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat untuk pengembangan lebih lanjut.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Kayu Eboni

Tantangan

Budidaya kayu eboni merupakan usaha yang menjanjikan karena kayu eboni memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam proses budidayanya. Salah satunya adalah ketersediaan benih yang berkualitas. Benih yang berasal dari alam seringkali mengandung hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Selain itu, budidaya kayu eboni juga membutuhkan perawatan yang intensif karena tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kurang subur.

Kekurangan

Meskipun kayu eboni memiliki nilai ekonomi yang tinggi, proses budidayanya memiliki beberapa kekurangan. Pertama, membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan kayu yang berkualitas. Tanaman kayu eboni dapat memakan waktu hingga 25 tahun untuk mencapai kematangan sehingga membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam membudidayakan tanaman ini. Kedua, proses budidaya kayu eboni sangat memerlukan biaya yang besar. Tanaman ini membutuhkan perawatan khusus dan harus ditanam di lahan yang luas. Selain itu, kebutuhan air dan pupuk tanaman kayu eboni juga tinggi.

Tantangan dan Kekurangan dalam Pemasaran

Selain tantangan dan kekurangan dalam proses budidaya, pemasaran kayu eboni juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah persaingan yang ketat dari produk kayu asing yang banyak menguasai pasar. Selain itu, maraknya illegal logging dan peredaran kayu ilegal juga menjadi masalah serius yang harus ditangani. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah ini sangatlah penting untuk menjaga kelestarian kayu eboni.

Secara keseluruhan, budidaya kayu eboni memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diatasi. Namun, dengan pengelolaan yang baik dan bimbingan yang intensif, budidaya kayu eboni dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat.

Budidaya Kayu Eboni: Potensi yang Menjanjikan

Kayu eboni dikenal dengan kualitasnya yang sangat baik. Kekuatan, keindahan, dan ketahanannya membuat kayu ini menjadi pilihan favorit di berbagai industri. Tidak heran jika budidaya kayu eboni terus menunjukkan potensinya yang menjanjikan.

Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari budidaya kayu eboni. Selain nilai jualnya yang tinggi, kayu eboni juga tahan terhadap serangan hama dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca yang ekstrem. Bagi para petani kayu, budidaya kayu eboni bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dengan waktu panen yang relatif cepat.

Bertani kayu eboni memerlukan usaha dan perawatan yang tak kalah kerja keras dengan tanaman lainnya. Namun, hasil yang didapat setara dengan jerih payah yang dihasilkan. Selain itu, budidaya kayu eboni juga baik untuk lingkungan karena dapat membantu mengatasi kerusakan hutan dan mereduksi dampak perubahan iklim.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari bergabung dengan para petani kayu untuk mengembangkan budidaya kayu eboni. Dukung bisnis lokal dan ajak orang lain untuk turut serta dalam menyediakan kayu berkualitas untuk keperluan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sampai jumpa di tetangga kita yang mengembangkan bisnis kayu Eboni.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements