Budidaya Keladi Beneng: Informasi dan Tips Terbaru

budidaya keladi beneng

Budidaya Keladi Beneng: Mengenal Lebih Dekat Tanaman yang Kaya Manfaat

Sobat Desa, pernahkah Anda mendengar tentang budidaya keladi beneng? Tumbuhan ini merupakan jenis keladi yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Keladi beneng dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan, keladi beneng sering diolah menjadi berbagai makanan dan minuman yang lezat.

Sebutan keladi beneng sendiri berasal dari nama desa di Kebumen, Jawa Tengah, tempat keladi ini pertama kali dikembangkan oleh petani lokal. Kini, budidaya keladi beneng semakin berkembang dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

Keladi beneng tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi. Tanaman ini dapat ditanam di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah liat, tanah pasir, hingga tanah berbatu. Waktu yang tepat untuk menanam keladi beneng adalah pada musim hujan atau awal musim kemarau.

Selain digunakan sebagai bahan pangan, keladi beneng juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan tradisional. Daun keladi beneng diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, umbi keladi beneng juga mengandung zat besi, magnesium, dan kalsium yang sangat baik untuk kesehatan tulang dan darah.

Demikianlah sedikit informasi tentang budidaya keladi beneng, tanaman yang kaya manfaat bagi kesehatan dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sobat Desa yang sedang tertarik untuk mengembangkan budidaya keladi beneng di wilayahnya.

Latar Belakang: Budidaya Keladi Beneng

Keladi beneng adalah jenis umbi-umbian yang tersebar luas di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta dan biasa ditanam sebagai sayuran yang sering digunakan dalam berbagai olahan kuliner tradisional. Beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa dan Bali, telah mengembangkan budidaya keladi beneng selama berabad-abad.

Budidaya keladi beneng membutuhkan tanah yang subur dan lembap dengan sinar matahari yang cukup. Hal ini membuat budidaya keladi beneng meluas di daerah yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Selain itu, keladi beneng juga memiliki tingkat produktivitas yang tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan finansial bagi petani.

Selain ditanam sebagai sumber makanan, keladi beneng juga memiliki potensi sebagai bahan baku industri pangan. Umbi keladi beneng dapat diolah menjadi tepung keladi yang banyak digunakan sebagai bahan utama dalam pemangkasan makanan tradisional Indonesia seperti singkong goreng atau pepes ikan. Potensi ini menjadikan budidaya keladi beneng sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan.

Dalam budidaya keladi beneng, petani harus memperhatikan faktor penting seperti pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, dan pengendalian hama dan penyakit yang terjadi pada tanaman keladi beneng. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya keladi beneng dapat menjadi ladang penghasilan yang menguntungkan.

Oleh karena itu, budidaya keladi beneng memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia dan sebagai alternatif bisnis bagi petani di negara ini. Dengan demikian, penting bagi para petani untuk terus mengembangkan budidaya keladi beneng dengan teknik yang modern dan berkelanjutan.

Penjelasan tentang Budidaya Keladi Beneng

Keladi beneng atau yang juga dikenal sebagai yam (Dioscorea alata) merupa salah satu jenis tanaman umbi yang dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti Indonesia. Umbi ini secara umum dijadikan bahan makanan, obat-obatan, hingga kosmetik. Karena banyaknya manfaat yang dapat diperoleh, budidaya keladi beneng semakin diminati oleh para petani.

Langkah awal dalam budidaya keladi beneng adalah dengan mempersiapkan bibit tanaman. Pilih bibit yang berkualitas dan sehat agar pertumbuhannya nanti terjamin. Bibit dapat disiapkan dari potongan umbi ataupun dengan pembibitan biji.

Setelah itu, persiapkan lahan untuk menanam. Lahan yang cocok untuk keladi beneng adalah tanah yang gembur, memiliki drainase yang baik serta terkena sinar matahari langsung. Pastikan bahwa tanah sudah disuburkan dengan kompos atau pupuk kandang agar berdampak baik pada pertumbuhan tanaman.

Pada saat tanam, lubang tanam dibuat dengan kedalaman 10-15 cm. Kemudian bibit ditanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Ketika tanaman sudah tumbuh, pastikan untuk memberikan air secukupnya dan melakukan pemupukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman optimal.

Demikianlah penjelasan mengenai budidaya keladi beneng. Dalam menjalankan proses budidaya ini, diperlukan keuletan dan kesabaran agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Keladi Beneng

Keladi Beneng adalah salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang mudah dibudidayakan dan memiliki kegunaan yang beragam. Namun, hasil panen yang didapatkan dari tanaman ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya Keladi Beneng.

Read more:

Pertama, faktor iklim memainkan peran penting dalam mempengaruhi hasil panen. Keladi Beneng membutuhkan suhu udara yang hangat dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi untuk tumbuh dengan baik. Kondisi iklim yang tidak sesuai dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat sehingga menghambat hasil panen.

Faktor kedua adalah pemilihan jenis bibit Keladi Beneng yang berkualitas. Bibit yang ditanam haruslah berasal dari tanaman yang sehat dan produktif agar dapat menghasilkan umbi yang berkualitas pula. Selain itu, pemilihan bibit juga harus disesuaikan dengan kondisi tanah serta iklim di lokasi budidaya.

Ketiga, faktor pemberian pupuk dan pengolahan tanah juga mempengaruhi hasil panen Keladi Beneng. Tanah yang subur dan terawat akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Pemberian pupuk yang tepat juga akan membantu memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan produksi umbi.

Faktor keempat adalah pengendalian hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat merusak pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengendalian dengan menggunakan pestisida yang tepat serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman.

Terakhir, faktor teknik panen juga mempengaruhi hasil panen Keladi Beneng. Penentuan waktu panen harus mengacu pada fase pertumbuhan tanaman yang tepat. Selain itu, teknik panen serta pengolahan umbi juga akan mempengaruhi kualitas hasil panen.

Dengan memperhatikan beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen Keladi Beneng dan menghasilkan umbi yang berkualitas tinggi. Budidaya Keladi Beneng memang memerlukan perhatian yang ekstra, namun hal tersebut setimpal dengan keuntungan yang dapat diperoleh dari hasil panen yang baik.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Keladi Beneng

Keladi beneng atau taro adalah satu jenis tanaman umbi-umbian yang cukup populer di Indonesia. Tanaman ini dapat ditanam di lahan yang cukup luas maupun pada wadah-tanam di halaman rumah. Agar keladi beneng dapat tumbuh dengan sehat, perlu dilakukan persiapan lahan atau wadah yang tepat.

Untuk persiapan lahan, sebaiknya pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari dan angin yang cukup. Tanah yang cocok untuk keladi beneng yaitu yang gembur dan kaya akan unsur hara. Sebaiknya pilih lokasi yang mudah untuk diakses serta memiliki sumber air yang cukup. Setelah itu, persiapkan lahan dengan membersihkan gulma dan akar-akar lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sedangkan untuk wadah-tanam, pilihlah wadah yang tepat, seperti pot atau ember yang memiliki lubang drainase sebagai tempat keluar masuknya air. Pilih media tanam yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk organik, pasir serta abu gosok. Adapun perbandingan campuran tersebut yaitu 4:1:1:1.

Setelah itu, isi wadah dengan media tanam hingga mencapai setengah bagian dari wadah. Kemudian, letakkan benih keladi beneng dalam media tanam dan tutupi dengan sisa media tanam yang tersisa. Lakukan penyiraman hingga media tanam cukup lembab dan letakkan wadah pada tempat yang cukup untuk menerima sinar matahari.

Demikianlah beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya keladi beneng. Dengan melakukan persiapan yang tepat, diharapkan tanaman keladi beneng dapat tumbuh dengan sehat dan berbuah lebat.

Pemilihan Bibit atau Benih untuk Budidaya Keladi Beneng

Budidaya keladi beneng merupakan salah satu jenis usaha pertanian yang cukup menjanjikan di Indonesia. Keladi beneng sendiri merupakan jenis umbi-umbian yang biasanya diolah sebagai makanan ringan atau camilan. Kualitas produksi keladi beneng yang baik tentunya akan didukung oleh pemilihan bibit atau benih yang unggul dan berkualitas.

Pertama-tama, pilihlah bibit yang berasal dari tanaman keladi beneng dengan kualitas terbaik. Carilah bibit dengan ukuran seragam dan tanaman induk yang sehat serta bebas dari penyakit. Pastikan bibit tersebut juga berasal dari induk yang produktif dan memiliki hasil panen yang lebih tinggi.

Selanjutnya, perhatikan kualitas bibit berdasarkan karakteristik fisiknya. Pilih bibit yang memiliki ukuran lebih besar, kulitnya lebih halus, berwarna putih kekuningan, serta tidak ada bagian yang cacat atau rusak. Semakin baik karakteristik fisik bibit, semakin baik pula kualitas dari keladi beneng yang dihasilkan.

Tidak hanya itu, perhatikan juga usia bibit yang akan dipilih. Pilihlah bibit yang berusia sekitar 2-3 bulan setelah masa tanam dan sudah memiliki 4-6 daun. Usia bibit yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas produksi keladi beneng.

Terakhir, pastikan bibit tersebut diambil dari tempat yang terpercaya dan memiliki kualitas terbaik. Disarankan untuk membeli bibit langsung di toko atau toko online yang sudah terkenal dengan produk-produk pertanian berkualitas.

Dalam pemilihan bibit atau benih untuk budidaya keladi beneng, diharapkan untuk mengutamakan kualitas dan keunggulan bibit yang akan ditanam. Dengan memilih bibit yang unggul dan berkualitas, diharapkan akan membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas dari hasil panen keladi beneng yang dihasilkan.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Keladi Beneng

Pengenalan

Sebelum melanjutkan budidaya keladi beneng, penting untuk memahami bagaimana melakukan pembibitan atau penyemaian dengan benar. Pembibitan yang baik akan mempengaruhi kesuksesan panen nantinya. Keladi beneng dapat ditanam dengan kultur jaringan atau bibit tunas yang dipotong dari umbi utama. Bibit tunas ini kemudian ditanam dengan menggunakan media yang sesuai seperti cocopeat atau arang sekam.

Persiapan Media Tanam

Sebelum menanam bibit tunas keladi beneng, persiapkan media tanam terlebih dahulu. Pastikan media yang digunakan steril dan kaya nutrisi. Cocopeat dan arang sekam merupakan media yang paling sering digunakan. Kedua media ini cukup mudah ditemukan dan memiliki banyak kandungan nutrisi yang diperlukan keladi beneng untuk tumbuh dengan baik.

Penyemaian

Setelah media tanam siap, bibit tunas keladi beneng sudah bisa ditanam. Bagi bibit tunas yang diperoleh dari kultur jaringan, sebaiknya direndam terlebih dahulu ke dalam air selama beberapa menit agar kelembapan pada bibit tunas terjaga. Bibit tunas kemudian dapat ditanam dengan jarak antar lubang 30-40 cm dan dalam kedalaman sekitar 2-3 cm.

Perawatan Bibit Tunas

Setelah bibit tunas ditanam, perawatan yang baik sangat dibutuhkan. Pastikan media tanam selalu lembab dengan penyiraman yang cukup. Keladi beneng membutuhkan cahaya matahari secara cukup, sehingga ditempatkan di tempat terbuka dengan paparan sinar matahari yang cukup. Selain itu, bibit tunas yang berumur 3-4 minggu dapat diberikan pupuk organik untuk mempercepat pertumbuhan.

Penyemaian yang baik akan mempengaruhi keberhasilan budidaya keladi beneng. Persiapan media tanam, penanaman bibit tunas, dan perawatan adalah tahapan-tahapan dasar yang harus dilakukan dengan benar. Dengan tahapan-tahapan pembibitan yang tepat, maka keladi beneng anda akan tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Perawatan Budidaya Keladi Beneng

Keladi beneng menjadi salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia karena keindahan daunnya yang unik dan cantik. Apabila Anda memiliki keladi beneng di rumah, perawatannya sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan tanaman tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips perawatan yang bisa Anda lakukan:

Penyiraman

Pada umumnya, keladi beneng membutuhkan kelembapan yang cukup. Hal ini membuat penyiraman menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam perawatan keladi beneng. Pastikan untuk menyiram tanaman ini secara berkala, terutama saat musim kemarau. Namun, jangan terlalu sering menyiram hingga tanahnya tergenang air.

Pupuk

Pemberian pupuk juga merupakan salah satu hal penting dalam perawatan keladi beneng. Jenis pupuk yang disarankan adalah pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk bisa dilakukan dua minggu sekali pada musim budidaya untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Pindah Tanam

Pindah tanam bisa dilakukan setelah keladi beneng tumbuh dalam pot yang sama selama kurang lebih satu tahun. Pindah tanam bertujuan untuk memberikan tanah yang lebih subur pada keladi beneng sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Cahaya

Sinar matahari secara langsung sangat disukai oleh keladi beneng, sehingga dianjurkan untuk menempatkannya di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Faktor cahaya juga sangat penting dalam menentukan keindahan daun keladi beneng.

Penyakit dan Hama

Perawatan keladi beneng juga harus memperhatikan penyakit dan hama yang mungkin menyerang tanaman tersebut. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang keladi beneng adalah kutu daun, ulat daun, jamur, dan lain-lain. Pastikan untuk memonitor tumbuhan Anda secara berkala dan mengambil tindakan secara cepat jika ada gejala kerusakan atau serangan hama.

Dengan melakukan perawatan yang benar dan tepat, keladi beneng Anda bisa tumbuh subur dan cantik sepanjang tahun. Selamat mencoba!

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Budidaya Keladi Beneng

Keladi beneng (Colocasia esculenta) merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang populer di Indonesia. Tanaman ini biasanya dijadikan bahan makanan atau sebagai tanaman hias. Namun, seperti tanaman lainnya, keladi beneng juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit pada budidaya keladi beneng harus dilakukan dengan baik.

Salah satu cara untuk mengendalikan hama pada keladi beneng adalah dengan menggunakan insektisida atau pestisida. Beberapa hama yang sering menyerang keladi beneng antara lain ulat grayak, kutu kebul, kepik hijau, dan ulat api. Penggunaan insektisida harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar tidak membahayakan tanaman dan kesehatan manusia.

Selain itu, pengendalian penyakit pada keladi beneng juga harus dilakukan dengan baik. Salah satu penyakit yang sering menyerang keladi beneng adalah penyakit layu bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat menyebabkan tanaman mati secara tiba-tiba. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara melakukan sanitasi lingkungan yang baik, melakukan rotasi tanam, dan menggunakan bibit yang sehat.

Selain insektisida dan pestisida, terdapat juga beberapa cara alami untuk mengendalikan hama pada keladi beneng. Beberapa tanaman seperti bawang putih, cabai, dan kunyit dapat dijadikan sebagai insektisida alami karena mengandung senyawa yang dapat memberikan efek repelan pada hama. Selain itu, pemberian pupuk organik secara teratur juga dapat membantu memperkuat sistem pertahanan tanaman sehingga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Dalam menjalankan budidaya keladi beneng, pengendalian hama dan penyakit sangat penting untuk dilakukan. Dengan cara yang tepat dan teratur, maka keladi beneng akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga menghasilkan umbi yang berkualitas baik dan sehat.

Manfaat dan Keuntungan Budidaya Keladi Beneng

Budidaya keladi beneng mulai populer di Indonesia karena memiliki manfaat yang tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk penghasilan yang menguntungkan. Keladi beneng merupakan jenis keladi yang memiliki kulit berwarna putih kecoklatan dan daging yang terasa krem serta manis.

Keuntungan pertama dari budidaya keladi beneng adalah potensi penghasilan yang besar bagi petani. Hasil panen keladi beneng dapat digunakan sebagai bahan baku kuliner seperti keripik, dodol atau bahkan kudapan sehari-hari lainnya. Selain itu, harga jual keladi beneng cukup tinggi di pasaran, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar ketimbang verta tanaman lainnya.

Di samping itu, budidaya keladi beneng juga diketahui memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Keladi beneng mengandung banyak nutrisi seperti karbohidrat kompleks, serat makanan, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium, kalium dan folat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta menjaga ketahanan tubuh dari berbagai jenis penyakit.

Keuntungan lain dari budidaya keladi beneng yaitu mudah untuk ditanam dan perawatannya juga cukup mudah. Keladi beneng dapat ditanam pada lahan yang kecil maupun luas, sehingga cocok untuk petani dengan lahan terbatas. Selain itu, keladi beneng juga cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia yang cenderung panas dan lembab.

Terakhir, dari segi ekologi, budidaya keladi beneng dapat membantu menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup karena tanaman ini dapat tumbuh dengan menggunakan bahan organik sehingga penggunaan pestisida atau zat kimia dapat dikurangi atau bahkan tidak diperlukan.

Dengan manfaat dan keuntungan yang dimilikinya, tidak heran jika budidaya keladi beneng semakin diminati oleh petani di Indonesia. Selain membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani, budidaya keladi beneng juga memberikan manfaat untuk kesehatan dan lingkungan yang baik untuk kelangsungan hidup manusia.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Keladi Beneng

Budidaya keladi beneng atau yang lebih dikenal dengan Colocasia esculenta merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang cukup populer di Indonesia. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai bahan masakan tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasar dunia. Meskipun demikian, budidaya keladi beneng memiliki beberapa tantangan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh para petani.

Salah satu tantangan utama dari budidaya keladi beneng adalah pengendalian hama dan penyakit. Tanaman ini rentan terhadap serangan tungro, virus daun gulma, dan penyakit krop. Metode pengendalian yang tepat dan tepat waktu perlu dilakukan agar tanaman tidak gagal panen. Selain itu, keladi beneng juga tumbuh lebih baik pada daerah yang lembab dan tidak terlalu panas, sehingga para petani perlu memperhatikan iklim dan media tumbuh untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal.

Kekurangan lain dari budidaya keladi beneng adalah panen yang tidak seragam. Umbi-umbian keladi beneng memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, sehingga menjadi sulit untuk dikemas dan dijual secara konsisten. Hal ini dapat menimbulkan masalah bagi para petani yang ingin memasarkan produk secara massal. Selain itu, umbi-umbian keladi beneng juga memiliki periode penyimpanan yang pendek, sehingga harus dijual dalam waktu singkat sebelum busuk atau mengalami kerusakan.

Meskipun memiliki tantangan dan kekurangan, budidaya keladi beneng tetap memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan bagi petani. Dengan perawatan yang tepat dan pengendalian hama dan penyakit yang baik, keladi beneng dapat menghasilkan hasil panen yang optimal. Sebagai alternatif untuk memperbaiki kekurangan dari panen tanaman ini, para petani juga dapat mencari pasar alternatif untuk produk umbi-umbian keladi beneng seperti penggunaan sebagai bahan baku pangan olahan dan makanan ringan.

Keladi Beneng: Tanaman yang Mudah Dibudidayakan dan Menguntungkan

Jika Anda mencari tanaman yang mudah dibudidayakan dan menguntungkan, mungkin keladi beneng bisa menjadi pilihan yang tepat. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, terutama sebagai bahan pangan dan obat-obatan tradisional. Selain itu, keladi beneng juga cocok untuk ditanam di berbagai jenis lahan seperti pekarangan rumah atau lahan terbuka.

Budidaya keladi beneng sendiri cukup mudah dilakukan. Anda bisa memulainya dengan membeli bibit yang berkualitas, kemudian menyiapkan lahan tanam yang subur dan dengan sinar matahari yang cukup. Perawatannya pun terbilang cukup simpel, Anda hanya perlu memberikan air dan pupuk secara teratur, serta memangkas daun yang sudah menguning atau kering.

Dalam waktu sekitar 6-9 bulan, Anda bisa memanen umbi keladi beneng yang siap dijual atau diolah. Umbi keladi beneng tidak hanya dapat dijual segar atau kering, tetapi juga dapat diolah menjadi tepung atau olahan makanan lainnya seperti keripik, dodol, atau gethuk.

Selain itu, keladi beneng juga memiliki manfaat kesehatan yang tinggi. Mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Umbi keladi beneng juga digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional untuk beberapa penyakit seperti demam, radang, batuk, dan masalah pencernaan.

Dengan keuntungan dan manfaat yang cukup menjanjikan, ada baiknya untuk mencoba budidaya keladi beneng. Tidak hanya memberikan penghasilan tambahan namun juga dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan di bidang pertanian. Yuk, coba budidaya keladi beneng dan rasakan manfaatnya!

Terima kasih telah membaca informasi tentang budidaya keladi beneng ini. Jangan lupa untuk berbagi informasi ini kepada teman atau keluarga yang membutuhkan. Semoga information ini bermanfaat dan sampai jumpa kembali!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements