Budidaya Lele di Beton: Tips Sukses & Panduan Praktis

budidaya lele di beton

Budidaya Lele di Beton: Menciptakan Kemandirian Pangan di Pedesaan

Halo Sobat Desa, sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produktivitas budidaya lele di beton. Budidaya lele di beton memiliki banyak keuntungan dibandingkan metode budidaya tradisional. Terlebih lagi, budidaya lele di beton membuka peluang bagi masyarakat pedesaan untuk menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Budidaya lele di beton sangat cocok untuk diterapkan di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh kesederhanaan teknik budi daya serta modal yang relatif murah. Kantong semen, pasir, dan kerikil bekas bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bak beton yang berfungsi sebagai kolam lele. Selain itu, teknologi sederhana seperti aerasi sederhana menggunakan pipa PVC serta pemberian pakan yang tepat bisa meningkatkan pertumbuhan ikan.

Menjalankan budidaya lele di beton memiliki potensi yang besar sebagai sumber mata pencaharian dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Dalam jangka waktu terhitung singkat, sekitar 5 – 6 bulan saja, petani lele dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar dengan menjual hasil panennya. Oleh karena itu, penting bagi para petani lele dalam mengoptimalkan hasil panen lele di beton dengan menggunakan teknik yang tepat.

Dengan demikian, budidaya lele di beton merupakan alternatif yang menjanjikan bagi pengembangan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Dalam perkembangannya, pemerintah harus memberikan dukungan serta fasilitas yang memadai, seperti penyediaan benih dan pelatihan dalam teknik budi daya bagi petani lele. Bagi masyarakat pedesaan, budidaya lele di beton bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan hidup.

Latar Belakang: Budidaya Lele di Beton

Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Saat ini, budidaya lele di beton menjadi salah satu metode yang populer di Indonesia karena kepraktisannya dan hasil panennya yang cukup besar.

Budidaya lele di beton dimulai sejak tahun 1980-an. Awalnya, metode ini dilakukan oleh para petani untuk memperoleh hasil panen yang lebih banyak dan meningkatkan kualitas ikan lele yang diproduksi. Saat ini, budidaya lele di beton semakin berkembang dan menjadi salah satu sektor bisnis yang menjanjikan di Indonesia.

Metode budidaya lele di beton dilakukan dengan cara membuat kolam beton atau terpal yang diisi dengan air dan ikan lele. Kolam tersebut juga dilengkapi dengan perlengkapan seperti filter, pompa air, serta pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan ikan lele.

Kelebihan dari budidaya lele di beton adalah kebersihan dan kualitas ikan lele yang diproduksi lebih terjaga. Selain itu, tingkat kematian ikan lele juga lebih rendah karena lingkungan budidaya yang lebih stabil dan bisa dikontrol dengan baik.

Dalam bidang ekonomi, budidaya lele di beton juga memberikan keuntungan finansial yang tinggi bagi para petani. Karena tanpa tergantung pada cuaca, budidaya lele di beton bisa dilakukan sepanjang tahun dan memperoleh hasil panen ikan lele secara terus-menerus.

Secara keseluruhan, budidaya lele di beton menjadi salah satu alternatif bagi para petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas ikan lele. Dengan kemajuan teknologi dan dukungan dari lembaga pemerintah, diharapkan budidaya lele di beton semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penjelasan tentang Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton merupakan salah satu metode yang bisa dipilih untuk membudidayakan ikan lele. Metode ini lebih mudah dan praktis karena bisa dilakukan di lahan yang terbatas. Budidaya lele di beton juga menghasilkan ikan dengan kualitas yang baik.

Untuk memulai budidaya lele di beton, pertama-tama kita harus menyiapkan kolam beton yang memiliki ukuran yang cukup besar agar ikan lele bisa tumbuh dengan baik. Kolam beton biasanya diisi dengan air bersih. Kemudian, kita tambahkan pupuk kandang atau urea ke dalam air sehingga kualitas air menjadi lebih baik.

Setelah air kolam siap, kita bisa memasukkan bibit ikan ke dalam kolam. Bibit ikan yang bagus biasanya berasal dari peternak ikan yang tepercaya. Kemudian, kita harus memberi makan ikan secara teratur agar tumbuh dengan baik. Makanan ikan yang biasa diberikan adalah pelet lele atau cacing tanah.

Perlu diingat bahwa budidaya lele di beton membutuhkan pemeliharaan yang baik dan cermat. Ikan lele juga membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak terjadi penyakit. Selain itu, kita harus rajin membersihkan kolam dan mengganti air secara berkala agar kualitas air tetap terjaga.

Dalam waktu kurang lebih 4 sampai 5 bulan, ikan lele sudah siap panen. Hasil panen yang dihasilkan dari budidaya lele di beton biasanya cukup besar dan menguntungkan. Selain itu, ikan lele yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang baik.

Dengan metode budidaya lele di beton, kita bisa memperoleh ikan lele dengan kualitas yang baik dan menguntungkan. Meski begitu, kita harus tetap terus belajar dan mengembangkan pengetahuan tentang budidaya ikan lele untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Lele di Beton

Read more:

Kondisi Air

Kondisi air yang ideal sangat diperlukan dalam budidaya lele di beton. Air yang terlalu dingin atau terlalu panas akan mempengaruhi metabolisme ikan lele, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat atau bahkan kematian. Kualitas air juga harus terjaga dengan baik, yaitu dengan menjaga pH, suhu, dan kandungan oksigen yang tepat.

Jenis Pakan

Makanan yang diberikan kepada ikan lele juga mempengaruhi hasil budidaya. Ikan lele dapat diberikan pakan alami atau pakan buatan. Namun, perlu diperhatikan komposisi nutrisi yang tepat agar ikan lele dapat tumbuh dengan optimal.

Manajemen Ketersediaan Pakan

Selain jenis pakan, ketersediaan pakan juga mempengaruhi hasil budidaya. Jika pakan tidak tersedia secara cukup, maka pertumbuhan ikan lele dapat terganggu. Oleh karena itu, manajemen ketersediaan pakan terutama untuk pakan buatan dan penyimpanannya harus diperhatikan.

Perawatan dan Pengelolaan Lingkungan Budidaya

Pemeliharaan lingkungan budidaya sangat penting dalam budidaya lele di beton. Hal ini meliputi pengelolaan kualitas air, pemeliharaan kebersihan kolam, dan pengendalian ganggang atau hama lain yang dapat merugikan ikan lele. Selain itu, pemilihan jenis beton yang tepat dan perawatan kolam dengan baik juga dapat mempengaruhi hasil budidaya.

Dalam keseluruhan, faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi hasil budidaya lele di beton. Oleh karena itu, peternak harus mengelola semua faktor tersebut dengan baik agar hasil budidaya yang didapatkan dapat optimal.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Lele di Beton

Pendahuluan

Budidaya lele merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Salah satu cara untuk membudidayakan lele adalah dengan menggunakan wadah atau kolam beton. Namun sebelum memulai budidaya, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk menjamin keberhasilan budidaya lele.

Persiapan Lahan

Langkah awal dalam membudidayakan lele adalah dengan mempersiapkan lahan yang akan digunakan. Pilih lahan yang tidak terkena banjir dan dekat dengan sumber air yang stabil. Bersihkan area dari rumput dan barang yang tidak diperlukan. Kemudian, haluskan tanah dan beri sedikit air untuk mempercepat pemadatan tanah.

Pembuatan Kolam Beton

Pembuatan kolam beton merupakan bagian penting dalam budidaya lele. Pembuatan kolam harus memperhatikan ukuran dan kedalaman yang sesuai dengan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Kolam beton juga harus dibangun dengan lapisan dasar beton yang kuat dan dilengkapi dengan sistem sirkulasi air yang baik.

Pengisian Air dan Penyesuaian pH

Setelah kolam beton selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mengisinya dengan air. Pastikan air yang digunakan tidak mengandung bahan kimia berbahaya atau zat polutan lainnya. Satu hal penting yang juga harus diperhatikan adalah penyesuaian pH (keasaman) air. pH yang ideal untuk budidaya lele adalah antara 6-8.

Penutup

Persiapan lahan atau wadah merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam budidaya lele di kolam beton. Dalam melakukan persiapan, pastikan untuk memperhatikan kebersihan dan kualitas air serta lapisan dasar kolam beton yang kuat. Dengan melakukan persiapan yang baik, diharapkan budidaya lele dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan hasil panen yang baik.

Pemilihan Bibit atau Benih: Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton telah menjadi pilihan yang cukup menjanjikan bagi para peternak di Indonesia. Namun, untuk menghasilkan ikan lele yang berkualitas, pemilihan bibit atau benih yang baik menjadi salah satu faktor kunci yang harus diperhatikan.

Pertama-tama, pemilihan bibit yang berasal dari induk yang sehat dan berkualitas sangatlah penting. Induk yang sehat akan menghasilkan bibit yang lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki pertumbuhan yang lebih baik. Selain itu, bibit yang dipilih juga harus memiliki bentuk tubuh yang proporsional dengan sirip dan ekor yang sempurna.

Kedua, pilih bibit yang berasal dari tempat pembenihan yang terpercaya dan memiliki teknologi yang baik. Tempat pembenihan yang baik akan menjamin kualitas benih yang dihasilkan. Pastikan untuk memilih tempat pembenihan yang memperhatikan faktor suhu, aerasi, dan kualitas air agar kualitas benih yang dihasilkan lebih baik.

Selain itu, pemilihan jenis benih juga harus sesuai dengan kebutuhan budidaya lele di beton. Ada beberapa jenis benih lele yang bisa dipilih, antara lain benih lele Afrika dan benih lele dumbo. Jangan lupa untuk memilih benih yang berkualitas dan memperhatikan aspek ketersediaan dan harga.

Dalam pemilihan bibit atau benih untuk budidaya lele di beton, faktor kualitas harus menjadi prioritas utama. Dengan pemilihan bibit atau benih yang berkualitas, diharapkan hasil budidaya yang dihasilkan pun akan lebih optimal dengan pertumbuhan yang baik dan kesehatan ikan yang terjaga.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton memang lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan budidaya pada kolam tanah. Namun, tahapan pembibitan atau penyemaian pada budidaya lele di beton tetap perlu diperhatikan agar bibit lele tumbuh dengan baik.

Tahap pertama adalah penyiapan bibit lele. Bibit lele diambil dari indukan yang sehat dan memiliki ukuran yang sama. Setelah itu, bibit dicuci dan dibersihkan menggunakan air bersih agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau virus yang dapat membahayakan pertumbuhan lele.

Tahap kedua adalah pembuatan media tanam. Media tanam terbuat dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:3. Setelah itu, media tanam dicetak dengan ukuran 30 x 40 cm dan ketebalan 3-5 cm.

Tahap ketiga adalah penanaman bibit lele. Pada tahap ini, bibit lele diletakkan di atas media tanam dengan jarak 5-10 cm. Kemudian, bibit ditekan dengan lembut ke dalam media tanam hingga kedalaman 1 cm.

Tahap keempat adalah perawatan bibit lele. Bibit lele harus dipelihara agar dapat tumbuh dengan baik. Hal ini dilakukan dengan memberikan pakan berupa pelet atau cacing sutera sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Dengan melalui tahapan pembibitan atau penyemaian yang tepat, diharapkan bibit lele dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil panen yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu diperhatikan setiap tahapan dalam pembibitan atau penyemaian budidaya lele di beton.

Perawatan Budidaya Lele di Beton

Pendahuluan

Budidaya lele saat ini semakin banyak diminati karena dapat memberikan keuntungan yang besar. Salah satu cara budidaya lele yang praktis adalah di beton. Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu dilakukan perawatan yang tepat. Inilah beberapa tips perawatan budidaya lele di beton.

Memelihara Kualitas Air

Salah satu aspek terpenting dalam budidaya lele di beton adalah menjaga kualitas air pada wadah beton yang digunakan. Pastikan pH air dibawah angka 8, sehingga tidak berbahaya bagi ikan lele. Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan wadah beton secara teratur agar tidak timbulnya penumpukan kotoran dan bakteri.

Pemberian Pakan yang Cukup

Pemberian pakan yang cukup juga merupakan faktor penting dalam budidaya lele di beton. Pemberian pakan yang kurang atau berlebihan dapat mengganggu kesehatan ikan dan menurunkan kualitas hasil panen. Sebaiknya, berikan pakan 2-3 kali sehari secara teratur dengan jumlah yang cukup.

Mengatasi Penyakit

Tidak jarang, budidaya lele di beton mengalami masalah penyakit pada ikan. Beberapa penyakit yang sering muncul di antaranya seperti jamur dan bakteri. Untuk mengatasi penyakit ini, bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang tepat atau melakukan perubahan terhadap kualitas air dan pakan yang diberikan.

Demikianlah beberapa tips perawatan budidaya lele di beton. Penting bagi para petani untuk memperhatikan perawatan dan kualitas budidaya agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Diharapkan tips di atas dapat membantu dalam memulai dan sukses dalam budidaya lele di beton.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele merupakan bisnis yang menjanjikan untuk masyarakat Indonesia. Peluang bisnis ini semakin menarik seiring dengan semakin tingginya permintaan pasar. Namun, budidaya ikan lele di beton membutuhkan pengendalian hama dan penyakit yang tepat agar tidak menghambat pertumbuhan ikan.

Salah satu cara untuk mengendalikan hama dan penyakit pada budidaya lele adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan kolam. Pastikan kolam selalu bersih dengan menghilangkan sisa makanan yang tidak habis dimakan oleh ikan. Selain itu, penggantian air secara berkala dan pembersihan kolam secara rutin juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya hama dan penyakit.

Selain faktor lingkungan, perlu pula diperhatikan makanan yang diberikan pada ikan lele. Pilih makanan yang berkualitas dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Hindari memberikan makanan yang kemasan sudah terbuka atau kadaluwarsa untuk mencegah kontaminasi yang dapat menyebabkan penyakit.

Penggunaan obat-obatan juga dapat menjadi solusi ketika hama dan penyakit menyerang ikan lele tersebut. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan dosis yang ada di kemasan dan disesuaikan dengan saran dari ahli atau peternak yang lebih berpengalaman.

Dalam kesimpulannya, pengendalian hama dan penyakit pada budidaya lele di beton adalah langkah yang sangat penting. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang akan berdampak pada produktivitas bisnis budidaya ikan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan kolam, memberikan makanan berkualitas dan penggunaan obat-obatan yang tepat, maka budidaya ikan lele di beton dapat lebih berhasil dan menguntungkan.

Panen dan Pascapanen: Budidaya Lele di Beton

Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton adalah salah satu metode yang cukup populer di Indonesia. Metode ini cocok bagi para petani yang ingin menanam lele di daerah yang tidak memiliki akses ke air permukaan, seperti sungai atau danau. Beton yang digunakan sebagai wadah untuk menanam ikan lele ini harus dibuat dengan benar supaya dapat menopang bobot ikan. Selain itu, pemanfaatan air yang tepat serta bahan pakan yang memadai juga dibutuhkan.

Persiapan Panen

Proses persiapan panen pada budidaya lele di beton harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Kemudian, ikan lele diangkat dari wadah beton dan ditempatkan di tempat penampungan sementara. Ikan lele harus dipisahkan secara bertahap sesuai dengan ukurannya untuk memudahkan proses penjualan ke pasaran.

Pascapanen

Setelah melakukan panen ikan lele, maka dilanjutkan dengan proses pascapanen. Sudah menjadi kewajiban bagi petani ikan untuk membersihkan wadah beton yang digunakan untuk membudidayakan ikan sebelum memasukkan ikan yang baru. Setelah wadah dibersihkan, maka dilakukan penyemprotan dengan desinfektan, serta proses pengeringan yang baik dan benar.

Budidaya lele di beton memang memerlukan usaha yang cukup besar, namun memiliki potensi yang cukup besar untuk memberikan keuntungan yang baik bagi para petani yang menjalankannya. Dalam proses panen dan pascapanen, kerjasama yang baik dan teliti antara petani ikan dan tenaga kerja sangat penting untuk menciptakan hasil yang maksimal. Dengan melakukan teknik budidaya yang tepat, maka pembuatan kolam beton untuk budidaya lele bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

Keuntungan dan Manfaat dari: Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton saat ini semakin diminati oleh para peternak ikan, terutama karena keuntungan dan manfaat yang diperoleh dari metode ini. Selain mudah dipraktikkan, budidaya lele di beton memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan metode budidaya lainnya.

Salah satu keuntungan dari budidaya lele di beton adalah kualitas air yang terjamin. Beton memiliki kemampuan untuk menahan kadar air yang lebih baik, sehingga dapat menjaga kualitas air yang stabil dan mengurangi resiko pencemaran. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan dan mencegah terjadinya penyakit.

Selain itu, budidaya lele di beton juga memungkinkan peternak untuk mengatur dan menyesuaikan kondisi lingkungan secara lebih mudah. Peternak dapat mengontrol suhu, pH, dan sirkulasi udara dengan lebih efektif, sehingga ikan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan hasil panen yang lebih baik.

Manfaat lain dari budidaya lele di beton adalah efisiensi dalam penggunaan lahan. Beton memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga kolam dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih panjang dan tanpa perlu melakukan pemeliharaan berulang kali. Hal ini memungkinkan peternak untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan memperoleh hasil yang maksimal.

Dalam hal ekonomi, budidaya lele di beton juga menguntungkan. Karena biaya produksi yang relatif lebih murah, peternak dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari hasil panen yang dihasilkan. Selain itu, tingkat keberhasilan yang tinggi juga membuat peternak dapat memperoleh penghasilan yang lebih konsisten dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Secara keseluruhan, budidaya lele di beton merupakan metode yang efektif dan efisien untuk melakukan budidaya ikan. Dengan memanfaatkan teknologi beton yang modern, peternak dapat memperoleh keuntungan dan manfaat yang signifikan bagi usaha mereka.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Lele di Beton

Budidaya lele di beton menjadi salah satu alternatif bagi para peternak ikan yang ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal. Namun, seperti halnya bentuk budidaya lainnya, budidaya lele di beton juga memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh para peternak.

Salah satu tantangan utama dalam budidaya lele di beton adalah dalam hal pemeliharaan. Kualitas air dalam beton harus selalu dijaga agar tetap bersih dan sehat bagi lele. Ini memerlukan perawatan air teratur dan penggantian air yang rutin. Selain itu, faktor cuaca juga harus diperhatikan, terutama jika beton berada di lokasi yang terkena sinar matahari langsung atau terkena hujan secara terus-menerus.

Selain tantangan dalam pemeliharaan, kekurangan dari budidaya lele di beton adalah biaya produksi yang relatif lebih tinggi. Karena pengelolaan lingkungan yang lebih ketat dan terkontrol, hal ini memerlukan biaya produksi yang lebih tinggi. Selain itu, investasi awal dalam pembuatan kolam beton yang akan digunakan untuk budidaya lele juga memerlukan biaya yang cukup besar.

Namun demikian, budidaya lele di beton juga memiliki kelebihan yang signifikan. Hasil produksi ikan yang lebih konsisten dan lebih tinggi menjadi salah satu keuntungan yang dapat diperoleh dari budidaya lele di beton. Selain itu, kolam beton juga dapat dibuat dalam ukuran yang lebih besar, sehingga dapat menampung ikan dengan jumlah yang lebih banyak.

Kesimpulannya, budidaya lele di beton merupakan salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh para peternak ikan untuk memperoleh hasil produksi yang lebih maksimal. Meskipun memiliki tantangan dan kekurangan tertentu, keuntungan yang ditawarkan oleh budidaya lele di beton cukup signifikan. Salah satu kunci sukses dalam budidaya lele di beton adalah dengan melakukan perawatan yang teratur dan rutin.

Budidaya Lele di Beton: Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Budidaya lele merupakan salah satu jenis usaha bisnis yang cukup menjanjikan. Kendati terbilang mudah untuk dilakukan, namun setiap pembenihan dan pemeliharaan ikan haruslah dilakukan dengan maksimal dan terencana agar kualitas ikan yang dihasilkan dapat terjaga. Namun saat ini, banyak peternak lele yang mengalami kendala dalam menemukan lahan yang cukup luas untuk membudidayakan ikan. Tak heran, beton menjadi opsi yang tepat untuk para peternak lele yang ingin membudidayakan ikan tanpa perlu khawatir lahan yang terbatas.

Salah satu keuntungan dari budidaya lele di beton adalah mampu menghemat lahan yang besar, bahkan hanya dalam satu meter persegi saja, peternak dapat membudidayakan hingga 100 ekor lele. Selain itu, tak perlu khawatir dengan genangan air saat hujan turun. Beton memang lebih awet dan tidak mudah rusak seperti jeram-jeram lainnya sehingga sangat cocok dijadikan tempat beternak ikan.

Jangan lupa, pemilihan bibit lele yang bagus dan berkualitas juga menjadi kunci suksesnya usaha beternak lele di beton. Bibit lele harus dipilih yang sehat, bersih, dan berkualitas. Dalam memelihara lele, perhatikan pemberian pakan yang cukup untuk menjaga kesehatan ikan dan pertumbuhan yang maksimal.

Bagi Anda yang ingin mencoba menjadi peternak lele di beton, selalu belajar dan berinovasi agar terus dapat menghasilkan produk ikan yang lebih berkualitas dan keuntungan yang optimal. Peluang bisnis dalam budidaya lele di beton masih sangat terbuka lebar. Yuk, coba dan rasakan sendiri keuntungan bisnis menjanjikan dari beternak lele di beton!

Sampai jumpa kembali di artikel selanjutnya! Jangan lupa untuk membagikan informasi menarik ini kepada orang lain.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements