Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

budidaya lele sangkuriang abah nasrudin

Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Salam Sobat Desa,

Semenjak akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang mulai mencari alternatif usaha di bidang perikanan. Namun, dengan besarnya permintaan, tidaklah mudah untuk memilih jenis ikan yang cocok dan budidaya yang efektif. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, saya ingin mengenalkan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia, yaitu Lele Sangkuriang.

Lele Sangkuriang merupakan jenis ikan air tawar asli Indonesia yang dikenal dengan keunggulannya yang tahan terhadap penyakit dan pertumbuhannya yang cepat. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan budidaya Lele Sangkuriang adalah Abah Nasrudin. Beliau adalah salah seorang pengusaha ternak yang ahli dalam budidaya Lele Sangkuriang.

Pada awalnya, Abah Nasrudin memulai usahanya dengan budidaya ikan mujair dan nila. Namun, beliau kemudian beralih pada budidaya ikan Lele Sangkuriang sehingga menjadi tokoh penting dalam pengembangan budidaya ikan Lele Sangkuriang di Indonesia.

Tidak hanya itu, Abah Nasrudin juga aktif dalam memberikan pelatihan dan sosialisasi mengenai cara budidaya yang baik dan benar pada peternak lokal lainnya. Hal ini membuat Lele Sangkuriang semakin diminati sebagai alternatif usaha di sektor perikanan yang menjanjikan di Indonesia.

Dalam tulisan ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai budidaya Lele Sangkuriang oleh Abah Nasrudin, mulai dari persiapan lahan hingga tips sukses dalam budidaya.

Salam Hormat,

Penulis

Latar Belakang: Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang menjadi salah satu komoditas yang semakin diminati oleh masyarakat. Budidaya ini memiliki banyak keuntungan, mulai dari proses budidaya yang mudah, cepat panen, hingga harga lele yang tergolong menguntungkan. Di Indonesia, budidaya lele Sangkuriang telah menjamur dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Namun, di balik kesuksesan budidaya lele Sangkuriang yang terkenal, ada satu nama yang layak diperhitungkan. Ia adalah Abah Nasrudin, seorang peternak lele yang sukses dengan sistem budidaya berkelanjutan. Abah Nasrudin berasal dari kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ia memulai usaha budidayanya dengan modal seadanya seperti pembelian bibit lele Sangkuriang dan lahan yang terbilang kecil. Kemudian, dia mulai mengembangkan usaha dengan cara menghasilkan pupuk organik dan menjual bibit ikan lele Sangkuriang hasil tangkapannya kepada masyarakat sekitar.

Dalam pengembangan usahanya, Abah Nasrudin menghadapi banyak tantangan seperti meningkatnya biaya produksi dan kurangnya bantuan dari pihak pemerintah. Namun, dengan tekad dan semangat pantang menyerah, ia berhasil menjadi peternak lele yang sukses dengan omzet penjualan rata-rata Rp100 juta setahun. Sukses tidak di dapat dalam waktu singkat, begitu juga dengan Abah Nasrudin yang menghabiskan 10 tahun untuk mengembangkan bisnisnya sehingga menjadi sukses seperti sekarang ini.

Abah Nasrudin juga aktif memberikan informasi tentang budidaya lele Sangkuriang yang ramah lingkungan dengan melestarikan ekosistem perairan. Ia sukses merintis bisnis budidaya lele organik dengan memberikan bibit ikan lele Sangkuriang terbaik, yang dihasilkan dari observasi yang teliti dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dari kesuksesan Abah Nasrudin, dapat diambil hikmah yang sangat berharga bagi masyarakat yang ingin mencoba berbisnis budidaya lele Sangkuriang. Selain memerlukan modal, dibutuhkan juga tekad dan semangat pantang menyerah untuk memperoleh kesuksesan. Budidaya lele Sangkuriang merupakan usaha yang sangat menjanjikan dan masih terbuka lebar bagi siapapun yang ingin mencoba.

Penjelasan tentang Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Read more:

Lele Sangkuriang Abah Nasrudin merupakan salah satu jenis ikan lele yang semakin populer di Indonesia sebagai komoditas budidaya. Ikan tersebut dinamakan Sangkuriang karena memiliki warna hitam keunguan yang mirip dengan warna rambut dari legenda Sangkuriang. Budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin dianggap sangat menguntungkan karena memiliki pertumbuhan yang cepat, resistensi yang tinggi terhadap penyakit, dan harga jual yang stabil di pasar.

Untuk memulai budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin, Anda harus memperhatikan beberapa faktor penting seperti pemilihan lahan, pakan, dan bibit. Lahan yang baik harus memenuhi kriteria tertentu seperti akses air yang cukup, kebersihan air yang baik, serta tidak terlalu jauh dari pusat pemasaran. Pakan lele Sangkuriang Abah Nasrudin dapat berupa pelet ikan yang kaya protein dengan kualitas baik. Bibit lele Sangkuriang Abah Nasrudin juga harus dipilih dengan teliti, sehat, dan berasal dari produksi yang terpercaya.

Saat ini, budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin bisa dilakukan dengan baik menggunakan sistem kolam terpal maupun sistem bioflock. Sistem kolam terpal lebih sederhana dan ekonomis untuk dijalankan, namun memerlukan perawatan yang lebih intensif terutama dalam penggantian air. Sementara itu, sistem bioflock dapat menghasilkan ikan yang lebih sehat dan cepat tumbuh karena adanya bakteri pengurai di dalamnya sehingga penggantian air menjadi lebih jarang.

Dalam budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin, ada beberapa tahap yang perlu dilalui seperti tahap persiapan, pemeliharaan, hingga pemasaran. Tahap persiapan meliputi persiapan lahan dan peralatan, pembelian bibit dan pakan, serta sertifikasi keamanan pangan. Sedangkan tahap pemeliharaan meliputi pemberian pakan secara teratur, pengaturan kualitas air, dan pengendalian hama dan penyakit. Pada tahap pemasaran, penting untuk memperhatikan nilai jual ikan dan menjalin hubungan dengan pihak yang berkepentingan seperti pembeli dan distributor.

Di akhirnya, budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin memiliki prospek yang cerah di pasar Indonesia. Dengan perencanaan yang baik dan penerapan teknologi yang tepat, para peternak dapat memperoleh keuntungan yang memuaskan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Lele Sangkuriang, atau biasa dikenal sebagai lele lokal, merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk oleh Abah Nasrudin. Namun, tidak semua budidaya lele Sangkuriang sama hasilnya, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.

Faktor pertama yang mempengaruhi hasil budidaya lele Sangkuriang adalah pakan yang diberikan. Abah Nasrudin sangat memperhatikan jenis dan kualitas pakan yang diberikan pada ikan, karena ini akan berpengaruh besar pada pertumbuhan dan kesehatan ikan. Pakan yang seimbang nutrisinya dan mudah dicerna akan membuat ikan tumbuh dengan baik dan cepat.

Faktor kedua adalah sistem budidaya yang digunakan. Abah Nasrudin menggunakan sistem intensif dalam budidaya lele Sangkuriang, dimana ikan dibudidayakan dalam kolam berukuran kecil namun padat pakan. Sistem ini membutuhkan perawatan yang ketat dan harus dilakukan secara terus-menerus agar kualitas air dan kesehatan ikan tetap terjaga.

Faktor ketiga adalah pengendalian hama dan penyakit. Abah Nasrudin selalu memperhatikan gejala-gejala yang muncul pada ikan, dan jika ditemukan tanda-tanda penyakit atau serangan hama, segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan agar tidak menyebar ke ika
n yang lain.

Faktor keempat adalah teknologi dan peralatan yang digunakan. Abah Nasrudin menggunakan teknologi modern dan peralatan yang canggih untuk memantau kualitas air, suhu, dan tingkat oksigen dalam kolam. Hal ini sangat penting untuk menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Melalui pengamatan dan pengalaman dalam budidaya lele Sangkuriang, Abah Nasrudin telah berhasil mencapai hasil panen yang optimal dan ulet dalam menghadapi kendala-kendala yang ada. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil seperti pakan, sistem budidaya, pengendalian hama dan penyakit, dan teknologi yang digunakan, siapapun dapat mencapai kesuksesan dalam budidaya lele Sangkuriang seperti Abah Nasrudin.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang menjadi salah satu pilihan bisnis yang menjanjikan. Agar dapat memaksimalkan hasil panen, perlu adanya persiapan lahan atau wadah yang baik. Abah Nasrudin, salah satu pemilik usaha budidaya lele Sangkuriang terkemuka di wilayahnya, merekomendasikan beberapa cara dalam melakukan persiapan lahan atau wadah untuk budidaya lele Sangkuriang yang optimal.

Pertama-tama, pilih lokasi yang tepat dengan faktor lingkungan yang mendukung. Selanjutnya, buat wadah untuk tempat tinggal ikan lele yang optimal. Wadah yang digunakan untuk budidaya lele dapat berupa kolam, bak sementara atau media terpal. Pastikan wadah yang digunakan terbuat dari bahan yang berkualitas dan aman untuk ikan lele sangkuriang. Sebelum memasukkan air ke wadah, pastikan terlebih dahulu bahwa wadah tersebut bebas dari kotoran, sampah dan benda-benda tajam yang dapat membahayakan ikan.

Selain itu, perhatikan juga kualitas air yang digunakan untuk budidaya. Periksa pH, suhu, kadar oksigen, tingkat kekeruhan serta kandungan bahan kimia pada air. Jangan gunakan air sumur atau air keran yang belum diuji kualitasnya untuk mengisi wadah. Jika memiliki lahan yang memungkinkan, alangkah lebih baik bila membuat sumber air sendiri seperti sumur bor atau membuat kolam dengan sistem air resapan yang menghemat penggunaan air.

Terakhir, pastikan bahwa ikan lele sangkuriang yang akan ditanam pada wadah tersebut berasal dari bibit yang berkualitas dan bebas penyakit. Pilih bibit lele sangkuriang yang memiliki ukuran dan umur yang homogen agar pertumbuhannya merata.

Dengan melakukan persiapan yang baik, diharapkan budidaya lele Sangkuriang yang dijalankan akan memberikan hasil yang optimal dan menjanjikan dari segi finansial.

Pemilihan Bibit atau Benih dalam Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele sangkuriang telah menjadi salah satu jenis usaha perikanan yang banyak digemari oleh para peternak di Indonesia. Proses pemilihan bibit atau benih menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya lele sangkuriang. Abah Nasrudin, seorang peternak yang telah berhasil dalam budidaya lele sangkuriang, membagikan tips-tips penting dalam pemilihan bibit atau benih lele yang berkualitas.

Pertama-tama, bibit atau benih harus dipilih dari indukan lele yang sehat dan baik. Hal ini penting untuk memastikan bibit atau benih yang dihasilkan mempunyai kualitas yang bagus dan akan tumbuh menjadi ikan lele yang sehat dan kuat. Selain itu, pilihlah bibit atau benih dari ukuran yang seragam agar pertumbuhannya juga seragam.

Selain itu, pemilihan tempat pembibitan juga harus diperhatikan. Abah Nasrudin menuturkan bahwa pembibitan sebaiknya dilakukan di kolam induk atau di kolam yang berada dalam satu area dengan kolam induk. Hal ini dilakukan agar bibit atau benih lele yang dihasilkan lebih terkondisikan dan tidak mudah stres saat dipindahkan ke kolam yang baru.

Ketiga, pilih bibit atau benih yang harganya wajar dan sesuai dengan kualitasnya. Harga yang terlalu murah maupun terlalu mahal bukanlah indikator kualitas bibit atau benih yang baik. Oleh karena itu, sebaiknya teliti dan bandingkan harga bibit atau benih dari beberapa tempat sebelum membelinya.

Dalam budidaya lele, pemilihan bibit atau benih yang baik sangat penting demi keberhasilan panen yang optimal. Dengan memperhatikan tips-tips dari Abah Nasrudin, diharapkan para peternak dapat memilih bibit atau benih lele sangkuriang yang berkualitas dan tumbuh dengan baik di kolam budidaya mereka.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang telah dikenal sebagai salah satu jenis budidaya ikan air tawar yang cukup menjanjikan. Di antara para peternak, nama Abah Nasrudin cukup terkenal sebagai ahli dalam bidang budidaya ikan lele Sangkuriang. Salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya ikan lele Sangkuriang adalah proses pembibitan atau penyemaian yang tepat.

Proses pembibitan atau penyemaian ikan lele Sangkuriang dimulai dari penyiapan tempat penampungan air yang dirancang khusus untuk pembibitan ikan. Tahapan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi perkembangan telur. Abah Nasrudin menyarankan agar tempat penampungan air yang digunakan hendaknya tidak terpapar sinar matahari secara langsung, karena dapat meningkatkan suhu air.

Setelah tempat penampungan air siap, tahap selanjutnya adalah menyemaikan induk lele Sangkuriang ke dalam tempat tersebut. Abah Nasrudin menekankan pentingnya dalam pemilihan induk lele Sangkuriang yang berasal dari hasil pembiakan terbaik, agar dapat menghasilkan benih lele Sangkuriang yang berkualitas. Selain pemilihan induk, kebersihan tempat penampungan air dan pakan yang diberikan juga memengaruhi perkembangan telur.

Selama masa inkubasi, telur ikan lele Sangkuriang akan menetas menjadi larva. Pada tahap ini, Abah Nasrudin menyarankan untuk memberikan pakan yang tepat agar larva ikan tidak mengalami kekurangan nutrisi. Setelah larva ikan mencapai umur sekitar 20 hari, biasanya ikan tersebut sudah siap untuk dipindahkan ke kolam pembesaran.

Dalam budidaya lele Sangkuriang, proses pembibitan atau penyemaian memiliki peran penting dalam menentukan kualitas benih ikan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan yang sesuai dan didukung dengan pengetahuan serta pengalaman yang memadai, diharapkan para peternak mampu meraih sukses dalam budidaya ikan lele Sangkuriang.

Perawatan: Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin merupakan salah satu jenis usaha pembesaran ikan air tawar yang sedang populer di Indonesia saat ini. Untuk memperoleh hasil yang optimal pada budidaya ini dibutuhkan perawatan yang baik dan cermat. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin antara lain:

Pertama, lingkungan kolam harus dijaga kebersihannya. Kolam perlu dikuras secara berkala dan air kolam harus dipantau kualitasnya untuk menjaga kesehatan ikan lele Sangkuriang. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan stres dan rentan terserang penyakit.

Kedua, pemberian pakan yang cukup dan seimbang penting dilakukan. Pakan ikan lele Sangkuriang yang baik adalah pakan dengan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, pemberian pakan harus disesuaikan dengan umur dan bobot ikan.

Ketiga, pengurangan predator atau hama perlu diwaspadai. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengamanan terhadap ikan lele Sangkuriang dari serangan luar seperti burung atau serangga.

Keempat, pemantauan kesehatan ikan lele Sangkuriang harus dilakukan secara rutin. Jika ditemukan gejala-gejala tertentu seperti kematian mendadak atau perubahan fisik, segera lakukan tindakan untuk mencegah penyebaran penyakit ke ikan yang lain.

Dengan perawatan yang baik dan cermat, budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin dapat memberikan hasil yang memuaskan dan menjadi potensi bisnis yang menjanjikan bagi para peternak ikan.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang sudah sangat populer di kalangan peternak ikan air tawar di Indonesia. Namun, keberhasilan budidaya tersebut sangat bergantung pada peng
endalian hama dan penyakit yang tepat. Abah Nasrudin, seorang peternak lele Sangkuriang yang telah sukses, memberikan beberapa tips dalam mengendalikan hama dan penyakit di perkebunan ikan miliknya.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Abah Nasrudin untuk mengendalikan hama dalam budidaya lele Sangkuriang adalah dengan melakukan pemanfaatan alami. Abah Nasrudin menggunakan tanaman seperti brotowali, sirsak, dan tumbuhan lain sebagai bahan alami untuk menghilangkan hama pada kolam ikan. Tanaman tersebut tidak berbahaya dan memberikan manfaat yang baik bagi para lele sehingga dapat mempertahankan kualitas dan kesehatan ikan.

Selain itu, Abah Nasrudin juga memperhatikan faktor lingkungan tempat budidaya lele Sangkuriang. kolam ikan yang bersih dan sehat dapat mengurangi adanya hama dan penyakit. Oleh karena itu, Abah Nasrudin menjaga kebersihan kolam ikan, menjaga tingkat pH air dan suhu, dan memilih pakan yang tepat bagi lele Sangkuriang.

Selanjutnya, Abah Nasrudin juga melakukan tindakan pengendalian penyakit menggunakan obat-obatan kimia. Penggunaan obat-obatan kimia haruslah sesuai dan disarankan dengan pilihan obat yang tepat. Abah Nasrudin memastikan penggunaan obat kimia tersebut tidak berlebihan sehingga tidak menimbulkan efek samping negatif bagi kesehatan lele Sangkuriang.

Dalam budidaya lele Sangkuriang, pengendalian hama dan penyakit haruslah dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Abah Nasrudin selalu memperhatikan hal tersebut sehingga ikan lele Sangkuriang yang dihasilkan selalu berkualitas baik dan sehat. Diharapkan peternak lain dapat mengikuti tips-tips pengendalian hama dan penyakit yang sudah dikembangkan oleh Abah Nasrudin agar budidaya lele Sangkuriang semakin berkembang lebih baik lagi.

Hasil Panen dan Pascapanen Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin telah memberikan hasil yang memuaskan. Setelah proses pemeliharaan yang intensif selama beberapa bulan, lele siap untuk dipanen. Lele yang dipanen memiliki berat rata-rata sekitar 500 gram hingga 1 kilogram dengan panjang sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

Proses panen dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak terluka atau rusak selama proses pemindahan dari kolam budidaya ke tempat pengolahan. Lele yang masih segar dikemas dalam wadah berisi air bersih serta es batu untuk menjaga kualitas daging ikan.

Setelah proses panen, dilakukan proses pascapanen untuk menjaga kualitas daging ikan. Proses pascapanen meliputi pelaksanaan sortir ikan serta proses pengolahan. Ikan yang tidak layak konsumsi akan dibuang sementara ikan yang masih segar akan diolah menjadi berbagai produk olahan lele seperti nugget dan bakso.

Hasil panen dan pascapanen budidaya lele Sangkuriang Abah Nasrudin ini cukup memuaskan. Kualitas daging ikan yang masih segar serta proses pascapanen yang baik, menjadikan produk olahan lele ini diminati oleh konsumen lokal dan sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa budidaya lele tidak hanya memberikan keuntungan bagi peternak, tapi juga memberikan manfaat bagi konsumen yang membutuhkan protein hewani dengan kualitas yang baik.

Keuntungan dan Manfaat dari Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

Budidaya lele sangkuriang abah nasrudin merupakan salah satu usaha peternakan yang cukup menjanjikan. Lele sangkuriang atau lebih dikenal sebagai lele dumbo merupakan jenis lele yang ukurannya lebih besar dan memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan dengan jenis lele lainnya. Abah Nasrudin, seorang peternak ternama di Tasikmalaya, Jawa Barat berhasil mengembangkan budidaya lele sangkuriang dengan teknik yang lebih baik sehingga menghasilkan kualitas lele yang baik.

Keuntungan pertama dari budidaya lele sangkuriang abah nasrudin adalah tingginya permintaan pasar. Lele sangkuriang memiliki pasar yang besar karena banyak digemari di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, harga jual lele sangkuriang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lele lainnya.

Keuntungan kedua adalah performa budidaya yang lebih baik. Abah Nasrudin telah mengembangkan teknik budidaya lele sangkuriang yang lebih baik dibandingkan dengan teknik budidaya umumnya. Hal ini membuat performa budidaya menjadi lebih baik dengan hasil produksi yang melimpah.

Manfaat dari budidaya lele sangkuriang abah nasrudin adalah dapat meningkatkan pendapatan petani atau pengusaha di bidang peternakan. Selain itu, budidaya lele sangkuriang ini juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan manusia karena kandungan protein yang tinggi pada lele sangkuriang.

Akhirnya, budidaya lele sangkuriang abah nasrudin dapat menjadi pilihan usaha yang menjanjikan dan dapat membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Dalam skala kecil atau besar, maka tetap dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat lokal dan nasional.

Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasrudin: Solusi Bisnis di Tengah Pandemi

Jangan biarkan pandemi ini membuatmu berputus asa dalam berbisnis. Ada satu solusi yang bisa dicoba: budidaya lele sangkring Abah Nasrudin. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, budidaya lele ini juga bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Abah Nasrudin sebagai pelopor budidaya lele sangkuriang ini, membagikan pengalamannya tentang ternak ini. Dengan teknik budidaya yang handal, hasil panen lele sangkuriang sangat menguntungkan dan bisa memenuhi permintaan pasar dengan baik.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari bisnis budidaya lele sangkuriang ini adalah, modal awal yang tidak terlalu besar. Dibutuhkan lahan yang tidak terlalu luas, dan modal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, budidaya lele ini juga mudah dilakukan dengan bantuan petunjuk teknis dari Abah Nasrudin.

Jangan takut untuk mencoba budidaya lele sangkuriang Abah Nasrudin. Ini adalah kesempatanmu untuk berkembang dalam bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya pandemi ini, bisnis budidaya lele ini bisa menjadi solusi untuk mendapatkan penghasilan yang stabil. Selain itu, lingkungan sekitar juga akan merasakan dampak positif dari bisnis ternak ini.

Sekarang, saatnya untuk melangkah dan mencoba. Dapatkan peluangmu dalam bisnis budidaya lele sangkuriang Abah Nasrudin. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa kembali dalam artikel inspiratif lainnya.

Jangan lupa untuk membagikan informasi penting ini kepada orang-orang terdekatmu. Siapa tahu ada yang sedang membutuhkan solusi bisnis di tengah pandemi ini. Semoga informasi ini bermanfaat!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements