Budidaya Microworm untuk Pemberian Pakan Ikan dan Burung

Budidaya Microworm: Menjadi Alternatif Pakan Ikan yang Menjanjikan

Halo Sobat Desa, kali ini kita akan membahas mengenai budidaya microworm sebagai alternatif pakan ikan yang semakin populer di kalangan para pembudidaya. Seiring dengan semakin tingginya permintaan akan pakan ikan yang berkualitas, budidaya microworm menjadi salah satu solusinya.

Microworm adalah cacing mikroskopis yang sangat cocok sebagai pakan ikan yang masih bertahap. Banyak jenis ikan yang masih berukuran kecil dan belum mampu memakan pakan yang berukuran besar. Di sinilah peran microworm sebagai alternatif pakan yang efektif dan efisien.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai teknik budidayanya, perlu diketahui bahwa microworm berasal dari genus Panagrellus. Cacing ini hidup di media yang kaya akan bakteri dan sangat mudah untuk ditemukan dan dibudidayakan. Budidaya microworm tidak memerlukan biaya besar sebab kebutuhan media seperti tepung roti bisa dijangkau dengan mudah.

Dalam budidaya microworm, pemilihan media menjadi hal yang penting. Media yang diperlukan adalah campuran tepung roti dan ragi yang sudah difermentasi. Keberhasilan budidaya microworm bergantung pada kesesuaian media yang dipilih dan ketepatan dalam memberikan pakan dan perawatan yang baik.

Dalam artikel selanjutnya, kita akan membahas bagaimana teknik budidaya microworm yang tepat sehingga Sobat Desa bisa melakukan budidaya microworm sendiri di rumah. Budidaya microworm bisa menjadi usaha sampingan yang menjanjikan bagi Anda para hobiis ikan. Let’s get started!

Latar Belakang Budidaya Micro Worm

Micro worm adalah jenis cacing yang bisa dipelihara dalam jumlah besar untuk keperluan pakan ikan dan hewan kecil seperti burung, katak, dan reptil. Micro worm dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik sehingga cocok dijadikan makanan alternatif bagi ikan dan hewan kecil yang biasanya memakan plankton di alam bebas.

Budidaya micro worm sendiri membutuhkan teknik yang cukup mudah, yakni dengan memanfaatkan kotoran organik seperti tepung beras atau roti sebagai medium pertumbuhan cacing. Proses budidaya dilakukan dengan memberikan makanan dan air yang cukup setiap hari sehingga dapat menghasilkan cacing dalam jumlah yang memadai.

Dalam aplikasinya, keuntungan dari budidaya micro worm cukup besar karena selain dapat digunakan sebagai pakan ikan dan hewan kecil, cacing ini juga bisa dijadikan sebagai produk pangan yang bernilai jual tinggi. Budidaya juga memungkinkan cacing dihasilkan dalam jumlah besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.

Meski begitu, budidaya micro worm pada kenyataannya masih memiliki berbagai tantangan terutama dalam hal perawatan dan pengendalian kualitas agar memiliki mutu dan kandungan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, pembudidaya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat memulai budidaya micro worm dengan benar agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan bertahan lama.

Dalam hal ini, penggunaan teknologi juga dapat membantu proses budidaya agar lebih efektif dan praktis sehingga tidak hanya memperkecil resiko dalam budidaya tetapi juga meningkatkan kualitas produk budidaya micro worm.

Budidaya Microworm

Microworm merupakan salah satu jenis cacing mikroskopik yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi ikan hias dan burung. Budidaya microworm merupakan cara yang mudah dan ekonomis untuk memproduksi pakan alami bagi hewan peliharaan.

Untuk memulai budidaya microworm, kita perlu menyiapkan wadah berbentuk kotak serta bahan-bahan seperti cake kering atau roti tawar yang diolesi dengan ragi sebagai media pertumbuhan microworm. Setelah media tersebut disiapkan, campuran air dan susu fermentasi dapat ditambahkan ke dalam wadah tersebut.

Kelembaban dan suhu yang tepat sangat penting dalam mengembangkan populasi microworm. Wadah harus disimpan pada suhu sekitar 20°C atau di bawah 25°C dengan kelembaban sekitar 80%. Proses ini memakan waktu sekitar satu minggu untuk mencapai produksi yang optimal.

Selanjutnya, kita dapat memanen microworm dengan cara mengumpulkan microworm yang menempel pada dinding wadah menggunakan sikat gigi. Microworm dapat disimpan di wadah tertutup dan diberi makan roti tawar atau cake kering yang diberikan pada media pertumbuhan microworm.

Budidaya microworm dapat menjadi alternatif untuk menghasilkan pakan ikan hias dan burung yang lebih sehat dan ekonomis. Kita dapat membudidayakan microworm di rumah sendiri dengan biaya produksi yang terjangkau. Selain itu, dengan budidaya microworm, kita juga turut membantu menjaga kelestarian lingkungan alami dari penangkapan ikan liar untuk dijadikan pakan ikan hias.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Microworm

Microworm adalah salah satu jenis cacing mikro yang biasa dibudidayakan sebagai pakan ikan dan hewan kecil lainnya. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam budidaya microworm, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dan dijaga dengan baik.

Read more:

Pertama-tama, faktor lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya microworm. Suhu dan kelembapan udara perlu diatur secara optimal dan konsisten dalam ruang budidaya agar microworm dapat berkembang dengan baik. Selain itu, kondisi kebersihan dan sanitasi lingkungan budidaya juga perlu diperhatikan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat mempengaruhi kualitas microworm.

Faktor nutrisi juga menjadi faktor penting dalam budidaya microworm. Pemilihan media budidaya dan pemberian pakan yang tepat menjadi kunci dalam pertumbuhan microworm. Umumnya, microworm dapat diberikan pakan seperti tepung roti atau tepung jagung yang dicampur dengan air. Namun, perlu diingat bahwa pemberian pakan yang berlebihan bisa mempengaruhi kualitas microworm dan juga menyebabkan tumbuhnya jamur pada media budidaya.

Selain faktor lingkungan dan nutrisi, faktor manajemen budidaya juga perlu diperhatikan. Pemberian makanan yang tidak teratur atau kurangnya pengocokan media budidaya dapat menyebabkan microworm mati atau tidak berkembang dengan optimal. Oleh karena itu, seorang peternak microworm perlu memahami dan mengatur kebutuhan dasar microworm agar hasil budidaya optimal.

Terakhir, faktor bahan penunjang seperti starter culture atau bibit microworm yang digunakan juga mempengaruhi hasil budidaya. Sebaiknya menggunakan bibit microworm yang berasal dari peternak yang terpercaya agar kualitasnya lebih terjamin.

Dalam kesimpulannya, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam budidaya microworm, seorang peternak perlu memperhatikan beberapa faktor seperti lingkungan, nutrisi, manajemen budidaya, dan bahan penunjang dengan baik dan konsisten. Dengan demikian, diharapkan produksi microworm bisa meningkat dan memberikan keuntungan bagi para peternak.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Microworm

Pengenalan

Microworm adalah jenis cacing yang biasa digunakan sebagai pakan ikan dan burung. Budidaya microworm dapat dilakukan secara mudah dan sederhana di rumah dengan mempersiapkan lahan atau wadah yang tepat. Microworm dapat tumbuh dengan baik pada suhu 20-27 derajat celcius dan membutuhkan kelembapan yang cukup. Dalam artikel ini, akan dibahas cara persiapan lahan atau wadah untuk budidaya microworm.

Persiapan Lahan atau Wadah

Untuk memulai budidaya microworm, pertama-tama harus menyiapkan wadah atau tempat untuk menumbuhkan microworm. Wadah yang ideal untuk budidaya microworm yaitu wadah berbahan plastik transparan seperti bekas makanan atau gelas plastik. Pastikan wadah tersebut bersih dan steril sebelum digunakan. Jangan lupa untuk membuat lubang-lubang kecil pada bagian atas wadah untuk sirkulasi udara.

Kemudian, buatlah campuran nutrisi untuk microworm. Campuran nutrisi untuk microworm dapat dibuat dengan mencampurkan tepung roti, air matang, dan ragi. Aduk rata campuran tersebut dan tuangkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Pastikan setiap bagian dari wadah tercukupi oleh campuran nutrisi.

Proses Budidaya

Setelah wadah dan campuran nutrisi sudah disiapkan, langkah selanjutnya yaitu menambahkan bibit microworm ke dalam wadah tersebut. Bibit microworm dapat diperoleh dari peternak atau toko pakan ternak terdekat. Setelah ditambahkan bibit microworm, tutup wadah dan letakkan di tempat yang hangat dan lembab.

Microworm akan mulai berkembang biak dalam waktu kurang lebih 5-7 hari. Pada saat itulah, microworm dapat digunakan sebagai pakan ikan atau burung. Selama proses budidaya, jangan lupa untuk memantau kesehatan microworm dan memberikan nutrisi yang cukup.

Budidaya microworm dapat dilakukan dengan mudah di rumah dengan mempersiapkan lahan atau wadah yang tepat. Memilih wadah yang tepat, membuat campuran nutrisi yang sesuai, menambahkan bibit microworm, dan menjaga kesehatan microworm adalah kunci sukses dalam budidaya microworm. Dengan memanfaatkan microworm sebagai pakan ikan atau burung, kita dapat menghemat biaya dan memastikan pakan yang sehat dan berkualitas.

Pemilihan Bibit atau Benih Budidaya Microworm

Pendahuluan

Dalam budidaya microworm, memilih bibit atau benih yang baik sangat penting untuk menghasilkan populasi yang optimal. Bibit atau benih yang baik akan menghasilkan keturunan microworm yang sehat dan kuat, sehingga dapat dijadikan pakan ikan atau larva. Oleh karena itu, pemilihan bibit atau benih menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam budidaya microworm.

Pemilihan Bibit atau Benih Microworm

Sebelum memilih bibit atau benih microworm, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan bibit atau benih yang akan dipilih berasal dari indukan yang sehat. Indukan yang sehat akan menghasilkan bibit atau benih yang baik pula. Kedua, bibit atau benih yang dipilih sebaiknya berasal dari lingkungan yang bersih dan terawat dengan baik. Lingkungan yang bersih akan meminimalisir risiko infeksi dan penyakit pada bibit atau benih.

Selain itu, pastikan bibit atau benih yang dipilih memiliki ukuran yang seragam. Ukuran yang seragam akan memudahkan dalam proses pemeliharaan dan meminimalisir munculnya bibit atau benih yang tertinggal.

Dalam budidaya microworm, pemilihan bibit atau benih yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam menghasilkan populasi microworm yang sehat dan kuat. Bibit atau benih yang baik sebaiknya berasal dari indukan yang sehat, lingkungan yang bersih, dan memiliki ukuran yang seragam. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa bibit atau benih yang kurang baik dapat mempengaruhi kualitas populasi microworm yang dihasilkan. Oleh karena itu, pemilihan bibit atau benih menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam budidaya microworm.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Microworm

Microworm merupakan salah satu jenis pakan alami yang sering digunakan sebagai makanan ikan hias. Ukurannya yang kecil serta mudah dibudidayakan membuat microworm menjadi pilihan bagi para penggemar ikan hias. Proses pembibitan atau penyemaian microworm cukup sederhana.

Untuk memulai pembibitan microworm, persiapkan terlebih dahulu tempat yang bersih. Gunakan wadah berbahan plastik atau kaca yang tidak terbalik ketika diisi air. Selanjutnya, siapkan media tanam berupa oatmeal yang sudah dibasahi dengan air matang. Oatmeal merupakan pilihan yang tepat karena mudah didapat dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh microworm.

Setelah itu, ambil starter microworm dan taburkan di atas media. Tunggu beberapa saat hingga starter menyebar merata dan tertanam dalam oatmeal. Taburlah starter secukupnya, terlalu banyak dapat menyebabkan kelebihan populasi.

Untuk menjaga kebersihan media, pastikan untuk tidak memberikan air terlalu banyak. Berikan sedikit air matang secukupnya untuk menjaga kelembaban media. Setelah diberikan air, biarkan beberapa saat hingga air terserap sempurna.

Dalam beberapa hari, microworm akan berkembang biak dan siap untuk dipanen. Caranya dengan mengambil sedikit sejumput oatmeal bersama dengan bibit microworm. Anda dapat memberikannya langsung pada ikan hias atau menyimpannya terlebih dahulu di dalam lemari pendingin.

Demikianlah cara sederhana dalam melakukan pembibitan atau penyemaian budidaya microworm. Dengan menjaga kebersihan dan memberikan nutrisi yang cukup, microworm dapat berkembang biak dengan cepat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan makanan ikan hias kesayangan Anda.

Perawatan: Budidaya Microworm

Pendahuluan

Microworm merupakan cacing kecil yang biasa digunakan sebagai pakan ikan hias atau burung. Budidaya microworm dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Perawatan yang tepat akan membuat microworm berkembang biak dengan cepat dan sehat.

Cara Budidaya Microworm

Untuk memulai budidaya microworm, kita perlu menyiapkan wadah yang bersih dan steril. Wadah yang cocok untuk budidaya microworm adalah gelas atau kotak plastik dengan tutup. Kemudian, siapkan bahan untuk media budidaya seperti tepung roti, oatmeal, atau serbuk gandum. Campurkan media dengan air mineral hingga membentuk adonan yang berkonsistensi lembut.

Setelah media siap, ambil sedikit microworm yang telah diperoleh sebelumnya dan taburkan di atas media. Tutup wadah dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Media harus tetap lembab dan tidak terlalu basah atau kering. Lakukan pemberian makan setiap hari dengan memberikan sedikit media yang baru dicampur air mineral.

Perawatan Microworm

Untuk menjaga kebersihan wadah, sebaiknya mengganti media budidaya setiap minggu sekali. Pindahkan microworm yang berkembang biak ke wadah yang baru dengan tangan yang bersih atau menggunakan pipet. Pastikan wadah baru sudah dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu sebelum memindahkan microworm.

Suhu yang ideal untuk budidaya microworm adalah antara 20-27°C. Jika suhu terlalu dingin, perkembangan microworm menjadi lambat dan jika terlalu panas, microworm bisa mati. Sebaiknya menjaga suhu dengan menempatkan wadah di tempat yang stabil dan tidak terkena cuaca yang ekstrim.

Dengan perawatan yang tepat, budidaya microworm dapat dilakukan dengan mudah dan menghasilkan populasi microworm yang berkualitas baik. Selain itu, budidaya microworm di rumah juga dapat menjadi alternatif pilihan untuk menyediakan pakan yang lebih sehat dan terjangkau bagi ikan hias atau burung.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Budidaya Microworm

Microworm, atau dikenal dengan nama ilmiah Panagrellus redivivus, adalah mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai pakan ikan, burung, dan reptil. Selain itu, microworm juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Microworm memiliki ukuran sekitar 1 mm dan memiliki bentuk seperti cacing. Mereka hidup di lingkungan yang kaya akan nutrisi dan dapat berkembang biak cepat dalam skala besar. Oleh karena itu, microworm dapat menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman.

Di dalam budidaya microworm, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan media yang diperlukan seperti tepung roti atau tepung jagung. Kemudian, tambahkan air bersih pada media tersebut dan biarkan selama beberapa jam hingga media menjadi lembek.

Setelah itu, tambahkan microworm ke dalam media dan diamkan selama beberapa hari. Dalam waktu tersebut, microworm akan berkembang biak dan dapat digunakan sebagai pakan atau sebagai pengendalian hama dan penyakit.

Kelebihan dari penggunaan microworm sebagai pengendalian hama dan penyakit adalah karena mereka tidak mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, microworm juga dapat digunakan dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar.

Namun demikian, penggunaan budidaya microworm sebagai pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Hal ini agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman.

Dalam kesimpulannya, budidaya microworm dapat menjadi solusi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Selain itu, budidaya microworm juga mampu memberikan manfaat sebagai sumber pakan alternatif bagi ikan, burung, dan reptil.

Hasil Panen dan Pascapanen Budidaya Microworm

Pengenalan

Budidaya microworm adalah salah satu jenis budidaya yang dilakukan untuk kebutuhan pakan ikan dan hewan ternak lainnya. Meski ukurannya sangat kecil, namun manfaat dari microworm sebagai pakan untuk ikan sangatlah besar. Para peternak ikan dan hewan ternak biasanya melakukan budidaya microworm untuk menghasilkan pakan yang ekonomis dan berkualitas baik.

Hasil Panen

Hasil panen microworm dapat dilihat dari jumlah dan kualitas cacing yang dihasilkan. Microworm dapat dipanen ketika sudah mencapai usia dewasa sekitar 7-10 hari setelah diletakkan di media budidaya. Biasanya, panen dilakukan dengan cara mengambil media budidaya beserta microworm yang ada di dalamnya kemudian diambil cacing-cacing yang berserakan di media budidaya.

Pascapanen

Setelah panen dilakukan, microworm dapat disimpan di wadah khusus dan diberi makan adonan tepung untuk menjaga kualitas dan kuantitas microworm. Microworm yang sehat dan berkualitas dapat dikemas dan dijual ke pasar hewan ternak atau kepada peternak ikan dan hewan ternak langsung.

Budidaya microworm sangat bermanfaat bagi para peternak ikan dan hewan ternak. Hasil panen microworm yang berkualitas dapat menjaga kesehatan ikan dan hewan ternak, serta membantu meningkatkan produksi dalam jangka panjang. Dengan melakukan pascapanen yang baik dan tepat, microworm bisa bertahan lama sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang optimal bagi peternak.

Keuntungan dan Manfaat dari Budidaya Microworm

Microworm adalah jenis cacing kecil yang sangat mudah dibiakkan di rumah. Budidaya microworm mungkin tidak sepopuler budidaya cacing lainnya seperti cacing sutera, tetapi memiliki beberapa keuntungan dan manfaat yang bisa didapat.

Salah satu keuntungan utama dari budidaya microworm adalah sebagai pakan ikan. Microworm merupakan pakan yang sangat baik untuk ikan kecil seperti cupang, karena ukurannya yang kecil dan mudah dimakan. Selain itu, microworm dikenal sebagai pakan yang mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk ikan.

Manfaat lain dari budidaya microworm adalah sebagai bahan kompos. Cacing microworm dapat memakan bahan organik dan mengubahnya menjadi pupa atau kotoran, yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kompos. Kompos yang dihasilkan dari bakteri dan mikroorganisme yang hidup di bawah tanah ini membuat tanaman tumbuh subur.

Selain itu, budidaya microworm juga bisa digunakan sebagai alat edukasi untuk anak-anak. Kita bisa mengajarkan anak-anak untuk merawat cacing microworm dan memperlihatkan proses pertumbuhan mereka dari telur sampai menjadi cacing dewasa. Hal ini akan memperkenalkan mereka pada siklus hidup dan juga memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Terakhir, budidaya microworm juga dapat memberikan penghasilan tambahan. Anda bisa menjual microworm pada toko ikan atau pemilik hewan peliharaan lainnya, atau bahkan membuat kotorannya menjadi produk kompos yang dapat dijual sebagai pupuk organik.

Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, budidaya microworm merupakan pilihan yang menguntungkan bagi para pencinta ikan dan peternak di rumah. Apalagi bahan atau tempat untuk budidaya microworm sangat mudah didapat, sehingga siapa saja bisa mencobanya tanpa menjalankan usaha yang besar dan rumit.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Microworm

Microworm adalah cacing kecil yang populer dikembangkan sebagai pakan ikan dan hewan reptil. Namun, budidaya microworm tidaklah mudah dan memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diperhatikan.

Salah satu tantangan dalam budidaya microworm adalah masalah kebersihan. Microworm harus ditempatkan di tempat yang bersih dan steril agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dan jamur. Selain itu, karena microworm hidup di lingkungan yang lembap, pengelolaan kelembapan dapat menjadi hambatan lain dalam proses budidaya.

Selain tantangan kebersihan dan kelembapan, budidaya microworm juga memerlukan perawatan khusus. Microworm membutuhkan sumber makanan yang cukup, seperti tepung roti dan beras, serta pencahayaan yang cukup untuk pertumbuhannya. Jika perawatan tidak teratur, microworm tidak akan berkembang dan tidak dapat digunakan sebagai pakan.

Namun, meskipun memiliki tantangan dan kekurangan, budidaya microworm juga memiliki keuntungan. Microworm dapat mencapai kematangan dalam waktu singkat dan mudah diambil untuk digunakan sebagai pakan. Selain itu, budidaya microworm juga dapat dilakukan dengan biaya yang murah, sehingga cocok bagi hobiis yang ingin memiliki hewan peliharaan tanpa memerlukan biaya yang besar.

Dalam kesimpulannya, walau memiliki tantangan dan kekurangan dalam budidaya microworm, dengan perawatan yang tepat, microworm dapat menghasilkan pakan berkualitas untuk ikan dan hewan reptil. Namun, dalam prosesnya perlu diperhatikan kebersihan dan pengelolaan kelembaban agar budidaya microworm berjalan dengan lancar.

Budidaya Microworm: Solusi Praktis untuk Pemula dalam Memelihara Ikan

Bagi Anda yang baru saja memulai hobi memelihara ikan, budidaya microworm bisa menjadi solusi praktis dan efektif untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan Anda. Tidak hanya mudah dilakukan, budidaya microworm juga sangat menguntungkan bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Dibandingkan dengan pakan ikan dalam bentuk serbuk, microworm memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga sangat mudah dicerna oleh ikan. Selain itu, microworm juga kaya akan nutrisi dan protein yang sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Budidaya microworm bisa dilakukan dengan menggunakan media yang sangat sederhana seperti kentang, oatmeal, atau tepung roti. Selain itu, microworm juga sangat mudah berkembang biak dan bisa dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak.

Dengan melakukan budidaya microworm, Anda tidak hanya bisa menghemat biaya untuk membeli pakan ikan, tetapi juga bisa memastikan kualitas pakan yang diberikan kepada ikan Anda. Selain itu, Anda juga bisa merasakan kepuasan tersendiri ketika melihat ikan Anda tumbuh dengan baik dan sehat.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari segera mencoba budidaya microworm dan rasakan sendiri manfaatnya bagi ikan kesayangan Anda. Bagikan informasi ini kepada teman dan keluarga yang juga memiliki hobi memelihara ikan untuk membantu mereka masuk ke dalam dunia budidaya ikan dengan mudah dan efektif.

Sampai jumpa kembali!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements