Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

budidaya tanaman obat jeruk nipis

Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis untuk Kesehatan

Halo Sobat Desa,

Anda pasti pernah mendengar mengenai manfaat jeruk nipis untuk kesehatan. Jeruk nipis sangat dikenal untuk pengobatan herbal, terutama sebagai obat pelangsing dan obat penurun panas. Selain itu, jeruk nipis juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Budidaya tanaman obat jeruk nipis sangat dianjurkan bagi Anda yang ingin memiliki obat herbal yang alami dan mudah diakses, selain itu budidaya jeruk nipis juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan. Jeruk nipis dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan pertanian.

Namun, sebelum menanam jeruk nipis, perlu diketahui terlebih dahulu tentang teknik dan syarat tumbuh yang tepat agar hasilnya optimal. Jeruk nipis membutuhkan tanah yang subur serta sinar matahari yang cukup. Pemupukan juga harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Selain itu, perawatan tanaman jeruk nipis juga perlu dilakukan secara rutin agar tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Langkah-langkah perawatan dapat dilakukan dengan menyiangi gulma, memberi pupuk secara teratur, serta pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida organik.

Budidaya tanaman obat jeruk nipis memang memerlukan perawatan yang cukup, tetapi manfaat yang diberikan sangatlah besar. Dengan memiliki tanaman jeruk nipis di rumah atau lahan pertanian, Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang baik dan juga bisa memberi manfaat bagi tetangga sekitar. Mari mulai budidayakan tanaman obat jeruk nipis untuk kesehatan Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda, Sobat Desa.

Latar Belakang: Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Jeruk nipis adalah buah yang kaya akan nutrisi dan sering digunakan sebagai bahan tambahan pada masakan dan minuman. Bukan hanya enak, jeruk nipis juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Tanaman jeruk nipis merupakan salah satu tanaman obat yang popular dan banyak digunakan di Indonesia.

Budidaya jeruk nipis umumnya dilakukan oleh petani yang ingin mendapatkan keuntungan dari hasil panen. Beberapa waktu belakangan ini, budidaya tanaman obat secara organik semakin diminati oleh para petani. Salah satunya adalah budidaya tanaman obat jeruk nipis secara organik.

Budidaya jeruk nipis secara organik memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan budidaya tanaman konvensional. Dalam budidaya organik, tanaman jeruk nipis ditanam dan dirawat tanpa menggunakan bahan kimia dan pestisida sintetis. Oleh karena itu, jeruk nipis organik dianggap lebih aman dan sehat karena tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Selain itu, budidaya jeruk nipis secara organik juga memiliki dampak positif pada lingkungan. Tanpa menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya, maka akan mengurangi polusi dan kontaminasi tanah serta air yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat sekitar.

Diantara beberapa manfaatnya, jeruk nipis sangat baik untuk pencegahan berbagai penyakit karena mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Selain itu, jeruk nipis juga dapat membantu pengobatan beberapa penyakit seperti batuk, flu, dan asma.

Dari latar belakang tersebut, dapat dikatakan bahwa budidaya tanaman obat jeruk nipis menjadi pilihan yang sangat baik untuk dilakukan. Dengan budidaya secara organik, maka manfaatnya tidak hanya bagi petani yang mendapatkan keuntungan finansial, akan tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan manusia secara keseluruhan.

Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Jeruk nipis merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikenal memiliki khasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit serta mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Budidaya tanaman obat jeruk nipis semakin populer di kalangan masyarakat karena ketersediaannya yang mudah dan hasilnya yang menguntungkan. Berikut adalah penjelasan tentang cara budidaya tanaman obat jeruk nipis.

Pertama-tama, pemilihan bibit jeruk nipis yang baik sangat penting dalam budidaya tanaman ini. Pilih bibit dengan batang sehat dan daun yang subur. Pastikan selalu memilih bibit dari petani yang terpercaya dan kualitasnya terbaik.

Kedua, tampah dan media tanam juga harus dipersiapkan dengan baik. Jeruk nipis dapat ditanam di lahan atau dalam pot. Tampah dan isi media tanam harus steril agar terhindar dari serangan hama dan penyakit. Campurkan tanah, pupuk kandang, dan pupuk buatan dalam tampah atau pot.

Ketiga, jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin. Siram tanaman secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah. Berikan pupuk secara teratur untuk meningkatkan hasil panen dan kekuatan tanaman. Jangan lupa untuk memangkas cabang yang tidak diperlukan dan merusak bentuk tanaman.

Read more:

Keempat, waktu panen juga harus diperhatikan. Tanaman jeruk nipis dapat dipanen setelah 2-3 tahun masa penanaman. Pilih buah yang sudah cukup matang dan memiliki kualitas baik. Buah yang telah dipanen dapat diolah menjadi berbagai produk seperti minuman, makanan, atau obat-obatan.

Dengan mengikuti beberapa tahapan cara budidaya tanaman obat jeruk nipis yang baik dan benar, diharapkan dapat menghasilkan jeruk nipis yang berkualitas dan memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, dapat menjadi ladang bisnis yang menguntungkan dengan harga yang cenderung stabil.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Tanaman obat jeruk nipis merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak kandungan nutrisi dan manfaat untuk kesehatan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam budidaya tanaman ini, terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan.

Faktor Lingkungan

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil budidaya jeruk nipis adalah faktor lingkungan. Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan untuk pertumbuhannya. Sedangkan, suhu yang ideal untuk pertumbuhan jeruk nipis berkisar antara 25-35 derajat Celsius dengan kelembaban udara yang baik.

Faktor Kesuburan Tanah

Tanaman jeruk nipis membutuhkan tanah yang kaya akan nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemupukan secara rutin dan pengaturan pH tanah yang ideal.

Faktor Penyakit dan Hama

Tanaman jeruk nipis rentan terhadap serangan penyakit dan hama. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian secara teratur dengan menggunakan pestisida organik atau bahan alami lainnya. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelestarian produksi serta hasil yang berkualitas.

Faktor Teknik Budidaya

Terakhir, faktor teknik budidaya juga sangat mempengaruhi hasil budidaya tanaman jeruk nipis. Beberapa teknik budidaya yang dapat diterapkan seperti pemangkasan, penyiraman dan pemeliharaan sehari-hari yang tepat akan sangat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil produksi yang dihasilkan.

Dari keempat faktor tersebut, terlihat bahwa budidaya tanaman jeruk nipis bukanlah hal yang sederhana dan membutuhkan perhatian yang serius. Namun, dengan menjaga faktor-faktor tersebut, diharapkan dapat menghasilkan jeruk nipis yang berkualitas serta bermanfaat bagi kesehatan.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Budidaya tanaman obat jeruk nipis menjadi salah satu pilihan bagi para petani
yang ingin mencoba budidaya tanaman obat. Jeruk nipis memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan dapat digunakan sebagai produk kesehatan atau kecantikan. Sebelum memulai budidaya ini, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan.

Pertama, persiapkan lahan yang akan digunakan. Cari lahan yang terletak di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung. Pastikan bahwa lahan tersebut memiliki drainase yang baik untuk menghindari terjadinya genangan air. Oleh karena itu, perlu membuat saluran air dan penampungan air untuk membantu irigasi pada saat musim kemarau.

Kedua, persiapkan wadah untuk menanam jeruk nipis jika Anda ingin melakukan budidaya dalam pot atau dalam ruangan. Pilih pot yang cukup besar dan memiliki lubang pembuangan untuk menghindari akumulasi air yang berlebih. Anda juga perlu menyiapkan tanah dengan campuran pupuk kandang atau pupuk kompos untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup.

Selain itu, pastikan juga bahwa suhu di sekitar lahan atau wadah cukup hangat dan seimbang. Jeruk nipis membutuhkan suhu yang hangat dan sinar matahari yang cukup agar tumbuh dengan baik. Anda bisa mengecek cuaca atau menggunakan pengukur suhu dan kelembapan udara untuk memastikan lingkungan cukup hangat.

Akhirnya, jangan lupa untuk mempersiapkan bibit jeruk nipis yang berkualitas baik. Pilih bibit yang sehat, bebas dari hama atau penyakit, dan berasal dari sumber yang terpercaya untuk dipastikan bisa tumbuh dengan baik. Jangan lupa untuk melakukan perawatan secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman, seperti memberikan air dan pupuk secara teratur.

Dengan melakukan persiapan yang baik, budidaya tanaman obat jeruk nipis bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dan memberikan manfaat pada kesehatan masyarakat. Tetaplah mempelajari lebih lanjut mengenai budidaya tanaman obat ini dan jangan takut untuk mencoba!

Pemilihan Bibit atau Benih Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Tanaman obat telah menjadi perhatian yang semakin meningkat di masyarakat. Salah satu jenis tanaman obat yang cukup populer adalah jeruk nipis. Tanaman jeruk nipis dapat dibudidayakan di halaman rumah maupun di lahan pertanian. Namun, untuk memperoleh hasil yang optimal, pemilihan bibit atau benih yang berkualitas sangat penting.

Pemilihan bibit atau benih jeruk nipis yang berkualitas akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. Bibit yang baik umumnya memiliki bentuk dan ukuran seragam, serta bebas dari cacat fisik atau penyakit. Selain itu, benih juga harus berasal dari tanaman yang sehat dan produktif.

Selain memperhatikan kondisi fisik bibit atau benih, perlu juga dipertimbangkan asal-usul bibit atau benih yang akan digunakan. Untuk mendapatkan bibit atau benih yang berkualitas, sebaiknya memperolehnya dari sumber yang terpercaya dan telah teruji kualitasnya.

Setelah memperoleh bibit atau benih yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan lahan dan penanaman. Pemilihan lokasi yang tepat, pengolahan tanah secara baik, penanaman pada waktu yang tepat serta pemeliharaan yang baik sangat berpengaruh pada hasil panen yang nantinya akan didapatkan.

Dalam pembudidayaan jeruk nipis, pemilihan bibit atau benih yang berkualitas merupakan langkah awal yang penting. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan hasil panen.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Pendahuluan

Budidaya tanaman obat jeruk nipis merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan. Untuk memperoleh kualitas tanaman jeruk nipis yang baik, maka diperlukan teknik pembibitan atau penyemaian yang benar.

Pembibitan

Pembibitan tanaman jeruk nipis dapat dilakukan dengan menggunakan biji atau sambungan mata tunas. Untuk pembibitan menggunakan biji, biji dipilih dari buah jeruk nipis yang sudah matang dan sehat. Kemudian, biji dicuci dan dikeringkan selama beberapa jam. Setelah itu, biji disimpan dalam tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan sekam. Sedangkan untuk pembibitan menggunakan sambungan mata tunas, tunas yang sehat dipotong dan diletakkan pada batang pohon jeruk nipis yang masih muda.

Penyemaian

Penyemaian jeruk nipis dapat dilakukan menggunakan media tanam seperti arang sekam, cocopeat, atau campuran antara pupuk kompos dan tanah. Media tanam tersebut dalam keadaan cukup lembab sehingga permukaannya tidak kering. Biji jeruk nipis pada penyemaian ditanam dengan kedalaman 1-2 cm dan diberikan pupuk setiap 3 bulan sekali. Penyemaian dilakukan pada waktu musim penghujan agar kelembaban dalam media tanam terjaga.

Perawatan Setelah Penyemaian atau Pembibitan

Setelah melakukan pembibitan atau penyemaian, tanaman jeruk nipis membutuhkan perawatan yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengairan dilakukan secara teratur agar kelembaban pada media tanam terjaga dan pupuk diberikan pada setiap masa tanam. Jangan lupa untuk melakukan pemangkasan pada tunas yang tidak dibutuhkan dan penyemaian atau pembibitan dilakukan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Dengan melakukan pembibitan atau penyemaian secara benar dan pemeliharaan yang baik, maka diharapkan dapat menghasilkan tanaman jeruk nipis yang sehat dan berkualitas. Tanaman jeruk nipis tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti minuman atau bahan kosmetik. Peluang bisnis pada bisnis tanaman obat jeruk nipis pun semakin menjanjikan.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Jeruk nipis adalah salah satu jenis tanaman obat yang populer di Indonesia. Meskipun budidaya tanaman ini dapat memberikan keuntungan yang besar, namun serangan hama dan penyakit dapat mengganggu produktivitas dan kualitas tanaman. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit dalam budidaya jeruk nipis sangat penting untuk dilakukan.

Pengendalian hama pada budidaya jeruk nipis dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari metode kimiawi hingga metode alami. Metode kimiawi yang sering digunakan adalah penggunaan insektisida dan fungisida. Namun, penggunaan bahan kimia dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Sehingga lebih disarankan untuk menggunakan metode alami seperti pemberian larutan jeruk nipis, kunyit, atau bawang putih.

Selain pengendalian hama, pengendalian penyakit pada budidaya jeruk nipis juga sangat penting. Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman ini adalah penyakit bercak daun bakteri, penyakit embun tepung, dan penyakit akar putih. Untuk pengendalian penyakit ini, dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun, penggunaan pestisida nabati, serta pemangkasan cabang dan daun yang terkena penyakit.

Dalam menjalankan budidaya jeruk nipis, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, perawatan tanaman yang baik dan sesuai dengan prinsip budidaya yang benar dapat membantu mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Dalam kesimpulannya, pengendalian hama dan penyakit pada budidaya jeruk nipis dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pentingnya menjalankan prinsip budidaya yang baik dan perawatan tanaman yang sesuai sangat membantu dalam mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Hasil Panen dan Pascapanen Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Hasil Panen

Jeruk nipis mempunyai potensi sebagai tanaman obat karena memiliki kandungan senyawa kimia seperti citral, limonene, dan linalool. Oleh karena itu, budidaya tanaman obat jeruk nipis dapat dilakukan sebagai alternatif dalam mengoptimalkan potensi ekonomis bagi petani. Setelah proses pembudidayaan selesai, maka dilanjutkan dengan panen. Jeruk nipis dapat dipanen pada umur 8-12 bulan sejak ditanam.

Pada saat panen, petani harus memperhatikan kematangan buah jeruk nipisnya. Pada umumnya, buah jeruk nipis yang matang mempunyai permukaan kulit yang halus dan warnanya hijau kekuningan. Petani dapat memanen jeruk nipis dengan cara memetik atau memot
ong tangkai buahnya. Setelah dipanen, jeruk nipis dibersihkan dari kotoran dan kemudian dihitung jumlah buah yang terkumpul.

Pascapanen

Setelah dipanen, buah jeruk nipis harus segera diproses untuk menjaga kualitasnya. Proses pascapanen meliputi pemisahan jeruk nipis yang baik dari yang buruk atau rusak, pembersihan, pengemasan, dan transportasi. Selain itu, jeruk nipis bisa juga dijadikan hasil olahan seperti minuman, marmalade, sirup, dan minyak atsiri.

Bagi petani yang ingin menjual jeruk nipis ke pasar, perhatikan kualitas pengemasannya. Jeruk nipis harus dikemas dengan rapi untuk menjaga kualitasnya tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan selama transportasi. Jika dikelola dengan baik, tanaman obat jeruk nipis dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani.

Jeruk nipis memiliki potensi sebagai tanaman obat yang ekonomis untuk dibudidayakan. Setelah proses budidaya selesai, petani harus memperhatikan kematangan buah jeruk nipis saat melakukan panen. Pada proses pascapanen, jeruk nipis harus segera diolah dan dikemas dengan baik untuk menjaga kualitasnya. Dengan begitu, petani dapat memaksimalkan potensi ekonomis dari hasil panen dan pascapanen budidaya tanaman obat jeruk nipis.

Keuntungan dan Manfaat dari Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki banyak manfaat sebagai obat herbal dan bahan baku industri. Selain itu, budidaya tanaman jeruk nipis juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pengusaha. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan manfaat dari budidaya tanaman obat jeruk nipis.

1. Tanaman Obat Jeruk Nipis

Jeruk nipis adalah salah satu tanaman obat yang sangat populer di Indonesia. Buah, daun, kulit, dan akar jeruk nipis mengandung banyak senyawa aktif seperti limonen, sitronelal, flavonoid, dan vitamin C yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti flu, demam, batuk, dan asma.

2. Bahan Baku Industri

Jeruk nipis juga merupakan bahan baku penting untuk berbagai industri seperti kosmetik, makanan, minuman, dan obat-obatan. Minyak atsiri dari jeruk nipis digunakan sebagai bahan tambahan wangi pada kosmetik dan sabun. Sedangkan jus jeruk nipis digunakan sebagai bahan baku minuman segar dan bahan tambahan pada makanan dan minuman seperti es teh, sambal, dan saus.

3. Pasar Ekspor

Indonesia merupakan salah satu produsen jeruk nipis terbesar di dunia dan memiliki pangsa pasar ekspor yang besar. Budidaya jeruk nipis menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bagi petani dan pengusaha. Tingginya permintaan jeruk nipis di pasar ekspor memberikan potensi keuntungan yang besar bagi para pelaku usaha.

4. Budidaya Ramah Lingkungan

Budidaya jeruk nipis lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya karena dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang kurang subur dan memerlukan sedikit pupuk dan pestisida. Selain itu, jeruk nipis juga dapat menghasilkan buah secara berkelanjutan selama satu tahun penuh.

Demikian adalah keuntungan dan manfaat dari budidaya tanaman obat jeruk nipis. Dalam budidaya jeruk nipis, perlu diperhatikan faktor teknis seperti pemilihan bibit yang baik, perawatan tanaman, dan pemanenan yang tepat agar menghasilkan buah yang berkualitas dan memberikan manfaat yang optimal.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Tanaman Obat Jeruk Nipis

Budidaya tanaman obat jeruk nipis menjadi salah satu pilihan petani yang ingin mendapatkan keuntungan dalam bidang pertanian. Jeruk nipis memiliki kandungan zat yang berguna untuk kesehatan, seperti vitamin C, limonene, citronellal, dan lain-lain. Namun, seperti jenis tanaman lainnya, budidaya jeruk nipis juga memiliki sejumlah tantangan dan kekurangan.

Salah satu tantangan dalam budidaya jeruk nipis adalah faktor cuaca. Jeruk nipis membutuhkan sinar matahari yang cukup, suhu udara yang terjaga, dan kelembapan yang pas untuk tumbuh dengan optimal. Jika cuaca tidak mendukung, maka hasil panen akan berkurang dan bahkan bisa gagal.

Selain itu, kekurangan dari budidaya jeruk nipis adalah membutuhkan perawatan yang intensif. Tanaman ini membutuhkan pupuk dan pestisida yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik, menghindari berbagai penyakit dan hama, serta mempercepat pertumbuhan. Apabila perawatan tidak dilakukan dengan benar, maka produksi jeruk nipis dapat terhambat dan kualitasnya tidak optimal.

Selain masalah pemeliharaan, kekurangan lain dari budidaya jeruk nipis adalah pasar. Jeruk nipis menjadi salah satu tanaman yang memerlukan pasar khusus karena potensi penggunaannya lebih banyak untuk dijadikan bahan obat serta minuman yang bisa merelaksasikan tubuh. Jika tidak memiliki pasar yang cukup, maka petani tidak akan mendapatkan keuntungan yang optimal dari usaha budidayanya.

Secara keseluruhan, budidaya tanaman obat jeruk nipis memiliki tantangan dan kekurangan tersendiri. Namun, apabila dapat diatasi dengan baik dan mendapat perawatan yang benar, jeruk nipis dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan serta bermanfaat untuk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari kita semua.

Kesimpulan

Budidaya tanaman obat jeruk nipis bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin mencoba kegiatan bercocok tanam. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan dapur, natural skincare, hingga obat tradisional, jeruk nipis juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Ternyata, budidaya jeruk nipis juga tidak terlalu sulit. Dengan memperhatikan beberapa faktor seperti kondisi lingkungan yang cocok, perawatan yang tepat, serta memilih bibit yang berkualitas, kita bisa menanam dan merawat jeruk nipis dengan mudah.

Dengan mencoba budidaya jeruk nipis, kita juga turut melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia dan menjaga lingkungan sekitar kita. Dalam prosesnya, kita bisa merasakan kepuasan dan keseimbangan dengan alam.

Mari mulai budidaya tanaman obat jeruk nipis di rumah, baik sebagai hobi atau kegiatan sehari-hari. Siapa tahu, ini bisa jadi awal dari kebiasaan sehat dan positif lainnya.

Terima kasih telah membaca dan jangan lupa bagikan informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda. Sampai jumpa kembali!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements