Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

budidaya udang galah sistem bioflok

Latar Belakang: Budidaya udang galah sistem Bioflok

budidaya udang galah menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan dalam industri perikanan di Indonesia. Salah satu metode budidaya yang kini populer adalah sistem bioflok. Sistem ini menggunakan bak berisi air yang di dalamnya tumbuh bakteri baik yang membantu memproses limbah udang menjadi unsur hara yang bermanfaat bagi tumbuhan. Budidaya udang menggunakan sistem bioflok ini mampu meningkatkan hasil panen, efisiensi penggunaan air, mengurangi pencemaran dan biaya operasi yang lebih rendah.

Keberhasilan budidaya udang galah dengan sistem bioflok ini merupakan suatu terobosan dalam pengembangan teknologi budidaya perikanan di Indonesia. Sistem ini tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dilakukan secara tertutup sehingga meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit. Selain itu, sistem bioflok ini juga mampu memproses limbah dengan efektif sehingga tidak merusak lingkungan sekitar.

Dalam budidaya udang galah dengan sistem bioflok, pengendalian kualitas air sangatlah penting. Kualitas air yang buruk akan mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan udang. Oleh karena itu, pengendalian kualitas air dilakukan dengan memperhatikan parameter seperti suhu, pH, tingkat oksigen, nitrat, dan amonium.

Dalam beberapa tahun terakhir, budidaya udang galah dengan sistem bioflok ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia pun memberikan dukungan penuh dalam pengembangan teknologi ini. Budidaya udang dengan sistem bioflok ini diharapkan dapat membuka peluang bisnis dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia.

Dengan sistem budidaya udang galah secara bioflok, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang terbesar di dunia. Keuntungan yang dihasilkan juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, mengurangi pengangguran, dan membantu mewujudkan kemandirian pangan Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari semua pihak untuk mengembangkan metode budidaya ini lebih lanjut dan menjadi solusi dalam mengembangkan industri perikanan di Indonesia.

Penjelasan tentang Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah sistem bioflok merupakan suatu metode yang populer dalam budidaya udang yang semakin diminati oleh para petani dan pengusaha di Indonesia. Sistem ini dilakukan dengan menempatkan udang ke dalam suatu kolam dengan sistem khusus yang memungkinkan udang untuk mengalami pertumbuhan yang lebih cepat. Pada sistem bioflok, kolam tersebut dilengkapi dengan aerasi dan filter khusus yang membantu mengendalikan kualitas air dan udara, sehingga kondisi di dalam kolam tetap stabil dan udang dapat tumbuh dengan sehat.

Dalam sistem bioflok, udang diberikan pakan yang terdiri dari bahan organik. Sisa pakan dan kotoran udang akan dipecah oleh bakteri yang ada di dalam kolam, sehingga dihasilkan nitrogen dan fosfat yang dapat dimanfaatkan oleh udang sebagai sumber nutrisi. Sisa pakan dan kotoran yang tidak dimanfaatkan oleh udang akan dihilangkan oleh filter, sehingga tidak merusak kondisi air di dalam kolam.

Budidaya udang galah sistem bioflok memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode budidaya udang yang konvensional. Salah satunya adalah dapat mengurangi penggunaan pakan buatan yang cenderung mahal dan tidak ramah lingkungan. Selain itu, sistem ini juga menghasilkan udang yang lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Namun, sistem bioflok juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah diperlukan biaya yang cukup besar untuk membangun infrastruktur dan pengelolaan yang cukup rumit, sehingga membutuhkan tenaga kerja yang cukup mahir. Namun, meskipun demikian, peluang dari budidaya udang galah sistem bioflok ini sangat menjanjikan dan dapat menjadi salah satu peluang usaha yang menguntungkan di masa depan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Saat ini, sistem budidaya udang galah dengan menggunakan sistem bioflok semakin populer di kalangan peternak udang karena dinilai lebih efisien dan hemat biaya. Namun, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam mempengaruhi hasil dari budidaya udang galah sistem bioflok.

Pertama, kualitas air sangat mempengaruhi hasil budidaya udang galah sistem bioflok. Air yang tercemar atau kualitasnya buruk dapat menyebabkan pertumbuhan udang terganggu atau bahkan mati. Sistem bioflok sangat membutuhkan air yang sehat dan tidak terkontaminasi untuk menjaga kualitas kolam dan mendukung kehidupan udang.

Kedua, pemberian pakan menjadi faktor penting lainnya dalam mempengaruhi hasil budidaya udang galah sistem bioflok. Sebagai jenis udang yang aktif dan rakus, udang galah membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan kesehatannya. Hal ini bisa dicapai dengan memberikan pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.

Selain itu, suhu air juga mempengaruhi hasil budidaya udang galah sistem bioflok. Udang galah memerlukan suhu air yang stabil dan tidak terlalu panas atau dingin. Jika suhu air tidak sesuai, pertumbuhan udang bisa terganggu dan mengakibatkan hasil yang tidak optimal.

Terakhir, manajemen kolam dan teknologi bioflok yang digunakan juga dapat mempengaruhi hasil budidaya udang galah. Peternak harus memahami sistem bioflok dan bagaimana menjaganya agar tetap stabil. Hal ini termasuk mengelola padatan dan limbah yang dihasilkan oleh udang dan memberikan tingkat aerasi dan sirkulasi yang tepat.

Dalam mengelola budidaya udang galah sistem bioflok, peternak harus memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Dengan memastikan kualitas air yang baik, pakan yang tepat, suhu air yang stabil, dan teknologi bioflok yang efektif, hasil budidaya udang galah sistem bioflok dapat optimal.

Persiapan Lahan atau Wadah: Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Pendahuluan

Read more:

Budidaya udang galah dengan sistem bioflok semakin populer di Indonesia karena dapat meningkatkan hasil produksi dan mengurangi biaya operasional. Namun, sebelum memulai budidaya, dibutuhkan persiapan yang matang terutama pada lahan atau wadah yang akan digunakan.

Persiapan Lahan atau Wadah

Pertama-tama, pilihlah lokasi yang tepat untuk membangun wadah atau kolam untuk budidaya. Lokasi yang ideal adalah daerah yang terhindar dari bahaya banjir dan aliran air yang deras. Selanjutnya, wadah harus dibangun dengan bahan yang tahan lama dan bersih untuk mencegah perkembangan bakteri dan virus yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang.

Saat memilih ukuran, pastikan wadah memiliki volume yang sesuai dengan jumlah udang yang akan dipelihara agar tidak terjadi overstocking. Pengaturan suhu atau temperatur air juga harus diperhatikan agar menghasilkan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan udang. Maka dari itu, dibutuhkan atap atau terpal untuk menutupi wadah agar suhu tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Kestabilan Kualitas Air

Sistem bioflok pada budidaya udang galah memerlukan kondisi kualitas air yang optimal. Pastikan bahwa air yang digunakan memenuhi standar kualitas sehingga udang dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, perlunya perawatan pada pH, salinitas, kekeruhan, dan oksigen dalam wadah. Dengan pembatasan penggunaan bakterisida dan obat-obatan perawatan ini dapat dilakukan dengan mengatur jumlah pakan dan penggantian air yang teratur.

Persiapan yang matang pada lahan atau wadah dalam budidaya udang galah sistem bioflok sangat penting untuk memastikan hasil produksi yang maksimal. Pilihlah lokasi yang strategis, bangun wadah yang tahan lama dan nyaman untuk pertumbuhan udang, serta perhatikan pengaturan kualitas air. Dengan begitu, perawatan udang dapat dilakukan dengan mudah dan hasil produksi dapat meningkat.

Pemilihan Bibit atau Benih untuk Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah dengan sistem bioflok menjadi semakin populer karena dinilai lebih efektif dan efisien. Salah satu hal yang penting dalam budidaya udang galah sistem bioflok adalah pemilihan bibit atau benih yang baik. Bibit atau benih yang berkualitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas udang galah.

Pertama-tama, dalam memilih bibit atau benih, pastikan bibit tersebut sehat dan berasal dari peternak yang terpercaya. Pilih bibit atau benih dengan kualitas tertinggi dan bebas dari penyakit, serta diproduksi di tempat yang bersih dan terkontrol. Memilih bibit atau benih yang tepat dapat meningkatkan potensi kelangsungan hidup udang galah di dalam kolam.

Selanjutnya, ukuran bibit atau benih juga perlu diperhatikan. Usahakan untuk memilih bibit atau benih udang galah yang berukuran seragam agar pertumbuhannya merata dan tidak terjadi perbedaan ukuran yang signifikan. Pilih bibit atau benih yang berukuran sedang karena ukuran yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat mempengaruhi kematian, pertumbuhan yang tidak merata, atau pakan yang tidak terkonsumsi secara optimal.

Terakhir, perhatikan juga asal bibit atau benih tersebut. Sesuaikan asal bibit atau benih dengan kondisi kolam tempat budidaya udang galah akan dilakukan. Bibit atau benih yang berasal dari daerah yang memiliki kondisi yang sama dengan daerah kolam, akan lebih mudah beradaptasi dan berbiak dengan baik.

Dalam memilih bibit atau benih untuk budidaya udang galah sistem bioflok, perlu diperhatikan beberapa faktor seperti kesehatan, ukuran, dan asal bibit. Pemilihan bibit atau benih yang tepat dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan perkembangan udang galah. Pastikan untuk memilih bibit atau benih yang berkualitas dan berasal dari peternak yang terpercaya agar keberhasilan budidaya udang galah tercapai.

Pembibitan atau Penyemaian: Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang menjadi semakin populer di Indonesia karena permintaan pasar yang semakin tinggi. Salah satu cara budidaya udang yang efektif dan efisien adalah sistem bioflok, di mana udang dibudidayakan dalam kolam dengan lingkungan yang dikontrol dengan baik. Langkah pertama dalam membudidayakan udang galah adalah dengan pembibitan atau penyemaian.

Pada tahap awal ini, udang galah ditanam dalam bak kecil atau tempat yang disebut tanaman paku. Udang diberi pakan dan dijaga kebersihan airnya agar tumbuh dengan baik. Bak kecil ini ditempatkan dalam tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung. Selain itu, suhu air harus dijaga agar tidak terlalu panas atau dingin agar udang dapat tumbuh dengan baik.

Setelah beberapa minggu, udang galah akan tumbuh secara signifikan dan siap dipindahkan ke kolam yang lebih besar. Sebelum memindahkan, air kolam harus diuji untuk memastikan pH dan suhu air yang cocok untuk udang galah. Kemudian, udang galah diberi pakan secara teratur dan lingkungan kolam harus dijaga agar tetap bersih untuk menghindari penyebaran penyakit.

Dalam sistem bioflok, udang galah dibudidayakan bersama dengan bakteri dan plankton yang bermanfaat dalam pembentukan perairan yang sehat. Udang dan bakteri akan membantu untuk mengolah limbah organik menjadi nutrisi yang berguna bagi tanaman pakan udang. Dengan demikian, sistem bioflok menjadi lebih sederhana dan hemat biaya serta lebih ramah lingkungan.

Pembibitan atau penyemaian merupakan tahap penting dalam budidaya udang galah sistem bioflok. Dalam tahap ini, udang galah tumbuh secara signifikan dan siap untuk dipindahkan ke kolam yang lebih besar. Dengan budidaya udang galah sistem bioflok, diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat dan membuat budidaya udang menjadi lebih efektif dan efisien.

Perawatan dalam Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah sistem bioflok semakin populer di Indonesia. Sistem ini memanfaatkan bakteri untuk menguraikan kotoran udang dan sampah organik lainnya menjadi nutrisi bagi udang. Namun, untuk memastikan pertumbuhan optimal udang galah, perawatan yang tepat dibutuhkan.

Salah satu aspek penting dalam perawatan udang galah sistem bioflok adalah pemberian pakan yang seimbang. Udang membutuhkan protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang tepat untuk tumbuh dengan baik. Pemberian pakan yang berlebihan atau tidak cukup dapat mengganggu kesehatan udang dan memperlambat pertumbuhannya.

Selain itu, kualitas air juga harus dipantau dengan cermat. Air pada sistem bioflok harus selalu bersih dan oksigen yang cukup tersedia untuk mendukung aktivitas mikroorganisme. Jika air tidak diganti secara teratur atau terkontaminasi, maka bakteri yang membantu dalam penyelesaian limbah akan mati, dan udang akan terkena penyakit.

Perawatan fisik lingkungan budidaya juga penting untuk mengurangi risiko infeksi dan penyakit. Kolam harus dijaga tetap bersih dengan membersihkan sisa makanan dan kotoran udang secara teratur. Pembelian udang dari sumber terpercaya juga penting untuk menjamin kesehatan udang galah yang ditanam.

Dalam budidaya udang sistem bioflok, perawatan yang tepat akan menjaga kesehatan udang dan mendukung pertumbuhannya. Pemberian pakan yang seimbang, pemantauan kualitas air, dan perawatan fisik lingkungan dapat membantu petani udang mencapai hasil yang optimal.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah sistem bioflok menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun, seperti halnya dengan budidaya jenis lainnya, ada risiko mengalami serangan hama dan penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan pengendalian hama dan penyakit yang tepat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit pada budidaya udang galah sistem bioflok adalah dengan menjaga kebersihan kolam. Sejak kolam dibangun, pastikan kolam tersebut sudah bersih dan steril dari bakteri dan virus penyakit. Selain itu, hindari penggunaan air yang tercemar dan jangan memberikan pakan yang tidak sehat dan tidak terjamin kualitasnya.

Selain menjaga kebersihan kolam, penggunaan probiotik juga dapat membantu meningkatkan kekebalan udang galah. Probiotik merupakan jenis mikroorganisme yang baik bagi kesehatan udang galah. Probiotik bermanfaat untuk mengontrol pertumbuhan bakteri pathogen, membantu pencernaan udang galah, dan meningkatkan pertumbuhan mikroalga di dalam sistem bioflok.

Selanjutnya, keberhasilan atau kegagalan pengendalian hama dan penyakit juga tergantung pada penggunaan obat-obatan yang tepat. Obat yang digunakan harus memiliki kualitas yang baik dan dilakukan dengan porsi yang pas sesuai petunjuk penggunaan. Penggunaan obat secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi dan menurunkan tingkat kesehatan udang galah.

Oleh karena itu, penting bagi penggemar budidaya udang galah sistem bioflok untuk terus belajar dan mencari informasi terbaru tentang cara pengendalian hama dan penyakit yang efektif. Ikuti petunjuk teknis yang diberikan oleh ahli dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para pakar dalam bidang ini.

Dengan mengikuti langkah-langkah pengendalian hama dan penyakit yang tepat serta penggunaan obat-obatan yang baik, diharapkan budidaya udang galah sistem bioflok dapat tumbuh dengan sehat dan berhasil meningkatkan hasil produksi.

Panen dan Pascapanen: Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah menjadi salah satu jenis budidaya perikanan yang semakin diminati oleh para petani perikanan di Indonesia. Salah satu sistem budidaya udang galah yang kian populer adalah sistem bioflok. Dalam sistem bioflok, bak pengolahan udang disertai dengan pengaturan bakteri-bakteri pemakan nitrogen yang mampu mengolah limbah udang menjadi makanan untuk udang itu sendiri.

Setelah masa panen berakhir, hal yang harus dilakukan pada budidaya udang galah sistem bioflok adalah menjalankan pascapanen. Pascapanen pada budidaya udang galah sistem bioflok dilakukan dengan memisahkan kolam pembesaran menjadi dua yakni kolam pengolahan dan kolam resirkulasi. Kolam pengolahan berfungsi untuk mengurangi jumlah limbah yang tidak terolah sesuai dengan standar, sedangkan kolam resirkulasi berfungsi agar air yang digunakan kembali bisa kaya akan nutrisi bagi udang.

Pada pascapanen juga diperlukan penggantian total air pada kolam pembesaran udang galah. Penggantian ini dilakukan agar lingkungan budidaya yang digunakan selalu bersih dari kotoran dan bakteri yang dapat membahayakan kehidupan udang. Hal yang juga harus dilakukan dalam menjalankan pascapanen adalah pengambilan udang dari kolam pembesaran.

Setelah pengambilan dan penampungan udang, langkah berikutnya adalah membersihkan kolam dari kotoran dan sanitasi lingkungan kolam tersebut. Pembersihan dan sanitasi lingkungan kolam dilakukan agar kolam bisa digunakan kembali dengan kondisi yang steril dan tidak membahayakan kehidupan udang pada masa berikutnya.

Dalam budidaya udang galah sistem bioflok, panen dan pascapanen menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Keduanya harus dilakukan dengan ketepatan waktu dan teliti. Dengan menjalankan kedua tahapan ini dengan benar, diharapkan budidaya udang galah sistem bioflok menjadi semakin sukses dan untung bagi para petani perikanan di Indonesia.

Keuntungan dan Manfaat Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Budidaya udang galah sistem bioflok adalah teknik budidaya udang secara intensif yang menggunakan sistem pembuatan bakteri bioflok yang membantu penguraian bahan organik dalam air dan mempercepat pertumbuhan udang. Ada beberapa keuntungan dan manfaat dari budidaya udang galah sistem bioflok yang patut dipertimbangkan bagi para petani udang.

Keuntungan pertama yang bisa didapat dari budidaya udang galah sistem bioflok adalah hasil tangkapan udang yang lebih banyak. Karena menggunakan sistem intensif, udang dapat ditanam dalam jumlah yang lebih banyak dalam satu tempat. Selain itu, sistem bioflok juga akan membantu mengoptimalkan kualitas air dengan mempercepat penguraian bahan organik di dalam air, sehingga udang tidak akan terganggu oleh kualitas air yang buruk dan mempercepat masa panen.

Manfaat kedua dari budidaya udang galah sistem bioflok adalah mengurangi dampak lingkungan yang mungkin dihasilkan dari penggunaan pakan yang berlebihan. Sistem bioflok memungkinkan petani menyesuaikan pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak terbuang sia-sia dan mengurangi penggunaan pakan yang berlebihan. Hal ini tentunya mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas air.

Keuntungan yang ketiga adalah sistem bioflok membuat penggunaan air menjadi lebih efektif. Sistem ini memungkinkan air digunakan berulang-ulang dan meminimalisir kebutuhan akan penggantian air yang dilakukan secara teratur. Hal ini tentunya akan menghemat biaya dan juga energi yang diperlukan dalam penggantian air.

Manfaat terakhir adalah budidaya udang galah sistem bioflok dapat dijalankan di lahan yang sempit sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan menggunakan sistem ini, para petani dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dari lahan yang sempit.

Demikianlah beberapa keuntungan dan manfaat dari budidaya udang galah sistem bioflok. Dengan memanfaatkan teknologi ini, para petani dapat mengoptimalkan produksi udang dengan efektif dan efisien, serta membantu mengurangi dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Udang Galah Sistem Bioflok

Pada saat ini, sistem bioflok atau biofloc technology menjadi salah satu metode budidaya udang galah yang diminati oleh para petani. Budidaya udang galah sistem bioflok memanfaatkan bakteri dan organisme mikroba lainnya yang tumbuh dalam air untuk menjaga kualitas air serta menyediakan makanan bagi udang galah. Metode ini memperlihatkan hasil yang positif dalam budidaya udang galah, tetapi tetap memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diperhatikan.

Salah satu tantangan dalam budidaya udang galah sistem bioflok adalah penanganan limbah. Sistem ini menghasilkan limbah organik yang cukup banyak, dan jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada kualitas air. Petani harus memastikan bahwa sistem filter dan sirkulasi air berfungsi dengan baik untuk mencegah penyebaran penyakit dan kematian udang.

Kekurangan lainnya adalah biaya awal yang cukup tinggi. Penggunaan sistem bioflok memerlukan peralatan dan teknologi yang canggih untuk menjaga kualitas air dan makanan udang. Peralatan tersebut tidak murah, sehingga petani harus siap mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Meskipun memiliki tantangan dan kekurangan, sistem bioflok masih menjadi solusi bagi para petani udang galah untuk meningkatkan produksi dan kualitas udang. Dalam menghadapi tantangan tersebut, petani harus dapat mengelola sistem bioflok dengan baik dan menjaga kualitas air serta kesehatan udang galah.

Secara keseluruhan, budidaya udang galah sistem bioflok memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia, terutama mengingat permintaan pasar akan udang galah yang semakin meningkat. Dengan memperhatikan tantangan dan kekurangan yang ada, diharapkan petani Indonesia dapat memanfaatkan sistem bioflok secara efektif dan efisien dalam meningkatkan produksi udang galah yang berkualitas di masa mendatang.

Budi daya udang galah dengan sistem bioflok, inovasi yang ramah lingkungan

Kita semua tahu betapa pentingnya melestarikan lingkungan, tak terkecuali dalam dunia perikanan. Teknologi budidaya udang galah dengan sistem bioflok merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan. Dalam sistem ini, udang dibudidayakan dalam suatu system yang menghasilkan bakteri untuk mengubah limbah udang menjadi zat makanan yang dapat digunakan oleh udang sendiri. Hal ini bersifat ramah lingkungan karena mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk kimiawi.

Hasilnya pun sangat menjanjikan. Sistem bioflok ini dapat meningkatkan produktivitas udang galah hingga 80%, dan mengurangi biaya produksi hingga 50%. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi para petani udang.

Teknologi budidaya udang galah dengan sistem bioflok mungkin belum terlalu populer di Indonesia, namun sudah banyak petani udang yang mencobanya dan berhasil meraih sukses. Kita pun bisa ikut serta dalam memelihara lingkungan dengan mengaplikasikan teknologi budidaya ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari bergabunglah ke dalam gerakan melestarikan lingkungan dan meningkatkan produktivitas petani udang dengan mempraktikkan teknologi budidaya udang galah dengan sistem bioflok!

Selamat mencoba dan sampai jumpa di artikel inspiratif selanjutnya. Jangan lupa share informasi ini ke orang lain ya!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements