Desa Bojongkulur, Sekeping Surga di Kabupaten Bogor

Desa Bojongkulur merupakan desa mandiri dengan kualitas pelayanan publik yang sangat bagus. Perkembangan perekonomian desa maju pesat dan kehidupan warga sangat rukun. Suasana Desa Bojongkulur sangat nyaman sehingga warganya tidak berpikiran pindah ke mana-mana, tak berlebihan jika desa ini ibarat sekeping surga di Kabupaten Bogor.

Desa Bojongkulur terletak di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojongkulur Teladan Mandiri menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa. BUMDes memiliki sejumlah unit usaha, seperti Koperasi Mitra Mandiri Tiga Enam (Komitman 36) di Balai RW 36 villa nusa indah 3.

Nama InovasiTata Kelola Desa yang Baik
InovatorPemerintah Desa Bojongkulur
AlamatDesa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
KontakDaden Nurjul Mathhul Fuad (Kasi Pelayanan Desa Bojongkulur)
Telepon+62-812-9825-3612

Koperasi berdiri sebagai tindak lanjut kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada 2019 dengan modal awal Rp 15 juta dari Dana Desa (DD).

Selain koperasi, BUMDes memilik unit usaha Pasar Desa. Semula tanahnya bukan milik desa tapi milik Pemda, dari Pemda secara resmi diserahkan ke desa untuk dikelola oleh BUMDes. Tindakan yang patut diacungi jempol dan dapat ditiru oleh kabupaten-kabupaten lain di Indonesia.

Drainase di desa ini sangat bagus. Drainase dikerjakan oleh TPK dan masyarakat secara swakelola dan padat karya. Pembangunan drainase ini dilakukan untuk mengurangi banjir yang sering terjadi di wilayah desa.

Desa Bojongkulur menjadi referensi bagi desa-desa lain karena keguyuban warganya. Perangkat desa menyatu dengan warganya sehingga tidak ada sekat, rukun, dan saling menopang.

Desa Bojongkulur sudah masuk status desa mandiri menurut Indeks Desa Membangun (IDM) sejak 2016. Desa ini menyabet peringkat pertama di Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, serta peringkat ke-7 se-Nasional.

Desa Bojongkulur mendapat dukungan dana desa pada tahun 2015 sebesar Rp 330 juta, 2016 Rp 700 juta, 2017 Rp 900 juta, 2018 Rp 700 juta, 2019 Rp 900 juta, yang kesemuanya digunakan untuk infrastruktur dan pengembangan ekonomi.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements

Tinggalkan komentar