Frame 2

Di Tengah Suasana Lebaran, Petani Pandeglang Gelar Panen IP400

Potensidesa.com - Keceriaan suasana lebaran masih terasa. Namun petani Kelompok Tani Harapan Mulya, Desa Sukarame, Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten sudah turun ke sawah memanen padi di lahan demfarm seluas 25 ha.

Kegiatan demfarm merupakan salah satu lokasi indeks pertanaman 400 (IP400). Padi yang dipanen berumur 90 hari setelah tanam. Panen MT I ini disambut antusias petani, karena produktivitasnya naik dari sebelumnya 5 ton/ha, kini menjadi 7 ton/ha.

“Kami petani antusias menyambut panen, karena terjadi peningkatan produksi dari lima ton per hektar menjadi tujuh ton per hektar,” kata Ketua Poktan Harapan Mulya Murtajaya. Varietas yang ditanam pada kegiatan IP 400 adalah varietas Padjajaran.

Turut hadir dalam panen tersebut perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Iping Saripin Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Sofiyah Kepala Seksi Produksi Tanaman Serealia, koordinator penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Carita Engkus Kusmana, petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Asmara D Wijaya dan penyuluh lapangan Eli Safitri dan Agus Saeful.

Engkus Kusmana, menuturkan kegiatan IP400 di wilayah Kecamatan Carita berjalan aman, lancar, apalagi dan tujuan meningkatkan produktivitas tercapai. “Panen terlaksana, tak terlepas dari peran, dukungan dan motivasi Pemkab Pandeglang, Distan provinsi Banten dan kabupaten Pandeglang, juga Kementerian Pertanian pada kegiatan IP400 ini,”“ ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, demfarm IP400 di Kabupaten Pandeglang mencapai luas 50 ha terbagi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Carita dan Sukaresmi.

Idealnya IP400 dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Jika dilakukan di lahan kering tadah hujan pengairan dapat diterapkan melalui penggunaan pompa dari sumber air terdekat. 

“Keberhasilan mengembangkan IP 400, karena ada dukungan pengairan, mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar (sistem culik, dapog, tray),” ucapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menggalakan pola tanam IP400 disejumlah daerah di Indonesia.  Hal ini dilakukan guna menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat.

“Sudah jelas perintah Tuhan saja mengatakan seorang pemimpin dititipkan agar tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Karena itu pertanian menjadi solusi, sebab pertanian tidak mengenal virus dan krisis akibat pandemi Covid-19. Dan yang penting perut 270 juta jiwa terisi dengan baik,”  katanya.

Mengenai produktivitas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan, SDM pertanian, inovasi teknologi dan sarana prasarana menjadi hal utama pengungkit produktivitas. 

Namun kata Dedi sehebat apapun inovasi teknologi jika tidak  diimplementasikan tidak akan memberikan kontribusi apapun. Dalam implementasi inovasi teknologi ini yang paling sulit adalah rekayasa sosialnya, bagaimana mengubah perilaku petani dan mindset petani agar dia itu mau, dan mampu serta merasa terpanggil untuk mengimplementasikan teknologi tersebut.

(Tyo/ar/red1)

hello world!
magnifiercrosschevron-down