Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya: Mengembangkan Sektor Perikanan Indonesia

Pendahuluan: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Salam Sobat Desa,

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) merupakan salah satu lembaga pemerintah yang fokus dalam pengembangan budidaya perikanan di Indonesia. Lembaga ini memiliki visi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

DJPB didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1978 dan kemudian dialihkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009. Kegiatan DJPB meliputi pengembangan teknologi dan inovasi budidaya perikanan, pengelolaan sumber daya ikan, pemberdayaan masyarakat nelayan, penyebaran informasi terkait perikanan, serta pengawasan dan penegakan hukum perikanan.

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Melalui DJPB, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian sektor perikanan dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia sebagai penghasil dan eksportir produk perikanan dunia.

Pengetahuan dan informasi mengenai perikanan budidaya dapat bermanfaat bagi Sobat Desa yang memiliki usaha perikanan atau tertarik untuk menjalankan bisnis perikanan. Mari kita terus mengikuti upaya-upaya yang dilakukan oleh DJPB dalam membantu pengembangan sektor perikanan di Indonesia.

Terima kasih,

Latar Belakang: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya merupakan salah satu unit kerja dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang berfungsi untuk mengelola dan mengembangkan sektor perikanan budidaya di Indonesia. Badan yang dibentuk pada tahun 1973 ini memiliki beberapa tugas utama seperti penyusunan kebijakan, pengawasan, pengembangan, dan pengendalian kegiatan perikanan budidaya di seluruh Indonesia.

Peran direktorat jenderal ini sangat penting dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan di Indonesia. Kegiatan perikanan budidaya menjadi cara yang dipilih untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut alami dan meningkatkan produksi perikanan secara berkelanjutan. Hal ini tentunya berdampak pada terciptanya kesejahteraan orang banyak, mengingat sektor perikanan telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak masyarakat Indonesia.

Dalam menjalankan tugasnya, direktorat jenderal ini mempunyai beberapa program andalan seperti peningkatan produksi ikan melalui pengembangan teknologi, pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas produksi, dan pengembangan pasar untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Selain itu, direktorat jenderal ini juga bekerjasama dengan sejumlah institusi dan organisasi di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas mutu sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor perikanan.

Secara garis besar, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Indonesia. Harapannya, dengan keberadaan badan ini, sektor perikanan budidaya di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul di bidang perikanan budidaya baik dalam skala nasional maupun global.

Penjelasan tentang Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah satu dari 7 direktorat jenderal yang ada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya bertugas dalam pengembangan dan pengelolaan perikanan budidaya di Indonesia, mulai dari pembenihan, pembesaran, hingga pemasaran produk perikanan.

Tugas dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya meliputi pemantauan kondisi perikanan budidaya di seluruh Indonesia, pengembangan teknologi pembenihan dan pembesaran ikan, serta pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil perikanan. Selain itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan peningkatan produksi, pemanfaatan sumberdaya, dan konservasi perikanan budidaya di Indonesia.

Sebagai bagian dari tugas pengawasan dan pengembangan perikanan budidaya di Indonesia, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga berperan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nasional. Hal ini dilakukan dengan menetapkan kuota tangkap dan budidaya, serta mengawasi kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan para nelayan di wilayah perairan Indonesia.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor perikanan budidaya di Indonesia. Dengan berbagai program dan kebijakan yang dijalankannya, diharapkan sektor perikanan budidaya di Indonesia akan semakin maju dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Indonesia.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Budidaya di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memegang peran penting dalam pengembangan sektor perikanan di Indonesia. Untuk menghasilkan budidaya perikanan yang optimal, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil harus dipahami dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil budidaya di direktorat jenderal perikanan budidaya antara lain:

Kondisi Lingkungan

Read more:

Faktor lingkungan seperti kualitas air, suhu, pH, arus, dan nutrisi sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Kualitas air yang buruk dapat mengakibatkan kematian ikan dan dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian lingkungan sebelum melakukan budidaya perikanan.

Benih yang Berkualitas

Benih atau bibit ikan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil budidaya. Benih ikan yang kurang berkualitas dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lemah dan rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, pastikan benih yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya.

Manajemen Pemeliharaan

Manajemen yang baik dalam melakukan pemeliharaan ikan sangat berpengaruh pada hasil budidaya. Pemeliharaan ikan meliputi pemberian pakan, pemberian obat-obatan, penyediaan sistem sirkulasi air, dan pengendalian lingkungan. Dengan manajemen yang baik, maka akan dihasilkan ikan yang sehat dan berkualitas.

Keamanan dan Kualitas Produk

Keamanan dan kualitas produk menjadi faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kredibilitas produk perikanan. Adanya jaminan keamanan dan kualitas produk akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan berpotensi memperluas pasar. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap keamanan dan kualitas produk.

Dalam melakukan budidaya perikanan di direktorat jenderal perikanan budidaya, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil harus diperhatikan dengan baik. Dalam hal ini, keberhasilan budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan dari beberapa faktor yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Persiapan Lahan atau Wadah: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengembangan budidaya perikanan. Salah satu tugas penting dari direktorat ini adalah memastikan persiapan lahan atau wadah yang baik untuk kegiatan budidaya perikanan.

Persiapan lahan atau wadah harus dilakukan dengan baik agar kegiatan budidaya perikanan dapat berjalan sukses. Beberapa tahapan persiapan lahan yang harus dilakukan adalah pemilihan lokasi yang strategis, pembersihan lahan atau wadah dari berbagai jenis kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan ikan, serta pengendalian dasar wadah.

Pemilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk kesuksesan budidaya perikanan. Lokasi harus memungkinkan akses air yang baik, selalu dalam kondisi steril, serta menjauhi faktor-faktor yang dapat merusak kualitas air seperti adanya limbah dan polusi dari berbagai sumber.

Setelah lokasi dipilih, selanjutnya adalah membersihkan lahan atau wadah dari berbagai jenis kontaminasi seperti reruntuhan bangunan atau sampah organik. Hal ini bertujuan agar kesehatan ikan selalu terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas ikan budidaya.

Pengendalian dasar wadah juga perlu diperhatikan dalam persiapan lahan atau wadah. Dasar wadah harus dilapisi dengan material yang dapat mencegah kebocoran air dan menjaga kestabilan suhu air sehingga ikan budidaya dapat tumbuh secara optimal.

Dalam kesimpulannya, persiapan lahan atau wadah harus dilakukan dengan baik dan teliti agar kegiatan budidaya perikanan dapat berjalan sukses. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memiliki tugas penting dalam memastikan persiapan lahan atau wadah yang baik untuk mendukung kegiatan budidaya perikanan.

Pemilihan Bibit atau Benih: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Dalam bertanam ikan, pemilihan bibit atau benih sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan dan produktivitas hasil panen. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memberikan pedoman dalam memilih bibit/benih yang akan digunakan dalam budidaya perikanan.

Pertama-tama, pastikan bibit atau benih yang akan digunakan adalah bibit/benih yang berasal dari indukan yang sehat. Pilihlah bibit/benih yang mempunyai ukuran yang seragam dan sehat dari segi fisik dan kulitas keturunan yang baik. Jangan memilih bibit yang cacat atau belum mencapai umur optimal, karena dapat mengurangi produktivitas tanaman yang akan ditanam.

Kedua, pilih bibit atau benih yang sehat dan bebas dari infeksi atau penyakit, seperti parasit dan bakteri. Lakukan inseminasi buatan atau pengobatan jika perlu, untuk memastikan kesehatan bibit/benih tersebut.

Ketiga, pilihlah bibit atau benih yang cocok dengan jenis ikan yang akan dibudidayakan, serta kondisi lingkungan budidaya perikanan yang akan digunakan. Pastikan bahwa bibit/benih tersebut sudah terapung di atas air selama beberapa hari ketika siap panen dan sesuai dengan kondisi lingkungan air untuk meminimalkan penurunan jumlah bibit ketika ditebar.

Terakhir, pastikan juga sumber dan kualitas bibit/benih tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan berasal dari peternak yang terpercaya. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya selalu memperhatikan kualitas bibit/benih yang dihasilkan oleh para peternak bagi kelangsungan hidup perikanan di Indonesia.

Dalam memilih bibit atau benih yang baik, pemilihan sesuai dengan pedoman dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sangatlah penting. Selain memastikan produktivitas panen, hal ini juga memastikan kesehatan dan keberlanjutan budidaya perikanan di Indonesia.

Pembibitan atau Penyemaian: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Budidaya perikanan menjadi salah satu sektor yang semakin berkembang di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan akan bibit ikan yang berkualitas, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berperan penting dalam menyediakan teknologi pembibitan atau penyemaian yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Teknologi pembibitan atau penyemaian yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya meliputi berbagai macam metode, mulai dari metode semi alami hingga metode full teknologi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bibit ikan yang unggul dan sehat sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya di Indonesia.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga melakukan pengembangan terhadap teknologi pembibitan atau penyemaian agar semakin inovatif dan efektif. Misalnya, dengan menggunakan teknologi konstruksi tambak berbeda, sistem pengairan yang modern, dan penggunaan pakan organik.

Peran Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam pembibitan atau penyemaian ikan sangat penting untuk memenuhi permintaan akan bibit ikan berkualitas tinggi. Hal ini terbukti dari hasil yang telah dicapai, di mana bibit ikan hasil pembibitan atau penyemaian yang dihasilkan mampu tumbuh dengan cepat dan sehat.

Dalam rangka meningkatkan kualitas bibit ikan di Indonesia, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya terus melakukan upaya peningkatan teknologi pembibitan atau penyemaian. Dengan adanya teknologi pembibitan atau penyemaian ikan yang modern dan ramah lingkungan, diharapkan dapat menambah produktivitas dan kualitas hasil budidaya perikanan di Indonesia.

Perawatan: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Profil Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) adalah salah satu lembaga nonkementerian yang bertanggung jawab dalam pengembangan perikanan budidaya di Indonesia. Selama lebih dari 10 tahun, DJPB telah berkontribusi dalam pemantauan, penelitian dan pengembangan, serta pengaturan kegiatan perikanan budidaya di Indonesia. Salah satu fokus utama DJPB adalah memberikan panduan dan pengawasan dalam perawatan benih ikan dan budidaya ikan di seluruh Indonesia.

Perawatan Benih Ikan

Perawatan benih ikan sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam budidaya ikan. DJPB memberikan panduan tentang metode perawatan yang tepat, mulai dari pengadaan tahap lanjut benih ikan hingga lingkungan kolam pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pencegahan penyakit dan pengobatan. DJPB juga membantu memastikan bahwa benih yang digunakan di seluruh Indonesia berkualitas dan bebas dari penyakit.

Budidaya Ikan

Dalam budidaya ikan, DJPB memberikan berbagai panduan dan pedoman dalam pengelolaan kolam, nutrisi, teknologi pemeliharaan, manajemen risiko, pencegahan dan pengobatan penyakit, dan permodalan. DJPB juga bekerja sama dengan lembaga lain dalam rangka meningkatkan keberhasilan dalam budidaya, seperti dengan memberikan pelatihan dan konsultasi kepada para petani ikan.

Sinergi dengan Pihak Terkait

DJPB mengakui bahwa kolaborasi dengan pihak terkait adalah kunci sukses dalam pengembangan perikanan budidaya di Indonesia. Oleh karena itu, DJPB terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi petani ikan, perusahaan swasta, dan organisasi internasional.

Dalam upaya menjaga kualitas dan kuantitas produksi ikan nasional, peran DJPB sangat penting dalam mengawasi seluruh tahapan budidaya ikan, mulai dari pengadaan benih hingga ke pasar. Seluruh petani ikan harus memahami pentingnya perawatan ikan yang tepat agar mereka dapat menghasilkan ikan yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya perikanan sangatlah penting untuk memastikan produksi yang baik dan aman bagi konsumen. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya merupakan lembaga yang bertugas untuk memastikan bahwa pengendalian hama dan penyakit pada budidaya perikanan dilakukan secara teratur dan efektif.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam mengendalikan hama dan penyakit pada perikanan adalah dengan memberikan petunjuk teknis dan pedoman pengelolaan budidaya ikan. Pedoman ini mencakup cara menyeleksi bibit yang sehat, tata cara pemberian pakan yang tepat, serta pengendalian kualitas air dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga melakukan pendampingan dan pengawasan pada budidaya perikanan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa para petani perikanan mampu menerapkan pedoman pengelolaan budidaya ikan dengan baik dan teratur.

Sistem pemantauan dan pelaporan juga merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam mengendalikan hama dan penyakit pada perikanan. Petugas pemantauan rutin menjalankan pengambilan sampel ikan dan air untuk mendeteksi kemungkinan adanya hama atau penyakit yang muncul. Jika ternyata muncul hama atau penyakit pada perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya akan segera memberikan solusi dan rekomendasi untuk mengendalikan dan mencegah penyebarannya.

Dalam rangka memastikan keberhasilan pengendalian hama dan penyakit pada perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya terus melakukan penelitian dan inovasi teknologi baru yang dapat membantu memperbaiki produksi perikanan secara berkala.

Dengan upaya dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, diharapkan dapat terwujud budidaya perikanan yang sehat dan menghasilkan produk perikanan yang berkualitas tinggi.

Hasil Panen dan Pascapanen: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pengawasan kegiatan perikanan di Indonesia. Salah satu tugas utama dari direktorat ini adalah memonitor hasil panen dan pascapanen di sektor perikanan.

Hasil panen meliputi berbagai jenis ikan, seperti kakap, tuna, dan tongkol. Setelah ikan ditangkap, maka dilakukan proses pascapanen yang meliputi pengepakan, penyimpanan, dan pengangkutan ke pasar atau tempat pengolahan lebih lanjut.

Pencapaian hasil panen yang optimal menjadi tujuan utama bagi para nelayan dan peternak ikan di Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya selalu berupaya meningkatkan produktivitas perikanan melalui program-program pengembangan budidaya ikan yang modern dan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif dan dukungan agar para nelayan dan peternak ikan dapat mengakses peralatan dan teknologi yang lebih baik secara finansial.

Dengan adanya pengawasan yang ketat dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan dukungan dari pemerintah, diharapkan sektor perikanan di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Sekian informasi mengenai hasil panen dan pascapanen dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Terima kasih telah membaca.

Keuntungan dan Manfaat dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) merupakan salah satu lembaga pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab dalam mengembangkan budidaya perikanan. Dalam melakukan kegiatan, DJPB memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Salah satu manfaat dari DJPB adalah meningkatkan produksi perikanan. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan yang ditangkap, DJPB membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat. Selain itu, DJPB juga membantu dalam peningkatan teknologi dan peralatan yang digunakan dalam budidaya perikanan.

Selain itu, DJPB juga memberikan pelatihan dan pendidikan bagi nelayan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai teknik pengelolaan laut dan sungai yang baik, penggunaan peralatan yang efektif, serta pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan. Selain itu, nelayan juga diberikan pelatihan dalam memasarkan hasil tangkapan mereka.

DJPB juga menyediakan berbagai program bantuan finansial bagi pelaku usaha perikanan, seperti bantuan modal usaha, kredit usaha rakyat, serta bantuan peralatan dan fasilitas. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di bidang perikanan.

Secara keseluruhan, DJPB memberikan banyak keuntungan sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada pengembangan budidaya perikanan. Dengan dukungan pemerintah ini, diharapkan dapat memajukan sektor perikanan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor ini.

Tantangan dan Kekurangan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memainkan peran penting dalam menjaga dan mengembangkan industri perikanan di Indonesia. Namun, seperti institusi lainnya, direktorat ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan dan kekurangan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh direktorat ini adalah masalah perizinan. Setiap unit budidaya perikanan memerlukan izin untuk beroperasi, namun proses yang dijalankan oleh direktorat sering kali rumit dan memakan waktu. Tak jarang, proses perizinan mengalami kendala hingga mempengaruhi produktivitas sektor ini.

Kekurangan lainnya adalah kurangnya pendanaan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memerlukan dukungan yang kuat dari pemerintah dalam bentuk pendanaan untuk menjaga, meningkatkan, dan mengembangkan industri perikanan yang berkelanjutan. Tanpa dukungan yang memadai, sulit bagi direktorat ini untuk menyelesaikan tugasnya dengan efektif.

Tantangan lain yang dihadapi oleh direktorat ini adalah upaya meningkatkan jumlah produksi. Industri perikanan Indonesia, terutama sektor budidaya, masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Namun, untuk mencapai tujuan ini, direktorat perlu melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Selain itu, perlu diperhitungkan juga tentang bagaimana regulasi baru dapat berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan petani budidaya.

Meskipun dihadapkan pada tantangan dan kekurangan tersebut, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tetap berupaya untuk menyediakan layanan yang terbaik untuk semua pemangku kepentingan di sektor perikanan. Hal ini menunjukkan bahwa di balik tantangan dan kekurangan, ada semangat yang kuat untuk mewujudkan industri perikanan Indonesia yang berkelanjutan dan maju.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya: Mewujudkan Perikanan yang Berkelanjutan

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan budidaya perikanan di Indonesia. Dalam memenuhi tugasnya, DJPB telah melakukan berbagai inovasi, seperti pengembangan teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas para pelaku usaha perikanan.

Peran DJPB sangat penting dalam mewujudkan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi budidaya perikanan, kita dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan penangkapan ikan di laut. Hal ini juga akan berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi nasional.

Jika Anda tertarik untuk mencoba budidaya perikanan, DJPB dapat menjadi mitra yang sangat bermanfaat. Dengan memanfaatkan teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan pelatihan dari para ahli DJPB, Anda dapat mengembangkan usaha perikanan yang sukses dan berkelanjutan.

Jangan lupa untuk berbagi informasi ini kepada teman dan keluarga Anda! Mari bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera melalui perikanan yang berkelanjutan. Sampai jumpa kembali!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements