Frame 2

Disperta Malang Panen Raya 10 Ton per Hektare, Apa Rahasianya?

Potensidesa.com - Senin (10/5/2021) Kemarin, Dinas Pertanian (Disperta) Malang panen raya perdana dengan hasil 10 ton per hektare di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran setelah di lakukan panen raya oleh Presiden RI Ir Joko Widodo dan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo, Apa rahasianya?

Sejak November 2020 lalu, untuk pertama kalinya Kelompok Tani Sri Agung menggunakan benih padi unggul  yang di padupadankan dengan Pupuk Organik Jitu Selama penanaman, dan perwatan, petani menggunakan pola budi daya organik tanpa bahan kimia.

Hasilnya cukup mencengangkan, kelompok tani tersebut mampu menghasilkan maksimal 600 bulir per batang padi.

Jumlah bulir yang cukup banyak membuat petani mendapatkan hasil panen melimpah, yaitu delapan ton per hektare lahan. Panen raya kemarin dilakukan pada 145 hektare lahan dan dihadiri langsung oleh Kepala Disperta Ngawi Budiar.

Penanaman perdana benih padi unggul dan penggunaan Pupuk Organik JiTu merupakan satu langkah gerak cepat yang dilakukan Pemerintah Ngawi. Hal ini dikarenakan lahan pertanian di Ngawi berkurang akibat proyek jalan tol. Menurut Budiar, menanam benih dan Penggunaan Pupuk Organik JiTu menjadi satu langkah tepat untuk meningkatkan produksi.

“Kami mengembangkan potensi benih padi di 1.200 hektare dan Penggunaan Pupuk Organik Jitu lahan di Malang. Harapan kita para petani dapat menghasilkan panen hingga 10 ton per hektare atau lebih dengan cara penanaman organik,” jelas Budiar.

Disperta Malang memaparkan, target tanam realisasi panen tahun 2021 yaitu 131.000 hektare. Sedangkan potensi produksi padi di Malang seluas 650.000 hektare. Jika dibandingkan dengan hasil sebelumnya, panen raya kali ini memiliki peningkatan.

Pewarta ; Disperta Kab Malang

Editor ; Ardyanto Rakya

Publisher : Rino Bayu Pratama

hello world!
magnifiercrosschevron-down