Frame 2

Gali Jiwa Enterpreneur, Politeknik Manokwari Sinergikan PKL dan TeFa

POTENSIDESA. COM- Perkuat mutu petani milenial, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Engenering Pertanian Indonesia (PEPI) terus membekali para generasi milenial ini dengan pendidikan serta keahlian. Seperti yang dilakukan oleh Polbangtan Manokwari dengan sinergi Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswanya.


Mahasiswa Polbangtan Manokwari tingkat dua dan tingkat tiga dalam waktu dekat akan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Bermodalkan bekal keilmuan yang didapat dibangku kuliah mereka siap untuk mengaplikasikan keahlian serta kemampuannya di masyarakat. Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa/mahasiswi politeknik Kementan telah mendapatkan bekal sebelumnya melalui TEFA (teaching farming).

Dosen Pertanian Polbangtan Manokwari Michel Koibur dan Yuliana Ataribaba melihat langsung aktifitas  PKL mahasiswa yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Manokwari, Rabu (26/5). Adapun aktivitas PKL mahasiswa tersebut antara lain Peternakan Babi integrasi dengan bunga, buah dan sayur di Bumi Marina Aroem Manokwari, Lahan Praktik Polbangtan Manokwari, Andai serta Lahan pertanian bayam, mentimun, dan melon di SP4, Manokwari.

“Hari ini kami memantau kegiatan PKL Mahasiswa sesuai dengan agenda yang dijadwalkan. Meski tanggal merah, mahasiswa/mahasiswi kami sebagai petani milenial  tetap turun ke lahan," sebut Koibur.

Dengan mengikuti PKL ini, Mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (Prodi PPKH) Polbangtan Manokwari, Kalarci Wenggi yang bercita-cita ingin menjadi peternak babi di Kabupaten Waropen, Papua merasa senang.  Selain memenuhi tanggung jawabnya melaksanakan PKL, ilmu dan pengalaman juga diperolehnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Engenering Pertanian Indonesia (PEPI) terus membekali para generasi milenial ini dengan pendidikan serta keahlian. "Pendidikan Vokasi Kementan bertugas menyiapkan generasi-generasi penerus pertanian agar mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri ataupun menjadi seorang profesional yang siap memenuhi kebutuhan industri," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan.

Ditambahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan upaya penguatan ini makin dilengkapi dengan adanya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP terus menata agar SDM pertanian memiliki daya saing yang tinggi salah satunya melalui metode pembelajaran TEFA. “Teaching Factory atau TEFA sebagai model pembelajaran di Polbangtan terintegrasi dalam kurikulum, sehingga lulusan Polbangtan diharapkan qualified job creator dan qualified job seeker,” sebut Dedi Nursyamsi.

(Hum/ar/PPL)

hello world!
magnifiercrosschevron-down