Jawa Barat Kembangkan Potensi Desa Lewat Program Desa Digital

Program Desa Digital menjadi misi utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Jika teknologi masuk desa secara merata, bayangkan berapa kali lipat produktivitas warga dapat meningkat. Jangkauan pemasaran produk usaha Desa bisa makin luas. Tidak hanya ekonomi, sektor lain pun bisa mengikuti. Akses pendidikan tak berbeda dengan di kota. SDM makin unggul dan dapat bersaing bahkan di tingkat Internasional.

Jawa Barat adalah Provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia memiliki wilayah rural yang luas, yaitu lebih dari 5000 desa. Dengan potensi desa yang begitu besar dan pemanfaatan teknologi yang tepat, Jawa Barat yakin misi kesejahteraan warga bisa terwujud secara inklusif.

Tentu menghadirkan infrastruktur internet ke desa-desa saja belum cukup, perlu dibarengi dengan pelatihan literasi digital agar warga terbiasa dengan penggunaan teknologi dan perlahan merasakan manfaatnya. Jabar digital service mempunyai misi digitalisasi untuk warga desa bukan hanya literasi. Tetapi juga pada tahap implementasi bahkan hingga melahirkan inovasi-inovasi.

program desa digital provinsi jawa barat

 

Inilah program Desa digital, program peningkatan produktivitas dan kemandirian warga desa secara berkelanjutan lewat pemanfaatan internet of things. Bersama para Mitra, pengembangan potensi desa dapat berjalan dengan optimal. dibarengi dengan pelatihan literasi digital bagi para kader Desa. Kini lewat pemanfaatan teknologi Desa digital telah membantu warga dalam meningkatkan produktivitas petani ikan lewat pendampingan dan distribusi produk di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Cirebon. Mendorong efisiensi dan efektivitas di sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Menghadirkan telekonsultasi bersama dokter dengan mudah dan aman di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Serta pelatihan penggunaan multimedia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang.

Apa Kata Masyarakat

“Awalnya sih Saya juga punya pikiran negatif dulu yah negatif. dalam Arti kan Duh pakai alat ini kata satu paling ya Nambah biaya, udah ribet penggunaannya, harus ada listrik, harus pulsa juga harus belajar HP Androidnya juga, karena ada aplikasinya gitu. Tapi sekarang kami menjadi terbantu, bisa mengurangi tenaga. Terus dari hasilnya juga kita bisa optimalkan sampai maksimal”. Ungkap Susi, salah seorang petani ikan.

“Kami itu kalau menyiram gitu satu hektar itu Misalkan sekarang itu sampai lima hari enam hari. sekarang paling cuma ya lima jam delapan Jam udah beres dalam satu hektar itu”. Ungkap Ujang Margana, salah seorang petani bawang.

Warga desa telah menunjukkan kesiapannya untuk hidup berdampingan dengan teknologi. Mereka telah merasakan manfaatnya dan tak lagi ragu dengan proses digitalisasi di ingkungannya. Saat ini Provinsi Jawa Barat akan terus mengembangkan Program Desa digital dengan ragam tematik sesuai dengan potensi desa yang dimiliki Desa digital menuju Jawa Barat sebagai provinsi digital.

About admin

Check Also

Suikerfabriek Kalibagor, Harta Karun yang Kini Merana

Keberadaannya di masa kolonial sempat mengangkat pamor Banyumas sebagai salah satu pemasok gula di Pulau …