Frame 2

Magang ke Jepang, Petani Milenial Pilihan dan Tahan Banting

Potensidesa.com - Program magang petani milenial ke Jepang, bukan sembarangan dipilih lho. Petani milenial yang disaring pun merupakan pilihan dan tahan banting. Bahkan selepas magang, mereka pun harus mau mengembangkan hasil prakteknya di Indonesia.

Kementerian Pertanian menargetkan 1.000 petani milenial magang di Jepang di tahun 2021 ini. Selama 6 hingga 12 bulan petani milenial dididik dalam kultur pertanian Jepang dan diharapkan bisa menjadi pengusaha petani milenial di wilayahnya masing-masing.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian sendiri sudah mempersiapkan beberapa persyaratan yang setidaknya harus dipenuhi calon pemagang. Proses seleksi sendiri dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) maupun Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) yang ada di Indonesia. 

Salah satu yang ditunjuk menjadi lokasi pendaftaran dan seleksi Program Magang Jepang 2021 ini adalah Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan(BBPKH) Cinagara, Bogor. Pendaftaran dan seleksi Program Magang Jepang di BBPKH ini hanya untuk petani milenial di DKI Jakarta, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta). 


Sejak Februari 2021, BBPKH telah membuka pendaftaran untuk program magang ini dengan persyaratan tertentu seperti berusia 19 – 39 tahun (milenial), sehat jasmani rohani, berusaha tani minimal 2 tahun / memiliki background pendidikan minimal SLTA, diutamakan SMK – PP  jurusan pertanian/peternakan/agribisnis dan aktif dalam kelompok tani. Termasuk mendapatkan surat izin orang tua dan rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat. 

Proses selanjutnya yaitu Verifikasi dan Seleksi dengan kewajiban membawa surat keterangan bebas Covid (rapid test antigen / PCR test) untuk mengikuti tes IQ, Fisik hingga Wawancara.

"Peserta yang dinyatakan lolos seleksi wajib mengikuti Pelatihan di Balai selama 75 hari, dengan materi Bahasa Jepang, Budaya, Teknis Pertanian, Kewirausahaan, dan sebagainya, dengan total 600 jam pelajaran," ungkap Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, drh. Wisnu Wasisa Putra dalam Talkshow bertajuk “Kiat Lulus Magang Kerja di Jepang 2021” pada Selasa (11/5).

Selama 75 hari, peserta akan digembleng untuk kemudian mengikuti test jalur program Specified Skilled Workers ( SSW ) untuk bekerja dan belajar di Jepang dengan mengikuti tes Bahasa yaitu Japanese Language Proficiency Test (JPLT) - Basic (N4) dan Japan Foundation Test (JFT) For Basic Japanese (A2). Selain itu, adapula tes teknik pertanian untuk mendapatkan sertifikat Agriculture Skill Assessment Test (ASAT)

Selanjutnya proses Pemberkasan dan Pemberangkatan dengan dokumen berupa Paspor, Visa, PCR, Medical Check Up, Certificate of Eligibility (COE , Tiket dan lainnya).

Untuk diketahui, Jumlah lulusan magang Jepang secara nasional dari tahun 1984 hingga 2020 ini berjumlah 1.439 orang, dengan rincian 1984 – 1991 = 123 orang, 1992 – 1999 = 375 orang, 2000 – 2007 = 405 orang, 2008 – 2015 = 301 orang, 2016 – 2020 = 235 orang.

“Setelah pulang dari Jepang, mereka tentunya mempunyai pengalaman sehingga kami dorong  mengembangkan P4S, yaitu selain mengembangkan komoditas juga mengajari masyarakat di lingkungan tersebut," tutur Wisnu.
(Hyy/yy3/ar)

hello world!
magnifiercrosschevron-down