Frame 2

Mentan ; Akselerasi 2,5 Juta SDM Sektor Pertanian

Batu, (Potensidesa.com)- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam dua tahun kedepan ada peningkatan akselerasi bagi 2,5 juta SDM pertanian dan peternakan. Target tersebut ditujukan untuk menjawab semua permasalahan yang dihadapi di sektor pertanian seperti perubahan iklim.

Untuk bisa mencapai target akselerasi peningkatan SDM tersebut, Kemenpan melalui BPSDM malakukan pembukaan kegiatan TOT bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian secara offline di dua lokasi yaitu di PPMKP Ciawi dan BBPP Batu sejak Selasa (19/10) pagi)

"Indonesia kaya dan punya segalanya. Indonesia adalah negera keempat terbesar di dunia. Namun apa yang dimiliki tergantung kita hari ini. Karena itu kita yang hadir disini untuk bicara mada depan bangsa. Kehidupan bangsa kita besok, masyarakat, keluarga tergantung kualitas SDM," ujar Syahrul Yasin Limpo kepada saat membuka TOT di BBPP Batu sore ini.

ia menjelaskan bahwa SDM berkualitas secara tidak langsung akan berdampak pada sektor pertanian yang berkualitas pula. Sehingga perlu dilakukan TOT bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. Ini agar mereka mampu membuat program, inovasi hingga memanfaatkan teknologi bagi pertanian.

"Adakah yang bisa baik tanpa SDM berkualitas? Tidak. Begitu juga sektor pertanian tidak bisa maju jika SDM rendah. Dari hasil pertanian berkualitas juga akan menjauhkan generasi bangsa dari stunting," tegasnya.

Karena itu, Yasin Limpo meminta agar peserta yang ikut dalam ToT bisa menjawab tantangan globalitasi, memanfaatkan kemajuan teknologi, melakukan riset. Kemudian mampu menjawab permasalahan seperti climate change hingga anomali cuaca.

"Semua itu harus ada pada pikiran Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. Kemudian disebarkan kepada yang lainnya. Ini bisa dilakukan dengan hati dan kemauan. Dua hal tersebut sebagai modal utama. Dengan dua hal itu pejabat juga tidak akan tergantung dengan APBN," terangnya.

Melalui ToT tersebut ia berharap sektor pertanian akan kuat dan mampu bertahan bertahan kokoh. Sehingga bukan hanya terpenuhinya kebutuhan pangan dan nutrisi masyarakat Indonesia. Tapi juga membuka lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Kepala BBPP Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M. Si bahwa kegiatan yang digelar di tempatnya merupakan kegiatan Kementan melalui BPSDM yang berkeinginan melakukan akselaris peningkatan SDM diseluruh Indonesia.

"Kegiatan Kementan melalui BPSDM ingin melakukan akselaris peningkatan SDM diseluruh Indonesia. Totalnya seluruh Indonesia ada 2.120 peserta dari Papua sampai Aceh yang dilakukan secara online dan offline. Nantinya peserta yang ikut ToT harus ada kewajiban moral untuk melatih di level bawah," papar Wasis.

Ia menerangkan untuk satu orang peserta minimal nantinya akan melatih 30 orang. Pelatihan dilakukan secara bergelombang. Harapannya dengan ToT, Kemenpan dalam waktu 2 tahun mampu melakukan peningkatan akselerasi SDM 2,5 juta orang. Sehingga dengan peningkatan SDM akan berkorelasi untuk peningkatan kualitas pangan yang dihasilkan.

"Kami dituntut 3 kali lompatan. Kalau 1 kali saja akan hanya memenuhi kebutuhan pokok. Nah dengan akselerasi ini diharapkan ada tiga kali lompatan SDM untuk mampu menjawab semua permasalahan pertanian seperti climate change," terangnya.

Dalam pelatihan digelar selama dua hari. Baik online dan offline di dua tempat. Untuk di Ciawi ada 60 peserta dan di BBPP Batu ada 60 peserta. Dengan peserta dari UPT yang berada di bawah naungan Kementan.

(eri/red)

hello world!
magnifiercrosschevron-down