Pena Desa, dari Desa Menjangkau Dunia

Pena Desa, Gerakan Jurnalisme Warga

Di era kemajuan teknologi komunikasi, manusia dimanjakan oleh derasnya arus informasi. Tidak terkecuali penduduk desa. Sayangnya, mereka hanyalah konsumen informasi. Masalahnya, budaya yang lemah mencegah mereka menyaring informasi yang tidak sepenuhnya positif.

Perubahan perilaku sosial paling banyak terlihat pada masyarakat desa yang seringkali dipandang sebagai bagian dari masyarakat global. Keberadaan desa dengan segala kepudarannya (kearifan lokal) menunjukkan hal tersebut.

Sudah saatnya masyarakat desa menjadi lebih dari sekadar konsumen informasi. Mereka dapat menghasilkan informasi dan menyebarkan nilai intelektual kepada masyarakat internasional.

Kampanye Pena Desa oleh Purwokerto Kita Media bekerjasama dengan AJI Purwokerto adalah jawabannya.

Didirikan pada tahun 2013, Sanggar Pena Desa telah menjadi tempat belajar jurnalisme warga untuk menanamkan budaya literasi.

Kegiatan Belajar Bersama

Wartawan yang tergabung dalam AJI Purwokerto dan medianya Purwokerto Kita mendidik pemuda pedesaan untuk menulis sesuai kaidah jurnalistik.

Karena untuk menulis, Anda tidak perlu menjadi reporter. Namun, setiap artikel yang diproduksi dan didistribusikan melalui berbagai platform media harus dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, masyarakat desa perlu mengetahui cara menulis informasi yang dapat direkam.

Misalnya, dengan menganut rumus 5W1H, informasi yang ditulis warga cukup bertanggung jawab.

Pelatihan peserta Pena Desa diawali dengan teori dilanjutkan dengan praktek. Tempat belajar fleksibel bisa di mana saja mulai dari warung kopi, rumah tinggal, balai desa hingga kebun. Semua kegiatan bisnis menggunakan biaya yang berdiri sendiri. Outputnya tentu saja sebuah karya dalam bentuk tulisan yang diunggah di penadesa.or.id.

Pada awal tahun 2014, tercatat 13 desa di pemukiman asli Banyumas plus Brebes mengikuti pelatihan yang diselenggarakan AJI di Kota Purwokerto. Gerakan ini berlanjut. Karya-karya mereka semakin banyak dibaca oleh masyarakat. Beberapa dari mereka bahkan mampu mempengaruhi kebijakan birokrasi.

Warga yang semula mengusulkan pembangunan jembatan namun tidak pernah menyadarinya akhirnya mampu mewujudkannya lewat kekuatan tulisan mereka.

Warga setempat kini dapat melintasi jembatan tersebut dengan aman dan nyaman seperti sedia kala, tanpa rasa takut.

Tulisan-tulisan penduduk desa juga dapat membantu pariwisata di daerahnya, membuat kunjungan mereka semakin banyak.

Melalui Pena Desa, warga bisa menyampaikan berita desa yang tidak bisa dijangkau oleh media arus utama. Dengan demikian, warga dapat mengungkapkan keadaan desanya, permasalahan yang ada di dalamnya, serta potensi yang dapat dikembangkan.

(Ina Farida)

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements

Satu pemikiran pada “Pena Desa, dari Desa Menjangkau Dunia”

Tinggalkan komentar