Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Petunjuk Teknis Budidaya Karet untuk Sobat Desa

Karet merupakan salah satu komoditas penting bagi Indonesia. Menurut data dari Kementerian Pertanian, produksi karet Indonesia pada tahun 2020 mencapai sekitar 4,7 juta ton, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Budidaya karet memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus agar dapat menghasilkan mutu karet terbaik. Oleh karena itu, petunjuk teknis budidaya karet sangat penting untuk diperhatikan.

Petunjuk teknis budidaya karet berisi informasi tentang cara menanam, merawat, dan memanen karet secara benar. Sobat Desa yang ingin memulai budidaya karet, perlu memperhatikan petunjuk teknis ini agar dapat memperoleh hasil yang optimal. Dalam petunjuk teknis budidaya karet, Sobat Desa dapat mengetahui cara pemilihan bibit yang baik, pemeliharaan kebun karet yang tepat, serta cara penyadapan karet yang benar.

Selain itu, petunjuk teknis budidaya karet juga memberikan informasi tentang teknologi budidaya terbaru yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karet. Sobat Desa dapat mempelajari cara pengendalian hama dan penyakit, pemupukan serta irigasi yang tepat, dan juga cara pengolahan karet untuk menjadi produk jadi.

Dalam petunjuk teknis budidaya karet, Sobat Desa juga dapat memperoleh informasi tentang regulasi atau aturan yang harus dipatuhi dalam budidaya karet. Hal ini penting agar Sobat Desa dapat menjalankan usaha budidaya karet secara legal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kesimpulannya, petunjuk teknis budidaya karet sangatlah penting dalam menghasilkan mutu karet yang baik, serta untuk menjalankan usaha budidaya karet yang efisien. Oleh karena itu, Sobat Desa yang ingin memulai budidaya karet, hendaknya mempelajari dan mematuhi petunjuk teknis tersebut demi mendapatkan hasil yang optimal dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Latar Belakang: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Karet adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Karet banyak ditanam di daerah tropis yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya petunjuk teknis budidaya karet yang benar agar hasil produksinya optimal.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya karet adalah pemilihan bibit yang berkualitas. Bibit karet yang berkualitas akan memberikan hasil produksi yang optimal dan tahan terhadap pestisida. Selain itu, teknik pemupukan dan penyiangan gulma juga perlu diperhatikan agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik.

Selain faktor-faktor tersebut, budidaya karet juga memerlukan pemeliharaan yang teratur seperti penyiraman dan pemangkasan tunas. Selain itu, para petani juga perlu memperhatikan kondisi iklim dan lingkungan sekitar, serta adanya gangguan hama dan penyakit pada tanaman.

Untuk memudahkan petani dalam melakukan budidaya karet yang benar, pemerintah telah mengeluarkan petunjuk teknis budidaya karet. Petunjuk ini berisi panduan lengkap mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, teknik budidaya, hingga pemanenan dan pasca panen.

Dengan adanya petunjuk teknis budidaya karet yang benar, diharapkan produksi karet di Indonesia dapat meningkat dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara.

Penjelasan tentang Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Budidaya karet merupakan salah satu sektor pertanian yang sangat potensial di Indonesia, karena Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar di dunia. Budidaya karet perlu dilakukan dengan teknis yang baik agar hasilnya optimal dan berkelanjutan. Berikut adalah petunjuk teknis budidaya karet yang perlu diperhatikan.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan merupakan tahap awal dalam budidaya karet, hal yang perlu diperhatikan antara lain pemilihan lokasi yang tepat, pengukuran kebutuhan lahan, kelengkapan fasilitas dan sarana-prasarana penunjang.

Penanaman

Penanaman tanaman karet dilakukan setelah tahap persiapan lahan selesai dilakukan. Benih yang digunakan harus berasal dari tanaman karet yang sehat dan berkualitas. Pemilihan benih sangat penting untuk menjaga produktivitas tanaman karet di kemudian hari.

Perawatan

Perawatan tanaman karet meliputi beberapa aspek, diantaranya pemangkasan cabang dan ranting, pembuangan daun dan cabang yang sakit, penyiangan, penyiraman dan pemupukan.

Read more:

Pemanenan

Pemanenan karet dilakukan setelah tanaman telah mencapai usia yang cukup matang. Ada beberapa tahap dalam pemanenan karet, diantaranya pemberian sayatan pada batang dan penampungan getah karet.

Dengan memperhatikan petunjuk teknis budidaya karet, diharapkan hasil yang diperoleh dapat maksimal dan berkelanjutan. Selain itu, budidaya karet yang dilakukan dengan baik juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengembangkan sektor pertanian negara.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Kondisi Iklim

Karet merupakan tanaman tropis sehingga keberhasilan dalam budidaya tergantung pada kondisi iklim. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mempengaruhi produksi getah karet. Idealnya, suhu sekitar 25-35 derajat Celcius dan kelembapan relatif sekitar 80% akan memberikan hasil panen yang optimal.

Pemilihan Lokasi

Selain kondisi iklim, kesuksesan dalam budidaya karet juga tergantung pada pemilihan lokasi yang tepat. Pilihlah daerah yang memiliki drainase yang baik untuk menghindari terjadinya genangan air yang bisa merusak pertumbuhan karet. Pilihlah tanah yang subur dengan pH sekitar 4.5-6.5 untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.

Jenis Bibit dan Teknik Penanaman

Jenis bibit yang digunakan juga mempengaruhi hasil yang akan diperoleh. Pastikan bibit yang digunakan segar dan memiliki kualitas yang baik. Gunakan teknik penanaman yang benar dan sesuai dengan standar operasional untuk meningkatkan kesuksesan dalam budidaya karet.

Pengaturan Pola Penyinaran

Pengaturan pola penyinaran juga berpengaruh pada hasil yang akan diperoleh pada budidaya karet. Sebaiknya, lakukan penyinaran pada pagi hari dan sore hari, sementara pada siang hari tanaman karet sebaiknya diberikan naungan agar tidak terlalu panas. Pastikan juga tanaman karet mendapatkan sinar matahari secara merata.

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman

Terakhir, perawatan dan pemeliharaan tanaman karet juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi hasil. Usahakan memberikan pupuk dan perlindungan dari hama dan penyakit. Lakukan pembersihan dan penyiangan secara rutin untuk menjaga tanaman karet tetap dalam kondisi yang sehat.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, diharapkan petunjuk teknis budidaya karet dapat memberikan panduan yang jelas dan efektif dalam meraih hasil yang maksimal.

Persiapan Lahan atau Wadah: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Petani karet yang ingin membudidayakan tanaman karet memerlukan persiapan lahan atau wadah yang tepat. Persiapan yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya karet. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan lahan atau wadah untuk budidaya karet.

Pertama, pilih lokasi lahan yang tepat. Lokasi lahan yang cocok untuk budidaya karet adalah lahan yang datar atau agak miring dengan kemiringan maksimal 8%. Lahan yang terlalu curam akan menyulitkan dalam pengolahan lahan dan pemeliharaan tanaman karet. Selain itu, pilih lahan yang memiliki ketinggian antara 100-700 meter di atas permukaan laut.

Kedua, persiapkan tanah dengan baik. Lahan persiapan harus dicangkul hingga kedalaman 50 cm. Kemudian, tebar pupuk kandang atau kompos pada lahan yang telah dicangkul. Setelah itu, aduk hingga merata dan ratakan permukaannya dengan rapi. Pastikan kondisi kelembaban tanah cukup sehingga biji karet bisa bertumbuh dengan baik.

Ketiga, pilih bibit karet yang berkualitas. Bibit yang berkualitas akan menjamin keberhasilan dalam budidaya karet. Pilih bibit yang berasal dari tanaman karet yang sehat dan produktif. Selain itu, bibit yang dipilih harus memiliki sistem perakaran yang kuat dan baik.

Keempat, persiapkan wadah penanaman yang baik. Wadah yang digunakan saat penanaman karet bisa berupa polibag atau polybag. Pastikan wadah yang digunakan memiliki ukuran yang tepat dan telah disesuaikan dengan jenis bibit karet yang dipilih.

Dalam melakukan persiapan lahan atau wadah untuk budidaya karet, perlu dilakukan dengan seksama dan serius. Dengan persiapan yang tepat, diharapkan petani karet bisa meningkatkan produktivitas tanaman dan mendapatkan hasil yang optimal.

Pemilihan Bibit atau Benih: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Budidaya karet adalah kegiatan bertanam dengan tujuan untuk menghasilkan getah karet yang nantinya akan diolah menjadi berbagai produk. Dalam budidaya karet, pemilihan bibit atau benih menjadi hal yang penting untuk menjamin suksesnya budidaya tersebut. Berikut adalah beberapa petunjuk teknis untuk memilih bibit atau benih yang baik dalam budidaya karet.

Pilih Jenis Klon yang Sesuai

Klon yang baik harus memiliki sifat unggul, seperti produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan penyakit, serta adaptif terhadap lingkungan setempat. Pilih klon yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian Anda.

Pilih Bibit atau Benih yang Berkualitas

Pastikan bibit atau benih yang Anda beli berkualitas dan berasal dari sumber yang terpercaya. Pilih bibit yang sudah melewati tahap seleksi ketat dan telah dilakukan uji mutu untuk memastikan kualitasnya.

Pilih Bibit atau Benih yang Sehat

Periksa bibit atau benih sebelum membelinya. Pilih bibit atau benih yang tidak memiliki tanda-tanda kerusakan atau penyakit. Pastikan bibit atau benih berwarna sehat, berukuran seragam, dan tidak cacat.

Lakukan Penanaman dengan Teknis yang Benar

Setelah memilih bibit atau benih yang baik, lakukan penanaman dengan teknis yang benar. Pastikan bibit atau benih ditanam pada kedalaman yang tepat, sesuai jarak tanam yang direkomendasikan, dan disertai dengan pupuk dan perawatan yang baik agar dapat tumbuh dengan subur.

Dengan memilih bibit atau benih yang baik dan melakukan teknis penanaman secara benar, diharapkan budidaya karet Anda dapat sukses dan menghasilkan getah karet yang berkualitas. Semoga petunjuk teknis ini bermanfaat bagi para petani karet di Indonesia.

Pembibitan atau Penyemaian: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Budidaya karet menjadi aktivitas umum di Indonesia, dan bagi sebagian besar petani, pembibitan atau penyemaian karet adalah langkah penting dalam menentukan keberhasilan budi daya. Berikut adalah petunjuk teknis budidaya karet:

Penyiapan Bibit

Pilihlah biji karet berkualitas baik dan masukkan ke dalam kotak penyimpanan biji. Periksa biji secara berkala untuk membuang biji yang busuk, pecah, atau mengering. Sementara itu, bagi bibit yang siap ditanam, rendam dalam air selama 24 jam sebelum di semaikan. Pastikan pada lokasi penyemaiannya terdapat naungan yang cukup dan media yang sesuai seperti campuran sekam, pasir, dan pupuk organik.

Penyemaian Bibit

Media semai yang memiliki kualitas tanah gembur dan gembur sangat dianjurkan untuk memudahkan pemasangan tanaman. Rapatkan media semai seukuran jari telunjuk sebelum tanam bibit. Kemudian, celup seluruh akar bibit ke larutan fungisida dan biarkan kering selama 20 sampai 30 menit sebelum ditanam. Pilih bibit karet unggul dengan tinggi 20 sampai 25 cm untuk ditanam.

Perawatan Bibit

Petiklah dedaunan dan cabang pada bibit karet setelah satu tahun atau tinggi bibit karet mencapai 60 cm. Kemudian lakukan penyiraman bibit secara teratur dan jaga kelembaban media semai. Sebelum ditanam di area yang lebih luas, perhatikan kondisi kelembapan udara dan curah hujan selama beberapa bulan terakhir. Bibit karet yang sehat dan berkualitas akan tumbuh dengan baik pada kondisi lingkungan yang tepat.

Itu dia beberapa petunjuk teknis bagi petani yang ingin melakukan pembibitan atau penyemaian karet untuk budi daya selanjutnya. Dengan melakukan tahapan-tahapan di atas dengan benar, diharapkan bibit karet dapat tumbuh sehat dan subur, serta menghasilkan karet yang berkualitas dengan baik.

Perawatan: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Budidaya karet merupakan usaha yang menjanjikan di Indonesia. Namun, tanaman karet memerlukan perawatan yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik dan produktif. Berikut adalah beberapa petunjuk teknis dalam budidaya karet.

Pertama, pemupukan karet harus dilakukan secara teratur. Pemupukan nitrogen pada awal musim hujan dan pupuk kalium pada musim kemarau diperlukan agar karet dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, pemupukan daun juga harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas getah karet.

Kedua, pembalakan dan pemangkasan harus dilakukan secara teratur. Pembalakan pohon karet yang sudah tua dan produktif dapat meningkatkan produktivitas pohon muda. Sedangkan pemangkasan cabang-cabang yang rapat akan membantu sirkulasi udara dan sinar matahari sehingga pohon karet dapat tumbuh lebih baik.

Ketiga, penyakit dan hama harus diatasi dengan tepat. Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman karet antara lain cercospora leaf spot dan abnormal leaf fall. Sedangkan hama yang sering menyerang antara lain kutu putih dan tungau merah. Perlu adanya pengendalian hama dan penyakit agar getah karet yang dihasilkan berkualitas dan berlimpah.

Keempat, pengairan dan drainase harus diperhatikan dengan baik. Karet membutuhkan lingkungan yang lembab, namun berlebihan air juga tidak baik untuk pertumbuhan karet. Oleh karena itu, sistem pengairan dan drainase yang baik akan membantu menjaga kadar air yang dibutuhkan oleh karet.

Kelima, belum adanya penggunaan teknologi yang canggih dalam budidaya karet, petani karet harus tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Lahan budidaya harus selalu dirapikan dan ditumbuhi dengan rumput untuk mencegah erosi tanah yang berdampak buruk bagi produktivitas karet.

Dengan mengikuti petunjuk teknis dalam budidaya karet, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karet dan meningkatkan kualitas getah karet yang dihasilkan.

Pengendalian Hama dan Penyakit: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Hama dan Penyakit pada Tanaman Karet

Tanaman karet memiliki beberapa musuh alami seperti hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman karet antara lain adalah ulat grayak, semut, dan kupu-kupu. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman karet antara lain adalah busuk batang dan antraknosa. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman karet harus dilakukan secara rutin.

Pencegahan dan Pengendalian Hama

Pencegahan hama pada tanaman karet dapat dilakukan dengan mengelola gulma sekitar tanaman karet, membersihkan rumput liar dan dedaunan yang mengumpul di sekitar pohon karet. Selain itu, pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan pestisida. Beberapa jenis pestisida seperti Malathion dan Diazinon dapat membunuh hama pada tanaman karet. Namun, penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Pencegahan penyakit pada tanaman karet dapat dilakukan dengan menghindari penyiraman air secara berlebihan, menanam bibit karet yang berkualitas, dan menjaga kebersihan area sekitar tanaman karet. Pengendalian penyakit pada tanaman karet dapat dilakukan dengan penggunaan fungisida. Beberapa jenis fungisida seperti Benomil dan Antracol dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit pada tanaman karet.

Perawatan Secara Rutin

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman karet tidak dapat dilakukan sekaligus. Perawatan harus dilakukan secara rutin agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan getah karet yang berkualitas. Selain itu, perawatan juga dapat dilakukan dengan memberikan pupuk secara berkala, memangkas ranting dan daun yang tidak perlu, serta memelihara kebersihan lingkungan sekitar tanaman karet.

Dengan menjalankan petunjuk teknis budidaya karet yang benar, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman karet dapat dilakukan dengan mudah dan hasil panen dapat meningkat dengan signifikan.

Hasil Panen dan Pascapanen: Petunjuk Teknis Budidaya Karet

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi ekspor yang besar. Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, pelaku usaha budidaya karet harus memperhatikan beberapa hal dalam pascapanen. Berikut adalah beberapa petunjuk teknis budidaya karet mulai dari pemeliharaan, pemanenan, pemrosesan, dan pengangkutan.

Pertama adalah pemeliharaan. Setelah memanen karet, tunggu beberapa waktu hingga karet menghasilkan getah lagi. Pastikan juga kondisi tanaman karet selalu terawat dengan baik, yaitu dengan melakukan pemupukan dan pemangkasan secara rutin.

Kedua adalah pemanenan. Saat melakukan pemanenan, pelaku usaha harus memperhatikan teknik memetik karet. Pastikan memetik dilakukan saat pagi atau sore hari, hindari memetik pada saat siang hari karena akan mengganggu produksi getah karet. Sebaiknya gunakan pisau tajam untuk memotong.

Ketiga adalah pemrosesan. Setelah selesai memetik karet, getah yang diperoleh harus diolah dengan baik agar tidak rusak. Buatlah pembukaan pada batang karet kemudian kumpulkan getah pada wadah yang disediakan. Setelah itu, proses getah karet atau membuat slab dengan cara digulung, didinginkan, kemudian dipotong dan dikemas.

Keempat adalah pengangkutan. Saat pengangkutan, pastikan kondisi karet tetap terjaga dan terhindar dari bahaya seperti kelembaban atau terlalu lama dalam pengangkutan. Pengangkutan karet dapat menggunakan mobil, kereta api, atau kapal laut.

Dengan memperhatikan petunjuk teknis dalam budidaya karet mulai dari pemeliharaan, pemanenan, pemrosesan, dan pengangkutan, hasil panen karet yang optimal dapat diperoleh. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi karet di Indonesia.

Keuntungan dan Manfaat dari Petunjuk Teknis Budidaya Karet

1. Meningkatkan Produksi Karet

Petunjuk teknis budidaya karet memberikan petunjuk yang jelas tentang teknik dan cara membudidayakan karet yang benar. Hal ini bisa meningkatkan produksi karet dan kualitasnya. Dengan pemilihan bibit yang tepat, perawatan tanaman yang baik, dan penerapan teknik penanaman dan pemupukan yang tepat, bisa meningkatkan produksi karet hingga lebih dari 40%.

2. Mengurangi Biaya Produksi

Petunjuk teknis budidaya karet dapat membantu mengurangi biaya produksi. Pemilihan bibit yang tepat bisa mengurangi biaya penggunaan pupuk dan pestisida. Teknik pemupukan dan perawatan tanaman yang baik bisa mengurangi jumlah pupuk yang diperlukan dan mengurangi biaya transportasi kebun.

3. Mencegah Kerugian Akibat Penyakit

Petunjuk teknis juga memberikan informasi tentang tindakan pencegahan dan cara mengatasi penyakit yang menyerang karet. Dengan penerapan petunjuk teknis yang benar, petani bisa mencegah kerusakan tanaman dan mengurangi kerugian akibat serangan penyakit.

4. Menjamin Keberlanjutan Produksi Karet

Petunjuk teknis yang benar dalam budidaya karet dapat memastikan kualitas dan kuantitas produksi yang lebih baik, sekaligus menjamin keberlanjutan produksi karet dalam jangka panjang. Dengan mengikuti petunjuk teknis, petani bisa menjamin produksi karet yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan mereka dalam jangka waktu yang lama.

5. Dapat Menjadi Investasi yang Menjanjikan

Petunjuk teknis budidaya karet bukan hanya memberikan manfaat kepada petani, tetapi juga sebagai investasi yang menjanjikan. Produksi karet yang meningkat akan meningkatkan persediaan karet di pasaran dan meningkatkan harga jualnya. Hal ini dapat membuka peluang bisnis bagi para investor yang ingin berinvestasi dalam industri perkebunan karet.

Dalam kesimpulannya, petunjuk teknis budidaya karet memberikan keuntungan dan manfaat bagi para petani, investor, dan industri karet. Penerapan teknik yang baik dan sesuai akan menghasilkan produksi yang lebih banyak, berkualitas dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Budidaya Karet: Petunjuk Teknis untuk Sukses Berkebun

Budidaya karet merupakan salah satu jenis usaha pertanian yang menjanjikan. Di samping dapat memberikan keuntungan finansial yang lumayan, budidaya karet juga memiliki prospek cerah untuk masa depan. Namun, usaha budidaya karet bukanlah usaha yang mudah. Dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta perawatan yang intensif agar tanaman karet dapat tumbuh dengan optimal.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, ada beberapa petunjuk teknis budidaya karet yang harus diperhatikan dengan seksama. Pertama-tama, perlu memilih bibit yang berkualitas dan cocok dengan kondisi tanah dan lingkungan di daerah Anda. Kedua, cara penanaman yang benar juga sangatlah penting. Pastikan bahwa jarak tanam antar pohon sesuai dengan standar yang dianjurkan agar tanaman karet bisa tumbuh dengan optimal.

Selain itu, memilih pupuk yang tepat dan melaksanakan penyiangan gulma secara berkala juga perlu diperhatikan. Pemeliharaan yang teratur terhadap tanaman karet dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan produksi getah karet yang berkualitas.

Tidak hanya itu, dalam budidaya karet diperlukan juga pemahaman yang memadai mengenai penanganan hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman karet. Dengan mengetahui cara mengatasi masalah tersebut, kita dapat melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan yang tepat, sehingga tanaman karet Anda akan tetap sehat dan produktif.

Dengan mengikuti petunjuk teknis yang tepat dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi karet, Anda dapat memperoleh hasil panen karet yang optimal. Kendati terkadang diperlukan upaya lebih dalam proses budidaya karet, usaha tersebut pasti akan menjadi lebih mudah dengan pengalaman. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk mencoba budidaya karet, dan jangan lupa untuk selalu rajin belajar dan bertanya kepada pakar di bidangnya.

Terakhir, semoga petunjuk teknis budidaya karet ini dapat memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat bagi pembaca semua. Silakan bagikan kepada orang lain jika informasi ini dianggap bermanfaat. Sampai jumpa kembali di artikel kami selanjutnya.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements