Frame 2

Program Magang Jepang Kian Menarik Minat Petani Muda Indonesia

Potensidesa.com - Kemajuan teknologi pertanian di Jepang yang berimbas pada kesejahteraan petaninya yang sangat memadai ternyata mampu menarik minat sejumlah negara untuk mengirimkan petaninya magang dan bekerja di negeri Sakura. Tak terkecuali Indonesia. 


“Kementerian Pertanian melalui Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan magang pemuda tani sekaligus ajang seleksi mengikuti program Specified Skilled Workers ( SSW ) untuk bekerja dan belajar di Jepang. SSW memberikan kesempatan kepada pemuda tani Indonesia belajar tentang tata kelola pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ungkap Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, drh. Wisnu Wasisa Putra dalam Talkshow bertajuk “Kiat Lulus Magang Kerja di Jepang 2021” pada Selasa (11/5).

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, BBPKH Cinagara menjadi salah satu dari 9 UPT BPPSDMP yang menyelenggarakan seleksi dan pelatihan, khususnya calon peserta dari provinsi DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta.

"Masing – masing UPT dilatih sebanyak 30 orang peserta. Kami telah melakukan sosialisasi program Pemagangan ke Jepang kepada seluruh Dinas Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya ( P4S ), Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan,” kata Wisnu.

Untuk diketahui, pada tahun 2020/2021 ini, sebanyak 1000 petani muda dari seluruh Indonesia, ditargetkan dapat magang ke Jepang dengan program Specified Skilled Workers (SSW), termasuk petani di kawasan urban seperti Jabodetabek.

Guna membuka wawasan petani muda yang akan mengikuti pelatihan magang di Jepang di tahun-tahun berikutnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melakukan talkshow virtual dengan narasumber Cheriatna – Alumni Magang JAEC (Japan Agriculture Exchange Council) Tokyo Jepang Tahun 1998 dari DKI Jakarta, dan Imaduddin Rabani – Peserta Magang Kerja Jepang Tahap 1 Tahun 2021 dari DKI Jakarta. 

Talkshow dipandu oleh Ahmad Fahrizal – Petani Alpukat Cipedak, Jakarta, dan Cindy A. Putri – CPNS Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta. Didukung juga oleh Hydrofarm dan Madu Pramuka.

“Keterbatasan lahan di Jakarta membuat kita harus banyak belajar teknologi maju di Jepang. Pengalaman yang dibawa pulang oleh para petani muda yang berhasil mengikuti magang kerja sangat bermanfaat untuk kemajuan pertanian di Jakarta khususnya, dan nasional secara umum,” kata Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati dalam sambutannya.

Mujiati lebih lanjut mengungkapkan bahwa berdasarkan survey Urban Farming di Jakarta, 92 persen penggiat Urban Farming akan tetap melakukan aktivitasnya setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta guna waspada Covid-19. Urban farming dinilai banyak manfaat, 98 persen kegiatannya berperan penting menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan pangan.

Antusiasme peserta Talkshow ini tidak hanya dari Jakarta, namun juga dari wilayah luar DKI antara lain Palangkaraya, Lampung, Bandung, Cilacap, Jambi, Yogyakarta, Semarang, Bali, NTB, Pekanbaru, dan sebagainya.

(Yyq/yys/revi)

hello world!
magnifiercrosschevron-down