Frame 2

Tape Uli Ketan Hitam, Dua Sejoli Asem Manis Lebaran

Potensidesa.com - Di tatar Sunda dan tanah Betawi ternyata ada panganan Khas yang wajib ada setiap Lebaran dan harus ada sepasang, panganan itu adalah Tape Uli Ketan Hitam.

"Setiap pulang ke Parungkuda saat lebaran pasti disuguhi tape Uli Ketan Hitam. Enak banget sih, Ketan ulinya tali jangan digoreng, dikukus aja. Terus dicocol ke Ketan Hitam yang agak berair karena sudah terfermentasi sedikit. Sedap!," tutur salah satu warga Jakarta yang mudik ke Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/5).

Tape ketan hitam merupakan hasil fermentasi beras ketan hitam yang sebelumnya mendapat pencampuran ragi, yang kemudian didiamkan dalam beberapa hari untuk mendapatkan hasil fermentasi berupa kandungan alkohol. Alkohol inilah yang menyebabkan beras ketan hitam menjadi terasa manis menyegarkan.

Dilansir dari berbagai sumber yang diakses tabloidsinartani.com, tape Uli Ketan Hitam ini merupakan panganan Khas Betawi yang menyebar juga di Tatar Sunda, terutama pada keturunan Betawi-Sunda yang merantau di daerah lain. 

Berbeda lagi di Jawa Tengah, biasanya uli ketan ini disebut jadah. Jadah biasanya disantap dengan tempe bacem goreng dan cabe rawit.

Tape Uli Ketan Hitam ini biasanya disajikan masyarakat Betawi  saat prosesi mengiringi pemotongan kerbau andilan sebagai tradisi menjelang lebaran.

Uli  ketan khas Betawi juga punya makna kebersamaan dan kesederhanaan yang cukup kental. Makna kebersamaan terlihat dari proses pembuatannya dimana sang pria bertugas menumbuk ketan dan wanita bertugas memasak.

Makanan yang sudah ada sejak tahun 1950-an ini dulunya dijajakan dengan pikulan keliling kampung. Namun saat ini tape uli sangat sulit ditemukan, hanya ada beberapa penjual yang masih melestarikan jajanan tradisional ini.

(Hum/ar/red)

hello world!
magnifiercrosschevron-down