Usaha Budidaya Tambak: Peluang Bisnis Menjanjikan di Indonesia

usaha budidaya tambak

Usaha Budidaya Tambak Sebagai Sumber Perekonomian Desa

Selamat datang Sobat Desa, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai usaha budidaya tambak yang dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian di desa.

Budidaya tambak merupakan salah satu jenis usaha yang telah lama dikenal sebagai mata pencaharian masyarakat pesisir di Indonesia. Usaha ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan berbagai keuntungan yang dapat diperoleh.

Latar belakang dari usaha budidaya tambak terletak pada keberadaannya sebagai sumber daya alam yang melimpah di wilayah pesisir. Keadaan geografis dan kondisi lingkungan yang memungkinkan, menjadikan marem atau air laut surut serta adanya lahan tambak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan budidaya.

Adanya perkembangan teknologi dan inovasi dalam budidaya tambak menjadikan usaha ini semakin menjanjikan dan lebih efisien. Masyarakat dapat melakukan budidaya ikan, udang, dan kepiting secara lebih mudah dan menghasilkan produksi yang lebih baik.

Diharapkan, dengan adanya peningkatan usaha budidaya tambak, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang memiliki potensi terbatas dalam bidang ekonomi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Sobat Desa dan masyarakat sekitar. Mari kita mulai membahas lebih lanjut mengenai usaha budidaya tambak di artikel berikutnya.

Latar Belakang: Usaha Budidaya Tambak

Pada dasarnya, tambak adalah suatu lahan yang digunakan untuk menampung air laut untuk kebutuhan budidaya ikan, udang, dan kerang. Di Indonesia, usaha budidaya tambak telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda. Namun, pada masa itu, budidaya tambak dilakukan secara tradisional. Barulah pada awal tahun 1970-an, pemerintah Indonesia mulai memperkenalkan usaha budidaya tambak secara modern.

Dalam beberapa dekade terakhir, usaha budidaya tambak semakin berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya permintaan yang semakin besar dari dalam negeri maupun luar negeri atas produk olahan dari budidaya tambak, seperti udang dan ikan. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi dan keunggulan dalam bidang ini, salah satunya adalah memiliki ketersediaan lahan tambak yang luas.

Meskipun begitu, usaha budidaya tambak juga memiliki tantangan yang tidak sedikit. Salah satu tantangan besarnya adalah terkait dengan pengelolaan lingkungan. Budidaya tambak yang tidak diatur dengan baik, dapat menyebabkan pencemaran air dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga aktif dalam mengeluarkan kebijakan dan melakukan pengawasan terhadap usaha budidaya tambak.

Secara umum, usaha budidaya tambak memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Namun, diperlukan pengaturan dan pengawasan yang baik, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat maupun perekonomian Indonesia.

Usaha Budidaya Tambak

Usaha budidaya tambak merupakan salah satu jenis usaha yang berkaitan dengan perikanan. Tambak adalah sebuah area yang diartikan sebagai sekumpulan lahan yang dipakai untuk pembesaran biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan lain sebagainya. Di Indonesia, usaha budidaya tambak sudah menjadi salah satu bagian dari sektor perikanan yang cukup besar dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dalam budidaya tambak, perlu dilakukan pemilihan lokasi yang tepat untuk meminimalisir terjadinya risiko iklim dan kerusakan keberhasilan produksi. Selain itu, para peternak juga perlu memastikan kandungan nutrisi pada air tambak. Nutrisi pada air akan mempengaruhi perkembangan ikan atau udang yang dipelihara sehingga perlu dikontrol secara optimal.

Proses budidaya tambak juga memerlukan perawatan yang baik agar hasil yang dihasilkan tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme yang merugikan. Ada beberapa tahapan dalam budidaya tambak seperti persiapan lahan, pondasi pondok, penangkaran benih, pemberian pakan, dan penjualan hasil perikanan. Setiap tahapan sangat penting dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.

Usaha budidaya tambak memiliki potensi yang besar bagi masyarakat Indonesia. Selain sebagai sumber bahan pangan yang bermanfaat, usaha budidaya tambak juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat dan meningkatkan perekonomian daerah. Oleh karena itu, pembinaan usaha budidaya tambak harus terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil: Usaha Budidaya Tambak

Usaha budidaya tambak merupakan salah satu sumber penghasilan yang cukup menjanjikan di Indonesia. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh petani tambak. Faktor-faktor tersebut meliputi:

Lokasi Tambak

Lokasi tambak yang tepat merupakan faktor utama yang mempengaruhi hasil usaha budidaya tambak. Kondisi geografis dan lingkungan tambak seperti suhu, salinitas, pH, kedalaman air, serta sirkulasi air perlu dipertimbangkan. Lokasi tambak yang kurang tepat dapat mengakibatkan pertumbuhan ikan atau udang tidak maksimal dan menimbulkan masalah kesehatan pada hewan ternak.

Read more:

Pemilihan Benih

Pemilihan benih yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi lingkungan adalah faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan budidaya tambak. Benih yang berkualitas akan tumbuh dengan cepat, sehat, dan hasil panen pun menjadi lebih banyak. Sebaliknya, pemilihan benih yang tidak tepat dapat mengakibatkan kematian massal hewan ternak dan tingkat produksi menjadi rendah.

Jenis Pakan

Jenis pakan yang diberikan pada hewan ternak juga mempengaruhi hasil produksi dari usaha tambak. Pemilihan jenis pakanyang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas dari hewan ternak. Para petani tambak perlu memperhatikan kandungan nutrisi dalam pakannya dan memilih pakan yang seimbang dan berkualitas untuk hewan ternak.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan masalah yang sering dihadapi oleh petani tambak dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit dengan tepat. Penggunaan obat-obatan ataupun pengobatan tanpa resep tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan efek samping pada hewan ternak yang dibudidayakan.

Dalam mengelola usaha budidaya tambak, petani perlu memperhatikan beberapa faktor penting yang mempengaruhi hasil produksi. Faktor-faktor tersebut harus diperhatikan secara tepat agar dapat mendapatkan hasil yang optimal.

Persiapan Lahan atau Wadah: Usaha Budidaya Tambak

Budidaya tambak menjadi salah satu usaha yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, sebelum memulai usaha ini, diperlukan persiapan lahan atau wadah yang optimal untuk mendapatkan hasil yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips penting dalam persiapan lahan atau wadah usaha budidaya tambak.

1. Pemilihan Lahan atau Wadah yang Tepat

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan lahan atau wadah yang tepat untuk budidaya tambak. Pilihlah wilayah yang tidak terlalu jauh dari permukiman, berada di dataran rendah, memiliki aliran air yang lancar, dan kondisi tanahnya tidak terlalu keras atau terlalu lembek. Pastikan juga memilih wa
dah atau kolam yang memenuhi standar kualitas air dengan pH dan salinitas yang tepat agar tidak merusak kesehatan ikan.

2. Persiapan Lahan atau Wadah yang Baik

Setelah menentukan lokasi yang tepat, dilanjutkan dengan persiapan lahan atau wadah yang baik. Bersihkan lahan dari segala macam gangguan seperti rumput liar, pepohonan dan sampah. Setelah itu, pastikan lahan telah diratakan dan kondisinya cukup subur. Bagi wadah atau kolam dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan, serta pastikan telah dibangun saluran pembuangan dan pengairan yang baik.

3. Perawatan Lahan atau Wadah

Setelah melakukan persiapan, dilanjutkan dengan perawatan lahan atau wadah. Lakukan pembersihan secara rutin, termasuk mengganti air secara berkala agar kualitas air tetap baik, serta memberikan pakan yang cukup sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, pastikan juga wadah atau kolam dilindungi dari serangan hama dan penyakit yang dapat merusak ikan.

Dalam menyiapkan lahan atau wadah untuk budidaya tambak, diperlukan persiapan yang baik agar dapat menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas. Dengan menerapkan tips di atas, diharapkan usaha budidaya tambak dapat berhasil dan memberikan keuntungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemilihan Bibit atau Benih: Usaha Budidaya Tambak

Benih atau bibit memainkan peran penting dalam usaha budidaya tambak. Pemilihan bibit atau benih yang tepat akan menentukan kesuksesan produksi ikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih bibit atau benih yang berkualitas.

Pertama, pastikan bibit atau benih yang dipilih sehat dan bebas dari penyakit. Tanaman yang sakit cenderung memiliki kekebalan yang rendah dan lebih rentan terhadap gangguan lingkungan seperti air yang terpolusi.

Kedua, pilih bibit atau benih yang tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Bibit yang terlalu kecil mungkin tidak memiliki daya tahan yang cukup untuk bertahan hidup di lingkungan tambak. Di sisi lain, bibit yang terlalu besar mungkin kurang adaptif dengan lingkungan barunya.

Ketiga, pastikan bibit atau benih yang dipilih memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi serta memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Bibit atau benih yang berkualitas akan tumbuh dan berkembang dengan cepat, sehingga mempercepat waktu panen ikan.

Keempat, perhatikan juga jenis bibit atau benih yang cocok dengan lingkungan tambak Anda. Ada beberapa jenis bibit atau benih yang lebih cocok dengan lingkungan air tawar, dan sebaliknya. Memilih bibit atau benih yang sesuai dengan lingkungan tambak Anda akan meningkatkan peluang kesuksesan produksi ikan.

Semua hal di atas harus diperhatikan dengan benar-benar detail dalam pemilihan bibit atau benih yang tepat. Dengan melakukan pemilihan yang tepat, diharapkan dapat menjaga produksi ikan yang stabil dan berkualitas.

Pembibitan atau Penyemaian: Usaha Budidaya Tambak

Penyediaan benih yang berkualitas dan sehat menjadi salah satu hal yang penting dalam keberhasilan budidaya tambak. Oleh karena itu, proses pembibitan atau penyemaian menjadi tahap awal yang harus dilakukan dengan benar dan tepat.

Proses penyemaian dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti menggunakan kotak atau bak semen berukuran kecil, atau membuat bedengan di atas lahan tambak. Benih udang atau ikan yang telah dipilih dan dikondisikan sebelumnya kemudian ditebar atau ditempatkan pada tempat tersebut. Proses penyemaian ini akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu tergantung jenis benih yang digunakan.

Setelah masa penyemaian berakhir, benih udang atau ikan akan ditebar pada lahan tambak yang telah dipersiapkan sebelumnya. Proses penyebaran benih dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan secara merata dengan tujuan untuk memastikan pertumbuhan yang merata pula.

Memastikan kualitas air dan kondisi lingkungan yang sesuai dengan jenis benih yang dipelihara juga menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan. Selain itu, pemakaian pakan yang sesuai juga dapat mempercepat pertumbuhan dan memperkuat ketahanan benih dalam menghadapi segala jenis tantangan.

Dalam proses pembibitan atau penyemaian, diperlukan pemahaman yang baik dan ketelitian dalam hampir setiap tahap. Dengan begitu, hasil yang diharapkan akan dapat tercapai dengan baik dan membawa keuntungan bagi para petani tambak.

Perawatan: Usaha Budidaya Tambak

Pendahuluan

Budidaya tambak menjadi salah satu sektor ekonomi yang cukup menjanjikan di Indonesia. Selain memberikan lapangan kerja, budidaya tambak juga dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup besar bagi para peternak. Namun, seperti halnya usaha lainnya, usaha budidaya tambak pun membutuhkan perawatan yang baik agar dapat berproduksi dengan hasil yang optimal.

Teknik Perawatan

Salah satu teknik perawatan yang perlu dilakukan dalam usaha budidaya tambak adalah pemberian pakan yang baik dan seimbang. Jenis pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan jenis ikan atau udang yang dibudidayakan serta tahap pertumbuhan yang sedang dijalankan. Selain itu, perlu juga diperhatikan teknik pengendalian kualitas air, dimana kolam harus dijaga kebersihannya agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau parasit.

Peran Peternak

Sebagai peternak, peran dalam menjaga kesehatan ikan atau udang juga sangat penting. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar tambak dan segera mengatasi jika ditemukan gejala penyakit pada ikan atau udang. Selain itu, peternak juga perlu memastikan bahwa area sekitar tambak bersih dari sampah dan limbah untuk mencegah kontaminasi.

Perawatan yang baik dan sungguh-sungguh akan memberikan produktivitas yang optimal pada usaha budidaya tambak. Para peternak harus memperhatikan teknik perawatan yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada saat ditemukan masalah. Di samping itu, kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan aspek yang tak kalah penting dalam menjaga kesehatan ikan atau udang. Dengan melakukan perawatan yang baik, diharapkan usaha budidaya tambak akan memberikan hasil yang positif bagi para peternak.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Usaha Budidaya Tambak

Usaha budidaya tambak membutuhkan pengendalian hama dan penyakit untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Hama dan penyakit yang menyerang tambak dapat menyebabkan kematian ikan atau udang yang dibudidayakan, sehingga mengurangi produksi. Oleh karena itu, usaha budidaya tambak harus melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur dan efektif.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pemberian pakan tambahan atau predator alami, pemasangan jaring untuk mencegah serangan burung atau predator lainnya, dan penggunaan insektisida atau pestisida khusus untuk kolam tambak. Namun, penggunaan insektisida atau pestisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk menghindari residu pada ikan atau udang yang dibudidayakan.

Penyakit pada ikan atau udang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Oleh karena itu, pencegahan penyakit lebih penting daripada pengobatan penyakit yang sudah terlanjur menyerang ikan atau udang. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam, memperhatikan kualitas air, dan memberikan pakan yang sehat.

Selain cara-cara tersebut, usaha budidaya tambak juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli atau tim pengawas budidaya tambak agar mendapatkan informasi yang tepat mengenai pengendalian hama dan penyakit yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan budidaya tambak.

Dalam menjalankan usaha budidaya tambak, pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur dan efektif, produksi budidaya tambak akan maksimal dan keuntungan dapat diperoleh dengan baik.

Hasil panen dan Pascapanen: Usaha Budidaya Tambak

Budidaya tambak adalah kegiatan yang modelnya mirip dengan perkebunan. Pasalnya, budidaya tambak termasuk dalam bidang agribisnis yang membutuhkan persiapan lahan,
perawatan, dan panen. Pada saat panen biasanya dimulai usai air laut surut. Kemudian, petani tambak memulai pembersihan dan berbagai penyiapan untuk melakukan panen.

Hasil panen sendiri bisa terdiri dari udang, ikan, dan kerang sesuai dengan jenis tambak yang dikelola. Setelah proses panen, memasuki tahap pascapanen di mana petani akan melaksanakan berbagai tindakan agar keberhasilan budidaya di masa depan bisa terjamin.

Salah satu tindakan yang lazim dilakukan pada tahap pascapanen adalah pembersihan dan pemeliharaan areal tambak agar kondisi air menjadi optimal. Selain itu, sisa-sisa tanaman dan biota lainnya juga perlu dibersihkan. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak membahayakan kawasan dan juga mencegah masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Dalam keadaan yang optimal, setiap hasil panen akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi para petani tambak. Meskipun demikian, keberhasilan tersebut sangat tergantung dari pengelolaan lahan serta kemampuan para petani untuk menangani masalah yang timbul selama proses budidaya dan pengolahan hasilnya.

Dalam kesimpulannya, budidaya tambak adalah suatu usaha bisnis yang cukup menjanjikan dengan potensi keuntungan yang besar. Tetapi dalam masa panen dan pascapanen, pemerintah dan petani harus saling bekerjasama agar produksi hasil yang dihasilkan dari budidaya tambak tetap layak konsumsi dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Keuntungan dan Manfaat dari Usaha Budidaya Tambak

Usaha budidaya tambak merupakan salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan di Indonesia. Budidaya tambak menjadi pilihan yang tepat karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dilakukan di daerah pesisir pantai. Berikut adalah keuntungan dan manfaat dari melakukan usaha budidaya tambak:

1. Menghasilkan Produk yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Tambak dapat menghasilkan berbagai jenis produk laut seperti ikan, udang, kerang, dan kepiting yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Produk-produk tersebut dapat dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke negara-negara lain.

2. Meningkatkan Perekonomian Lokal

Usaha budidaya tambak sebagai salah satu jenis usaha pertanian di daerah pesisir pantai dapat meningkatkan perekonomian lokal. Hal ini dikarenakan usaha tambak mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

3. Dapat Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Budidaya tambak yang berkualitas dan terkelola dengan baik dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi makanan. Selain itu, tambak juga dapat menghasilkan protein hewani seperti ikan dan udang yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia.

4. Dapat Membuka Peluang Pendidikan dan Penelitian

Usaha budidaya tambak dapat membuka peluang pendidikan dan penelitian bagi para pelaku usaha maupun pihak akademisi. Adanya peluang ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan tambak dan membuka peluang penelitian yang lebih lanjut.

Dari keempat poin di atas, terlihat jelas bahwa usaha budidaya tambak memiliki keuntungan dan manfaat yang baik untuk masyarakat Indonesia. Namun, tetap diperlukan pengelolaan yang baik dan terus meningkatkan kualitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang berkembang pesat.

Tantangan dan Kekurangan dari Budidaya Tambak

Budidaya tambak adalah salah satu jenis usaha perikanan yang popular di Indonesia. Meskipun peluang bisnisnya menjanjikan, namun ada beberapa tantangan dan kekurangan yang harus dihadapi oleh para pemilik tambak. Salah satu tantangan utama adalah faktor cuaca, dimana musim hujan dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi para petambak. Pada saat musim hujan, debit air tambak akan meningkat, sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih lambat dan menimbulkan risiko terhadap penyakit ikan.

Selain faktor cuaca, tambak juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit ikan. Tantangan lain adalah pengelolaan limbah tambak dan kebersihan lingkungan sekitar tambak. Kesalahan dalam membuang limbah dapat merusak ekosistem perairan dan berdampak negatif pada kesehatan ikan dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, para petambak perlu mengelola limbah tambak secara bijak dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tambak.

Namun, keuntungan dari budidaya tambak juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah kurangnya standar kualitas produk yang dihasilkan. Masalah ini bisa menjadi kendala saat produk harus bersaing dengan produk dari negara lain yang lebih berkualitas. Selain itu, persaingan bisnis yang semakin ketat juga membuat harga jual ikan tambak menjadi tidak stabil dan terkadang rendah. Hal ini memaksa petambak untuk terus berinovasi dan memperbaharui teknologi agar dapat bersaing di pasar global.

Meskipun begitu, budidaya tambak tetap menjadi pilihan usaha yang menjanjikan di Indonesia. Selain peluang bisnis yang besar, pertumbuhan ekonomi dan permintaan pasar yang terus meningkat juga menjadi faktor pendukung. Para petambak harus kreatif dan inovatif untuk mengatasi tantangan dan kelemahan yang ada. Dengan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan kualitas produk, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tambak, potensi bisnis tambak di Indonesia akan semakin besar.

Overall, budidaya tambak memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu dihadapi oleh para petambak. Namun dengan mengatasi tantangan tersebut, bisnis ini tetap menjanjikan dan memiliki prospek yang cerah di masa depan.

Budidaya Tambak: Peluang Bisnis Menjanjikan

Usaha budidaya tambak bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin mencari peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Dengan berbagai jenis komoditas yang bisa dibudidayakan, seperti udang, ikan, dan beberapa jenis rumput laut, tambak bisa menjadi ladang penghasilan yang menguntungkan.

Tidak hanya itu, dengan teknik yang tepat, budidaya tambak juga bisa dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Usaha budidaya tambak ini mampu memberikan dampak positif pada perekonomian, lingkungan dan masyarakat.

Menjalankan usaha budidaya tambak memerlukan ketekunan dalam merawat hewan dan tanaman yang dibudidayakan serta melakukan riset tentang teknik budidaya yang paling efektif. Namun, bila dilakukan dengan sepenuh hati, usaha tersebut bisa menjadikan Anda sebagai pelaku bisnis yang sukses.

Jadi, jika Anda ingin memanfaatkan peluang usaha yang menjanjikan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar, mulailah mempertimbangkan untuk mengembangkan usaha budidaya tambak.

Terima kasih telah membaca. Bagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin membutuhkannya. Sampai jumpa dalam artikel inspiratif selanjutnya!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements